{"id":79019,"date":"2026-07-14T14:00:00","date_gmt":"2026-07-14T07:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/seputarnusantara.com\/?p=79019"},"modified":"2026-07-14T19:50:37","modified_gmt":"2026-07-14T12:50:37","slug":"pemadam-kebakaran-kabupaten-purworejo-telah-selamatkan-148-rumah-yang-terbakar-selama-1-semester-tahun-2026-penyelamatan-non-kebakaran-juga-intensif-dilaksanakan-untuk-membantu-masyarakat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seputarnusantara.com\/?p=79019","title":{"rendered":"Kantor Pemadam Kebakaran Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah Telah Selamatkan 29 Rumah dan Industri Yang Terbakar Selama 1 Semester Tahun 2026. Penyelamatan Non Kebakaran Juga Intensif Dilaksanakan Untuk Membantu Masyarakat Yang Membutuhkan"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"659\" src=\"http:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/IMG_20260714_114934-1024x659.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-79020\" srcset=\"https:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/IMG_20260714_114934-1024x659.jpg 1024w, https:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/IMG_20260714_114934-300x193.jpg 300w, https:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/IMG_20260714_114934-768x494.jpg 768w, https:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/IMG_20260714_114934-1536x988.jpg 1536w, https:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/IMG_20260714_114934.jpg 1836w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><strong><em>Keterangan foto : Slamet, S. IP. (kiri), Kepala Bidang Pemadam Kebakaran pada Kantor Sat Pol PP dan Damkar (Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran) Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa\u00a0Tengah dan Tri Yulianto (kanan), Petugas Lapangan Pemadam Kebakaran<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Purworejo. Seputar Nusantara.<\/strong> Kejadian kebakaran di wilayah Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah pada semester pertama (periode Januari &#8211; Juni) tahun 2026 ini sejumlah 29 kebakaran. Dari 29 kejadian kebakaran tersebut, meliputi kebakaran rumah, industri dan areal lahan.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal tersebut disampaikan oleh\u00a0<strong>Slamet, S.IP.., Kepala Bidang Pemadam Kebakaran pada Kantor Sat Pol PP dan Damkar (Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran) Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa<\/strong>\u00a0<strong>Tengah<\/strong>\u00a0kepada Media Online seputarnusantara.com di kantornya, pada Selasa 14 Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n<p>Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa pada semester pertama tahun 2026 ini, kejadian kebakaran di wilayah Kabupaten Purworejo sebanyak 29. Sedangkan kegiatan yang berbentuk Penyelamatan Non Kebakaran selama 6 bulan ini sejumlah 230.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8221; Bentuk kegiatan Penyelamatan Non Kebakaran yakni evakuasi sarang tawon atau OTT (Operasi Tangkap Tawon), kemudian. evakuasi ular, pelepasan cincin di jari dan ada juga penanganan pohon tumbang,&#8221; terangnya secara detail.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari data yang ada, imbuhnya, ada 14 rumah yang terjadi kebakaran, kemudian industri atau UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) itu ada 5 kejadian kebakaran, dan areal lahan ada 4, serta selebihnya 6 kebakaran yakni kendaraan.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8221; Karena sekarang ini musim kemarau diperkirakan cukup panjang, maka areal lahan perlu diwaspadai dan harus ada kesiapsiagaan supaya tidak terjadi kebakaran. Harapan kami, masyarakat perlu lebih berhati- hati selama musim kemarau panjang ini,&#8221; tegas Slamet.