{"id":78420,"date":"2026-05-12T11:40:16","date_gmt":"2026-05-12T04:40:16","guid":{"rendered":"https:\/\/seputarnusantara.com\/?p=78420"},"modified":"2026-05-12T11:41:34","modified_gmt":"2026-05-12T04:41:34","slug":"laporan-keuangan-telkom-tahun-buku-2025-telkom-telkom-bukukan-kinerja-fy25-resilience-perkuat-fundamental-dan-hasilkan-total-shareholder-return-357","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seputarnusantara.com\/?p=78420","title":{"rendered":"Laporan Keuangan PT. Telkom (Persero) Tahun Buku 2025 : Telkom Telkom Bukukan Kinerja FY25 Resilience, Perkuat Fundamental dan Hasilkan Total Shareholder Return 35,7%"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"631\" src=\"http:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/IMG_20260512_113428-1024x631.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-78421\" srcset=\"https:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/IMG_20260512_113428-1024x631.jpg 1024w, https:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/IMG_20260512_113428-300x185.jpg 300w, https:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/IMG_20260512_113428-768x474.jpg 768w, https:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/IMG_20260512_113428.jpg 1505w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><strong><em>Keterangan foto : <span style=\"letter-spacing: -0.1pt; white-space: normal; font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 11pt; background-color: rgb(255, 248, 246);\">Direktur Utama Telkom Dian Siswarini.<\/span><\/em><br><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Jakarta. Seputar Nusantara. <\/strong>PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menutup kinerja perseroan tahun buku 2025 dengan hasil yang mencerminkan keberlanjutan penciptaan nilai bagi pemegang saham, seiring dengan percepatan eksekusi agenda transformasi perusahaan. Telkom mencatat\u00a0<em>net income\u00a0<\/em>sebesar Rp 17,8 triliun dengan\u00a0<em>net income margin\u00a0<\/em>12,1%, sedangkan\u00a0untuk\u00a0<em>normalized net income\u00a0<\/em>tercatat sebesar Rp 22,7 triliun dengan\u00a0<em>normalized net income margin\u00a0<\/em>15,4%. Pencapaian ini diperoleh dari pendapatan konsolidasi perseroan yang tercatat sebesar Rp 146,7 triliun. EBITDA (Laba sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi, dan Amortisasi) konsolidasi perseroan tahun 2025 tercatat Rp 72,2 triliun dengan\u00a0<em>margin\u00a0<\/em>EBITDA sebesar 49,2%. Sementara\u00a0<em>normalized\u00a0<\/em>EBITDA tercatat sebesar Rp 73,2 triliun dengan\u00a0<em>normalized\u00a0<\/em>EBITDA\u00a0<em>margin\u00a0<\/em>sebesar 49,9%.<\/p>\n\n\n\n<p>Sejalan dengan arah transformasi dan penguatan fundamental, perseroan mencatat\u00a0<em>Total Shareholder Return<\/em>(TSR) sebesar 35,7% sepanjang 2025, yang terdiri dari\u00a0<em>capital gain\u00a0<\/em>sebesar 28,4% dan\u00a0<em>dividend yield\u00a0<\/em>7,3%. Hal ini mencerminkan respons positif pasar terhadap eksekusi strategi transformasi Telkom, yang turut didukung oleh kebijakan pengembalian nilai kepada pemegang saham secara konsisten melalui\u00a0<em>payout ratio\u00a0<\/em>sebesar 89% untuk pembayaran tahun buku 2024 serta pelaksanaan program\u00a0<em>share buyback\u00a0<\/em>dengan nilai maksimal Rp 3 triliun yang masih berlangsung hingga Mei 2026.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Akselerasi Eksekusi Strategi Transformasi TLKM&nbsp;30<\/h2>\n\n\n\n<p>Di tengah tekanan kondisi makroekonomi dan tantangan yang dihadapi sektor telekomunikasi dalam beberapatahun terakhir, Telkom terus beradaptasi dan bertransformasi baik dari sisi strategi perusahaan,&nbsp;model bisnis, maupun produk dan layanan.