{"id":78641,"date":"2026-05-29T18:45:05","date_gmt":"2026-05-29T11:45:05","guid":{"rendered":"https:\/\/seputarnusantara.com\/?p=78641"},"modified":"2026-05-29T19:02:14","modified_gmt":"2026-05-29T12:02:14","slug":"laporan-keuangan-telkom-kuartal-i-2026-awali-tahun-2026-dengan-kinerja-solid-telkom-buktikan-komitmen-disiplin-operasional-dan-eksekusi-transformasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seputarnusantara.com\/?p=78641","title":{"rendered":"Laporan Keuangan Telkom Kuartal I 2026 : Awali Tahun 2026 dengan Kinerja Solid, Telkom Buktikan Komitmen Disiplin Operasional dan Eksekusi Transformasi"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"632\" src=\"http:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/IMG_20260529_184748-1024x632.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-78647\" srcset=\"https:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/IMG_20260529_184748-1024x632.jpg 1024w, https:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/IMG_20260529_184748-300x185.jpg 300w, https:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/IMG_20260529_184748-768x474.jpg 768w, https:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/IMG_20260529_184748-1536x948.jpg 1536w, https:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/IMG_20260529_184748.jpg 1835w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><strong><em>Keterangan foto : Direktur Utama Telkom Dian Siswarini<\/em><\/strong><br><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-left\"><strong>Jakarta. Seputar Nusantara<\/strong>. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mengumumkan kinerja keuangan kuartal pertama tahun 2026 dengan mencatat pertumbuhan yang progresif pada sebagian segmen bisnis. Di tengah kondisi ketidakpastian makroekonomi, capaian ini mencerminkan konsistensi perusahaan dalam menerapkan disiplin operasional seraya mengakselerasi eksekusi strategi transformasi TLKM 30.<\/p>\n\n\n\n<p>Mengawali tiga bulan pertama 2026, Telkom membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 37,2 triliun atau tumbuh 1,5% YoY.\u00a0EBITDA tercatat sebesar Rp 18,0 triliun dengan EBITDA\u00a0<em>margin\u00a0<\/em>pada 48,3%. Perseroan juga mencatat\u00a0laba bersih sebesar Rp 4,3 triliun dengan\u00a0<em>margin<\/em>\u00a0laba bersihpada 11,7%. Sedangkan untuk\u00a0<em>laba bersih yang dinormalisasi<\/em> sebesar Rp 5,1 triliun dengan\u00a0<em>margin\u00a0<\/em>laba bersih yang dinormalisasi13,8%. Kontraksi pada laba bersih terutama dipengaruhi oleh dampak lanjutan dari percepatan depresiasi dan proses normalisasi bisnis selama fase transformasi. Namun demikian, tekanan ini bersifat transisional dan\u00a0<em>non-cash,<\/em>\u00a0sementara secara fundamental kinerja operasional tetap terjaga.\u00a0Arus kas operasional perseroan juga tumbuh 3,1% YoY menjadi Rp 17,3 triliun, didorong oleh implementasi program efisiensi TOTEX serta disiplin penagihan yang semakin baik.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Direktur Utama Telkom Dian Siswarini <\/strong>mengatakan : \u201c Tahun ini, Telkom akan semakin gencar dalam mengakselerasi eksekusi strategi TLKM 30 demi menciptakan\u00a0<em>value<\/em>\u00a0yang optimal dan memastikan keberlangsungan perusahaan yang semakin solid ke depannya. Kinerja kuartal pertama tahun 2026 ini menjadi awal yang baik dan motivasi bagi TelkomGroup untuk dapat terus melakukan perbaikan secara bertahap guna memberikan pencapaian dan kontribusi terbaik bagi perusahaan, pelanggan, masyarakat dan negara.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Mendorong Pertumbuhan Berkelanjutan di Tengah Perbaikan Pasar B2C<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Pada segmen B2C (<em>Mobile dan Fixed Broadband<\/em>),<\/strong>\u00a0Telkomsel membukukan pendapatan konsolidasian sebesar Rp 27,6 triliun atau tumbuh 1,3% YoY, didorong oleh pendapatan bisnis digital.