{"id":735,"date":"2010-01-13T15:07:38","date_gmt":"2010-01-13T15:07:38","guid":{"rendered":"http:\/\/seputarnusantara.com\/?p=735"},"modified":"2010-01-13T15:07:38","modified_gmt":"2010-01-13T15:07:38","slug":"ternyata-penjara-itu-syurga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seputarnusantara.com\/?p=735","title":{"rendered":"Ternyata Penjara Itu Syurga"},"content":{"rendered":"<p><strong><a href=\"http:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2010\/01\/Djoko-Suud-Sukahar.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-full wp-image-736\" style=\"border: 2px solid black; margin: 9px;\" title=\"Djoko Suud Sukahar\" src=\"http:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2010\/01\/Djoko-Suud-Sukahar.jpg\" alt=\"Djoko Suud Sukahar\" width=\"150\" height=\"150\" \/><\/a>Jakarta. Seputar Nusantara.<\/strong> Arthalyta Suryani dipenjara. Tapi wanita yang terlibat penyuapan jaksa Urip Tri Gunawan itu bisa keluar suka-suka dan menikmati fasilitas sekelas hotel bintang lima. Satuan tugas (satgas) \u2018Pemberantasan Mafia Hukum\u2019 melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Lembaga Pemasyarakatan (lapas) Pondok Bambu Jakarta. Mereka menemukan \u2018diversifikasi usaha\u2019 di dalam penjara. Menjual \u2018layanan kamar, seks, dan kebebasan sementara\u2019. Ternyata penjara itu \u2018surga\u2019 bukan sekadar anekdot belaka. <!--more--><\/p>\n<p>Beberapa tahun silam terbetik kabar, penghuni Lapas Medaeng, Jawa Timur tidak lagi menjadi \u2018tukang sodomi\u2019. Pesakitan baru umur belasan tahun tidak perlu ketakutan lagi. Mereka terbebas dari \u2018tradisi pemerkosaan\u2019 yang biasa dilakukan narapidana (napi) lama. Benarkah napi sudah pada tobat, puasa menekan hawa nafsu?<\/p>\n<p>Ketika beberapa napi keluar penjara ditanya kebutuhan seksnya, jawaban mereka membuat bulu kuduk berdiri. Soal itu gampang, katanya. Di lapas tersedia bermacam ragam \u2018alat pemuas\u2019. Dari \u2018bebek goreng\u2019 dan \u2018ayam panggang\u2019, sampai perempuan betulan. Semuanya bisa dibeli, tergantung uang di kocek.<\/p>\n<p>Yang dimaksud \u2018bebek goreng\u2019 dan \u2018ayam panggang\u2019 adalah \u2018membeli\u2019 satwa itu untuk disetubuhi. Sedang perempuan betulan merupakan pelacur yang \u2018didatangkan\u2019 khusus dengan layanan khusus dan \u2018harga khusus\u2019 untuk memuaskan nafsu syahwat para napi yang berada dalam bui.<\/p>\n<p>Ketika terekspos, true story yang mirip cerita rekaan itu menggoncangkan berbagai kalangan. Goncangannya baru reda ketika banyak \u2018orang besar\u2019 masuk bui dan \u2018membeli kebebasan\u2019 tidur di hotel.<\/p>\n<p>Disusul penjara dipakai mengendalikan bisnis sabu-sabu, dan sekarang Arthalyta \u2018membangun istana\u2019 di dalam penjara.<\/p>\n<p>Duit masih segalanya di negeri ini. Apa saja bisa dibeli. Maka berbahagialah orang kaya di negeri ini. Yang punya duit bisa membeli hukum dan petugas. Tidak peduli itu menista dan mengoyak negara dan kemanusiaan yang ada.<\/p>\n<p>Nasib Arthalyta dan mereka yang berduit sangat kontras dengan Irun. Warga Trenggalek ini gara-gara mengambil ranting kayu di hutan dijadikan \u2018obyek bisnis\u2019 mereka yang berkuasa. Dipalaki aparat dijanjikan bebas, dijebloskan ke penjara tatkala \u2018pengobyek\u2019 tidak membagi rata. Irun dibui, istri dan lima anaknya terlunta-lunta.<\/p>\n<p>Banyak utang dan tidak ada yang dimakan membuat istri Irun nekad. Dia ikut masuk bui bersama anak-anak. Jatah makan Irun berbagi untuk si buah hati. Dan ini menerbitkan iba para narapidana se-sel. Para bajingan itu ternyata lebih mulia dibanding para \u2018pejabat bangsat\u2019. Mereka berikan nasi ransum untuk lima anak Irun yang bersusun-susun.<\/p>\n<p>Kisah nyata seputar bui, petugas, serta manusia yang terpenjara itu membuat kita terus mengelus dada. Dari waktu ke waktu aparat serakah tidak pernah istirah. Ditindak segelintir, segebok merintis karier. Satu dipecat, seribu antre mencari peluang.<\/p>\n<p>Rasanya kita perlu menerapkan hukuman mati bagi mereka agar jera.<\/p>\n<p><em><strong>*Djoko Suud Sukahar: pemerhati budaya, tinggal di Jakarta.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 ( Detik.com )<br \/>\n<\/strong><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta. Seputar Nusantara. Arthalyta Suryani dipenjara. Tapi wanita yang terlibat penyuapan jaksa Urip Tri Gunawan itu bisa keluar suka-suka dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[17],"tags":[],"class_list":["post-735","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-budaya"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/735","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=735"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/735\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":737,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/735\/revisions\/737"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=735"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=735"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=735"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}