&nbsp;Direktur Utama Telkom Dian Siswarini, menegaskan bahwa eksekusi strategi transformasi telah menjadi fokus utama perseroan sejak 2025. \u201cLewat strategi TLKM 30, Telkom memantapkan arah transformasi yang lebih terstruktur untuk mengakselerasi terwujudnya visi sebagai penggerak ekosistem digital nasional yang berdaya saing global, sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Melalui strategi transformasi jangka menengah TLKM 30, Telkom fokus pada eksekusi empat pilar besar, pilar pertama yakni&nbsp;<em>Operational &amp; Service Excellence,&nbsp;<\/em>sebagai upaya memperkuat prinsip tata kelola perusahaan yang baik.&nbsp;Hal ini juga mendorong peningkatan disiplin organisasi yang berkelanjutan, termasuk budaya kerja unggul, proses yang efisien, serta peningkatan kualitas layanan untuk mendukung pengalaman pelanggan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada pilar transformasi kedua, perseroan melakukan&nbsp;<em>Streamlining&nbsp;<\/em>sebagai strategi penataan portofolio&nbsp;<em>non-core business&nbsp;<\/em>agar perseroan dapat kembali mendorong kontribusi yang lebih optimal dan efisiensi operasional, serta meningkatkan keunggulan kompetitif pada&nbsp;<em>core business&nbsp;<\/em>di sektor telekomunikasi dan digital. Implementasi strategi tersebut tercermin melalui proses divestasi AdMedika dan anak usahanya TelkoMedika yang telah mencapai tahap&nbsp;<em>Conditional Sale and Purchase Agreement&nbsp;<\/em>(CSPA) menuju divestasi penuh pada akhir paruh pertama 2026.&nbsp;Divestasi penuh atas AdMedika dan TelkoMedika juga akan berkontribusi terhadap peningkatan arus dividen (<em>dividend stream<\/em>). Beberapa entitas dengan bisnis serupa atau tidak sesuai dengan&nbsp;<em>core business&nbsp;<\/em>di ekosistem TelkomGroup juga&nbsp;sedang dirampingkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Selanjutnya, pada pilar transformasi ketiga perseroan&nbsp;berfokus pada upaya peningkatan nilai tambah (<em>Unlock Value<\/em>)<em>,&nbsp;<\/em>salah satunya melalui penguatan fondasi bisnis infrastruktur digital&nbsp;yaitu konektivitas fiber. Inisiatif ini ditujukan untuk meningkatkan utilisasi aset dan memaksimalkan&nbsp;<em>Return on Assets (ROA)<\/em>, sekaligus memperluas kontribusi Telkom dalam mendukung konektivitas nasional. Pemisahan sebagian bisnis dan aset&nbsp;<em>Wholesale Fiber Connectivity&nbsp;<\/em>kepada InfraNexia ditandai dengan penandatanganan&nbsp;<em>Conditional Spin-off Agreement (CSA)&nbsp;<\/em>pada Desember 2025 yang merupakan fase&nbsp;<em>carve-out&nbsp;<\/em>tahap pertama. Langkah ini juga menjadi bagian dari arah transformasi menuju&nbsp;<em>strategic holding&nbsp;<\/em>yang lebih fokus pada penguatan penciptaan nilai, pengelolaan portofolio bisnis yang lebih optimal, serta percepatan eksekusi strategi secara berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai pilar transformasi keempat, Telkom tengah menjalankan&nbsp;<em>Modus-operandi shift,&nbsp;<\/em>perubahan dari&nbsp;<em>operating holding&nbsp;<\/em>menjadi&nbsp;<em>strategic holding,&nbsp;<\/em>dengan melakukan&nbsp;<em>delayering&nbsp;<\/em>untuk memperkuat fokus bisnis di empatsegmen&nbsp;<em>Operating Company&nbsp;<\/em>(OpCo), yakni pada segmen B2C, B2B&nbsp;<em>Infrastructure<\/em>, B2B ICT, dan&nbsp;<em>International<\/em>.&nbsp;Telkom&nbsp;sebagai entitas&nbsp;<em>strategic holding&nbsp;<\/em>nantinya akan berfokus pada sinergi penciptaan nilai dan penguatan tata kelola antar segmen, sementara operasional bisnis dijalankan di entitas OpCo dengan lini usaha yang terfokus. Transformasi ini diharapkan semakin memperkuat fundamental perusahaan, mengharmonisasi lini bisnis sehingga tidak terjadi tumpang tindih, sekaligus meningkatkan penciptaan nilai yang berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Perubahan Kebijakan Akuntansi dan Penyajian Laporan&nbsp;Keuangan<\/h2>\n\n\n\n<p>Sebagai tindak lanjut agenda&nbsp;<em>total governance reset&nbsp;<\/em>yang