\u00a0<em>Payload<\/em>\u00a0data juga meningkat 2,3% YoY, didukung upaya perseroan memperkuat kualitas dan ekspansi jaringan melalui investasi yang disiplin dan berkelanjutan. Strategi dalam menerapkan disiplin harga, penyederhanaan produk, serta menghadirkan pengalaman pelanggan yang lebih baik berhasil mendorong pertumbuhan ARPU menjadi Rp 45.100 atau naik 6,4% YoY. Hal ini mencerminkan inisiatif perbaikan pasar yang semakin sehat serta kondisi industri yang lebih stabil dan rasional. Telkomsel akan terus fokus menjaga ARPU melalui peningkatan produktivitas pelanggan dan inovasi layanan\u00a0<em>digital lifestyle\u00a0<\/em>yang selaras dengan perkembangan kebutuhan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p>Dian menambahkan : \u201c Dari sisi pasar, industri telekomunikasi masih prospektif karena konektivitas dan internet saat ini sudah menjadi kebutuhan primer masyarakat. Dalam beberapa tahun terakhir pun kami melihat kebutuhan terhadap layanan internet terus tumbuh dan belum menunjukkan adanya tren penurunan. Kami optimistis untuk memperkuat ekosistem\u00a0<em>mobile<\/em>\u00a0dan\u00a0<em>fixed broadband<\/em>\u00a0secara berkelanjutan dengan tetap mengutamakan\u00a0<em>customer experience\u00a0<\/em>yang baik.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Momentum Transformasi Pacu Pertumbuhan di Segmen B2B&nbsp;<em>Infrastructure<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Segmen B2B\u00a0<em>Infrastructure<\/em><\/strong>\u00a0menunjukkan kinerja positif dengan pendapatan sebesar Rp 2,4 triliun atau tumbuh 6,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini ditopang oleh ekspansi berkelanjutan bisnis\u00a0<em>Fiber-to-the-Tower<\/em>\u00a0(FTTT).<\/p>\n\n\n\n<p>Pada bisnis menara telekomunikasi dan FTTT yang digawangi oleh Mitratel, perseroan membukukan pendapatan Rp 2,3 triliun atau tumbuh 1,4% YoY, dengan<em>\u00a0Tower Leasing<\/em>\u00a0dan\u00a0<em>Tower-Related Business<\/em>\u00a0tetap menjadi kontributor utama penopang stabilitas pendapatan. Berkat efektivitas pengelolaan biaya serta fundamental bisnis yang kuat, Mitratel berhasil menjaga EBITDA margin tetap stabil di 82,7%.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai upaya untuk terus menjadi pemimpin pasar menara telekomunikasi di Asia Tenggara, Mitratel juga memperkuat strategi portofolio pada aset&nbsp;<em>fiber optic.&nbsp;<\/em>Sepanjang periode kuartal pertama, Mitratel melakukan ekspansi sepanjang 1.080 km&nbsp;<em>fiber optic<\/em>&nbsp;yang menjadikan total kepemilikan mencapai 58.279 km. Strategi ekspansi berkelanjutan tersebut berhasil mendorong pertumbuhan bisnis FTTT yang cukup baik sekaligus memperkuat kapabilitas Mitratel sebagai&nbsp;<em>Next-Gen Tower Company<\/em>&nbsp;yang terintegrasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada bisnis&nbsp;<em>data center<\/em>, pendapatan diperoleh dari fasilitas&nbsp;<em>data center<\/em>&nbsp;dan&nbsp;<em>colocation data center<\/em>&nbsp;yang dimiliki oleh NeutraDC Group, serta fasilitas&nbsp;<em>edge data center<\/em>&nbsp;NeuCentrIX yang saat ini masih berada di bawah kendali operasional Telkom.&nbsp;<em>Data center<\/em>&nbsp;menjadi salah satu&nbsp;<em>platform digital<\/em>&nbsp;dengan permintaan yang terus meningkat seiring berkembangnya aktivitas pelaku industri digital. Melihat potensi tersebut, inisiatif konsolidasi akan menjadi langkah strategis untuk menjadikan NeutraDC pengelola keseluruhan aset&nbsp;<em>data center&nbsp;<\/em>secara lebih fokus. Pendekatan ini akan mampu membuka peluang perluasan layanan, monetisasi aset, serta pertumbuhan bisnis melalui kolaborasi dengan mitra strategis.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada unit\u00a0<em>Wholesale &amp; International Service<\/em>, pendapatan tercatat Rp 2,8 triliun, dengan pertumbuhan layanan interkoneksi 18,9% QoQ berkat meningkatnya aktivitas\u00a0<em>international wholesale voice business.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Selanjutnya, pada segmen B2B ICT,\u00a0<\/strong>perseroan berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp 3,1 triliun. Di tengah proses restrukturisasi yang sedang berlangsung pada segmen ini, aktivitas bisnis cenderung melandai seiring pendekatan yang lebih disiplin dan selektif dalam penjajakan kerjasama baru. Meskipun berdampak pada perlambatan jangka pendek, langkah restrukturisasi tersebut menjadi bagian dari upaya perseroan untuk mendorong margin yang lebih sehat, menghilangkan tumpang tindih penawaran produk, serta memperkuat posisi kompetitif di pasar dalam jangka panjang.