<\/p>\n\n\n\n<p>Secara rinci dia memaparkan bahwa kebakaran yang disebabkan dari korsleting listrik sebanyak 14 kali. Kemudian ada 17 kejadian kebakaran karena human error (kelalaian manusia) seperti : lupa mematikan kompos gas saat memasak, dan membakar sampah yang tidak dijaga. <\/p>\n\n\n\n<p>&#8221; Perilaku masyarakat perlu diperhatikan agar tidak terjadi kebakaran. Membakar sampah sebenarnya tidak diperbolehkan, apabila terpaksa membakar sampah maka harus dijaga jangan ditinggal pergi supaya aman. Dan pastikan kompor sudah mati setelah selesai memasak, ini sangat penting untuk menghindari bahaya kebakaran,&#8221; jelasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Lebih lanjut dia menyampaikan bahwa ada 4 kejadian kebakaran mobil dan motor di Purworejo yang disebabkan oleh korsleting dan menimbulkan percikan api sehingga terbakar. Namun 4 kejadian kebakaran kendaraan tersebut berhasil dijinakkan oleh Pemadam Kebakaran. <\/p>\n\n\n\n<p>&#8221; Dari sisi wilayah, yang paling banyak terjadi kebakaran itu di Kecamatan Purworejo Kota sebanyak 8 kali. Kemudian di Kecamatan Purwodadi sebanyak 4 kali dan Kutoarjo sebanyak 4 kali juga. Sedangkan wilayah lainnya rata- rata satu kali,&#8221; urai Slamet.<\/p>\n\n\n\n<p>Dia berpesan dan berharap, ketika terjadi kebakaran, masyarakat untuk segera menghubungi dan melaporkan ke Kantor Pemadam Kebakaran Kabupaten Purworejo supaya segera ditangani. Sambil memadamkan api secara manual atau dengan alat yang dipunyai, sebaiknya segera lapor ke Damkar.<\/p>\n\n\n\n<p>Sedangkan menurut <strong>Tri Yulianto, Petugas Lapangan Pemadam Kebakaran Kabupaten Purworejo<\/strong>, penyebab kebakaran korsleting listrik di rumah disebabkan karena melebihi kapasitas daya listrik di rumah tersebut. Misalkan dayanya cuma 450 Watt tetapi pemakaiannya lebih dari 450 Watt, sehingga terjadi kelebihan beban yang mengakibatkan kebakaran.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8221; Jadi, kalau dayanya 450 Watt tetapi pemakaian melebihi 450 Watt, maka akan terjadi over capacity yang bisa mengakibatkan korsleting listrik. Dan kita himbau kepada masyarakat, jangan terlalu banyak menggunakan kabel roll listrik, roll disambung roll kemudian disambung toll disambung roll, ini akan bisa menyebabkan korsleting listrik,&#8221; terang Tri Yulianto.<\/p>\n\n\n\n<p>Kemudian, sambungnya, jika terpaksa membakar sampah, walaupun secara aturan tidak diperbolehkan, harus ditungguin sampai sampah tersebut padam. Jangan sampai membakar sampah kemudian ditinggal pergi yang bisa berakibat merembet apinya dan membahayakan rumah sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8221; Yang perlu hati- hati juga mengenai kompor gas. Regulator tabung gas jangan ditimpa benda pemberat, karena ketika benda pemberat tersebut jatuh maka gas akan keluar dan bisa berakibat kebakaran. Jika regulator sudah tidak layak, lebih baik diganti saja. Jangan sampai gara- gara regulator rusak yang harganya cuma ratusan ribu, tapi bisa berakibat fatal membakar rumah seharga ratusan juta rupiah,&#8221; terang Tri Yulianto.  <\/p>\n\n\n\n<p>Lebih lanjut dia memaparkan, agar masyarakat tetap hati- hati selama musim kemarau panjang ini. Jika meninggalkan rumah, maka pastikan kelistrikan aman dan kompor sudah mati. Alangkah lebih baiknya jika tidur, regulator dicopot supaya tenang dan aman. Dan apabila pergi meninggalkan rumah diatas 2 jam, maka sebaiknya regulator juga dicopot supaya aman. (<strong>Aziz<\/strong>)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Keterangan foto : Slamet, S. IP. (kiri), Kepala Bidang Pemadam Kebakaran pada Kantor Sat Pol PP dan Damkar (Satuan Polisi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-79019","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-headline"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/79019","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=79019"}],"version-history":[{"count":20,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/79019\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":79055,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/79019\/revisions\/79055"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=79019"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=79019"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=79019"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}