diamanatkan Danantara Indonesia, Telkom melakukan penyelarasan kebijakan akuntansi guna meningkatkan akurasi penyajian laporan keuangan, termasuk memastikan prinsip yang digunakan dalam menentukan satuan masa manfaat dan klasifikasi aset menjadi lebih tepat. Hal ini menyebabkan performa laba bersih mengalami kontraksi sebesar 9,5% YoY, sebagai dampak peningkatan beban percepatan depresiasi. Seiring penerapan kebijakan tersebut, perseroan turut melakukan&nbsp;<em>restatement&nbsp;<\/em>atas laporan keuangan tahun 2023 dan&nbsp;2024. Inisiatif ini sekaligus&nbsp;memperkuat praktik tata kelola yang transparan, prinsip kehati-hatian, dan disiplin dalam pengelolaan aset, sejalan dengan implementasi pilar pertama TLKM 30, yakni&nbsp;<em>Operational and Service Excellence<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pemulihan Pasar di Segmen&nbsp;B2C<\/h2>\n\n\n\n<p>Segmen B2C (<em>Mobile\u00a0<\/em>dan\u00a0<em>Fixed Broadband<\/em>) masih menjadi salah satu kontributor utama pendapatan perseroan. Telkomsel sebagai OpCo yang fokus pada segmen B2C berhasil membukukan pendapatan tahun buku 2025 sebesar Rp 109,2 triliun secara konsolidasian. Meningkatnya kebutuhan masyarakat akan layanan digital berkualitas mendorong kenaikan signifikan trafik data sebesar 15% YoY.\u00a0<em>Average Revenue Per User\u00a0<\/em>(ARPU) juga bergerak ke arah pemulihan positif yang menunjukkan kondisi pasar yang lebih stabil mulai dari paruh kedua 2025 dan diperkirakan secara bertahap akan terus meningkat, sejalan dengan kompetisi industri yang lebih sehat.<\/p>\n\n\n\n<p>Sehingga di tahun 2026, Telkomsel akan terus fokus menjaga ARPU melalui penyesuaian harga yang tepat sasaran dan memastikan keunggulan kualitas jaringan guna menekan angka perpindahan pelanggan. Langkah ini diiringi dengan penguatan ekosistem digital agar layanan Telkomsel tetap relevan bagi masyarakat. Di sisi lain, ekspansi layanan internet rumah kini dilakukan secara lebih tajam dengan memperhatikan kemampuan belanja masyarakat serta memastikan efektivitas pemanfaatan modal untuk menjaga pertumbuhan perusahaan yang sehat secara jangka panjang.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kinerja Resilien pada Segmen B2B&nbsp;<em>Infrastructure<\/em>,&nbsp;<em>International<\/em>, dan B2B&nbsp;ICT<\/h2>\n\n\n\n<p>Pada segmen B2B&nbsp;<em>Infrastructure<\/em>, melalui sinergi kekuatan dan kepemilikan infrastruktur yang ekstensif, TelkomGroup terus mempercepat pembangunan infrastruktur digital nasional. Mulai dari&nbsp;<em>backbone&nbsp;<\/em>serat optik dengan total lebih dari 210.000 km, menara telekomunikasi yang tersebar di seluruh nusantara, layanan&nbsp;<em>data center&nbsp;<\/em>dan&nbsp;<em>cloud,&nbsp;<\/em>dan konektivitas satelit untuk menjangkau area&nbsp;<em>blank spot&nbsp;<\/em>dan wilayah geografis yang menantang. Langkah ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung ketahanan digital Indonesia yang inklusif.<\/p>\n\n\n\n<p>Selaras dengan strategi transformasi dan penguatan posisi sebagai perusahaan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia, pendapatan perseroan dari segmen B2B\u00a0<em>Infrastructure\u00a0<\/em>sebesar\u00a0Rp 8,9 triliun, tumbuh 9,2% YoY yang ditopang oleh bisnis\u00a0<em>data center\u00a0<\/em>dan ekspansi bisnis\u00a0<em>fiber<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Pendapatan bisnis&nbsp;<em>data center&nbsp;<\/em>diperoleh dari dua fasilitas&nbsp;<em>hyperscale data center&nbsp;<\/em>di Cikarang dan Singapura, tiga fasilitas&nbsp;<em>enterprise data center&nbsp;<\/em>di Serpong, Surabaya dan Sentul<em>,&nbsp;<\/em>dan dua fasilitas&nbsp;<em>co- location data center&nbsp;<\/em>di Singapura yang seluruhnya dikelola oleh NeutraDC. Selain itu, TelkomGroup juga mengoperasikan&nbsp;28 fasilitas&nbsp;<em>edge data center&nbsp;<\/em>NeuCentrIX dengan skala dan kapasitas lebih kecil guna mendukung kebutuhan layanan&nbsp;<em>data center&nbsp;<\/em>dan&nbsp;<em>cloud&nbsp;<\/em>yang lebih&nbsp;dekat dengan pengguna.