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Eksekusi Transformasi Berjalan Sesuai Rencana dan Prioritas Strategis<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Pencapaian positif segmen B2C dan B2B\u00a0<em>Infrastructure<\/em>\u00a0Telkom pada periode ini tidak lepas dari keberhasilan transformasi dan percepatan eksekusi strategi TLKM 30. Realisasi belanja modal mencapai Rp 4,9 triliun atau 13,2% dari pendapatan. Sebanyak 99% dialokasikan untuk pengembangan infrastruktur di segmen inti B2C, B2B\u00a0<em>Infrastructure<\/em>, dan\u00a0<em>International<\/em>, serta sisanya untuk pengembangan platform digital secara disiplin. Efisiensi operasional terus diciptakan melalui inisiatif\u00a0<em>streamlining<\/em>\u00a0dan penataan portofolio bisnis berbasis HoldCo-OpCo, termasuk divestasi, merger, maupun likuidasi entitas\u00a0<em>non-core<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu progress&nbsp;<em>streamlining<\/em>&nbsp;yang berjalan adalah divestasi AdMedika Group kepada investor strategis dengan proses divestasi yang ditargetkan selesai pada akhir semester pertama 2026. Divestasi ini diharapkan dapat membuka peluang pertumbuhan dan inovasi bagi AdMedika Group serta menghadirkan kualitas layanan yang semakin baik untuk masyarakat Indonesia maupun kawasan Regional.<\/p>\n\n\n\n<p>Di sisi&nbsp;<em>unlock value,&nbsp;<\/em>Telkom juga berada dalam fase persiapan pemisahan bisnis dan aset&nbsp;<em>wholesale fiber connectivity&nbsp;<\/em>tahap kedua kepada InfraNexia yang ditargetkan rampung pada kuartal ketiga tahun ini. Proses ini turut mempertimbangkan evaluasi terhadap prioritas inisiatif guna memastikan implementasi yang lebih optimal. Secara keseluruhan proses pemisahanberjalan sesuai rencana dan menjadi bagian dari strategi Telkom dalam mendorong pengelolaan aset fiber yang lebih tangkas dan efisien serta membuka peluang bisnis lebih luas ke depan.<\/p>\n\n\n\n<p>Inisiatif tersebut sejalan dengan fokus transformasi Telkom dalam mendorong pertumbuhan melalui monetisasi aset dan infrastruktur ke pasar eksternal. Dengan penguatan di segmen B2B, khususnya InfraNexia yang diproyeksikan sebagai motor pertumbuhan baru, TelkomGroup dapat membuka peluang peningkatan pendapatan eksternal sekaligus memperkuat fundamental bisnis perusahaan. Saat ini kontribusi bisnis fiber masih berada di kisaran 15% dan ditargetkan meningkat menjadi sekitar 25% seiring optimalisasi utilisasi infrastruktur, penyelesaian transfer aset, dan operasional yang berjalan penuh. Telkom juga memperkuat bisnis B2B ICT dan&nbsp;<em>International<\/em>&nbsp;guna menangkap potensi kebutuhan industri yang terus berkembang di tengah pesatnya adopsi teknologi berbasis AI. Ke depan, langkah ini diharapkan dapat menciptakan komposisi pendapatan segmen B2C dan B2B TelkomGroup yang lebih seimbang.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201c Tahun 2026 menjadi periode yang penuh peluang sekaligus tantangan bagi TelkomGroup. Karena itu, kami akan terus mempercepat eksekusi strategi transformasi TLKM 30 dengan tetap mengutamakan prinsip disiplin operasi untuk memperkuat keberlanjutan bisnis, menghadirkan layanan yang semakin inklusif, serta membangun ekosistem digital yang mampu menciptakan dampak lebih luas,\u201d tutup Dian. (<strong>Aziz<\/strong>)<\/p>\n\n\n\n<p><strong>#ElevatingYourFuture<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Keterangan foto : Direktur Utama Telkom Dian Siswarini Jakarta. Seputar Nusantara. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mengumumkan kinerja keuangan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-78641","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-headline"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/78641","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=78641"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/78641\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":78652,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/78641\/revisions\/78652"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=78641"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=78641"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=78641"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}