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada bisnis menara telekomunikasi dan\u00a0<em>Fiber-to-the-tower\u00a0<\/em>(FTTT), Mitratel membukukan pendapatan sebesar Rp 9,5 triliun dengan\u00a0<em>net income margin\u00a0<\/em>sebesar 22,2% dan EBITDA\u00a0<em>margin\u00a0<\/em>82,2%. Kinerja tersebut didukung oleh rasio jumlah penyewa sebesar 1,57x atas kepemilikan dari sebanyak 40.230 menara telekomunikasi, yang menjadikan Mitratel sebagai perusahaan menara telekomunikasi terbesar di Asia\u00a0Tenggara.<\/p>\n\n\n\n<p>Selanjutnya, pada bisnis\u00a0<em>Wholesale &amp; International Service<\/em>, perseroan berhasil mencatat pendapatan sebesar Rp 10,7 triliun. Hingga saat ini, TelkomGroup melalui Telin telah tergabung dalam 27 sistem kabel laut internasional.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada segmen B2B ICT, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 15,3 triliun yang terdiri dari bisnis Konektivitas<em>, Manage Solution\u00a0<\/em>dan Digital. Dengan adanya kebijakan efisiensi pemerintah yang berdampak pada penurunan permintaan terhadap solusi korporasi, yang didominasi oleh pelanggan pemerintahan, korporasi besar<em>,\u00a0<\/em>swasta<em>,\u00a0<\/em>dan UKM, Telkom tetap optimistis terhadap potensi pertumbuhan dan mendorong inovasi dan penguatan kapabilitas. Salah satunya melalui layanan dan solusi\u00a0<em>Connectivity<\/em>+,\u00a0<em>Cybersecurity<\/em>,\u00a0<em>Artificial Intelligence\u00a0<\/em>(AI), serta mendorong pengembangan melalui kemitraan strategis dengan pemain teknologi global.<\/p>\n\n\n\n<p>Pertumbuhan bisnis infrastruktur didorong oleh konsistensi TelkomGroup dalam menjaga disiplin investasi, dengan realisasi belanja modal di tahun 2025 sebesar Rp 27,5 triliun atau 18,8% dari total pendapatan. Mayoritas belanja modal sebesar 93% dialokasikan untuk perluasan infrastruktur segmen B2C,\u00a0<em>B2B Infrastructure<\/em>, dan Internasional. Sementara investasi yang tersisa dialokasikan untuk mendukung pengembangan platform digital dengan tetap mengoptimalkan\u00a0<em>synergy value<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSepanjang tahun 2025 Telkom telah berhasil menjaga kinerja yang stabil berkat strategi transformasi TLKM 30. Di tahun 2026, Telkom berada pada fase penting dalam mengakselerasi dan melanjutkan eksekusi transformasi. Dengan disiplin operasional, kami semakin yakin dapat memperkuat daya saing dan menciptakan nilai yang berkelanjutan. Ke depan, Telkom akan terus melangkah dengan arah yang lebih terstruktur untuk menghadirkan kinerja yang semakin solid serta memberikan manfaat optimal bagi seluruh pemangku kepentingan,\u201d tutup Dian. (<strong>Aziz<\/strong>)<\/p>\n\n\n\n<p><strong>#ElevatingYourFuture<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Keterangan foto : Direktur Utama Telkom Dian Siswarini. Jakarta. Seputar Nusantara. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menutup kinerja perseroan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-78420","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-headline"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/78420","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=78420"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/78420\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":78423,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/78420\/revisions\/78423"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=78420"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=78420"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=78420"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}