{"id":79271,"date":"2026-07-31T20:00:00","date_gmt":"2026-07-31T13:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/seputarnusantara.com\/?p=79271"},"modified":"2026-07-31T21:49:49","modified_gmt":"2026-07-31T14:49:49","slug":"laporan-keuangan-telkom-semester-i-2026","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seputarnusantara.com\/?p=79271","title":{"rendered":"Laporan Keuangan PT. Telkom (Persero) Semester I 2026 : Akselerasi Transformasi TLKM 30 : Pendapatan, EBITDA, dan Laba Bersih Normalisasi Telkom Tumbuh Kuat di Paruh Pertama 2026. Pendapatan Konsolidasi Meningkat 3,9% YoY, EBITDA Naik 3,8% YoY, Sementara Laba Bersih Normalisasi Tumbuh 6,2% YoY"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"682\" src=\"http:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Foto-1-1024x682.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-79277\" srcset=\"https:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Foto-1-1024x682.jpeg 1024w, https:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Foto-1-300x200.jpeg 300w, https:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Foto-1-768x511.jpeg 768w, https:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Foto-1.jpeg 1537w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><strong><em>Keterangan foto : Direktur Utama PT. Telkom (Persero), Dian Siswarini<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Jakarta. Seputar Nusantara<\/strong>. Menutup semester pertama tahun 2026, Perseroan berhasil membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 75,9 triliun, tumbuh 3,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (YoY). Sejalan dengan kinerja tersebut, EBITDA Perseroan meningkat 3,8% YoY menjadi Rp 37,5 triliun dengan EBITDA\u00a0<em>margin<\/em>\u00a0sebesar 49,4%. Laba bersih juga tumbuh 1,4% YoY menjadi Rp 10,6 triliun, dengan\u00a0<em>margin<\/em>\u00a0laba bersih sebesar 14,0%. Sementara itu, laba bersih yang dinormalisasi mencapai Rp 11,3 triliun atau tumbuh 6,2% YoY, dengan\u00a0<em>margin<\/em>\u00a0sebesar 14,9%, mencerminkan ketahanan kinerja operasional Perseroan yang didukung oleh pemulihan bisnis\u00a0<em>mobile<\/em>. Perseroan juga membukukan arus kas operasional yang kuat sebesar Rp 34,9 triliun atau tumbuh 7,0% YoY, didukung oleh implementasi program efisiensi berkelanjutan serta disiplin dalam pengelolaan biaya.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8221; Komitmen dan dedikasi kami dalam mengakselerasi transformasi digital melalui strategi TLKM 30 tercermin dari pertumbuhan yang berhasil kami capai pada semester pertama tahun ini. Pencapaian tersebut semakin memperkuat optimisme kami untuk terus mempercepat transformasi sekaligus memperkuat peran Telkom sebagai pemimpin ekosistem digital Indonesia,&#8221; ujar <strong>Dian Siswarini, Direktur Utama Telkom.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Profitabilitas Segmen B2C Kian Kuat, Laba Bersih Meningkat 8.3% YoY<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Pada<strong>\u00a0Segmen B2C (<em>Mobile dan Fixed Broadband<\/em>),<\/strong>\u00a0Telkomsel membukukan pendapatan sebesar Rp 55,6 triliun atau tumbuh 3,3% YoY, didorong oleh pertumbuhan pendapatan\u00a0<em>Digital Business Data<\/em>\u00a0sebesar 11,0% pada semester pertama 2026. Kinerja tersebut mencerminkan berlanjutnya pemulihan industri\u00a0<em>mobile<\/em>\u00a0yang didukung oleh implementasi strategi komersial secara disiplin melalui penetapan harga, optimalisasi portofolio produk, dan pengelolaan nilai pelanggan. Sejalan dengan hal tersebut,\u00a0<em>Average Revenue Per User\u00a0<\/em>(ARPU)\u00a0<em>mobile<\/em>\u00a0meningkat menjadi Rp 45.600 atau tumbuh 9,0% YoY. Selain itu,\u00a0<em>payload<\/em>\u00a0<em>data<\/em>\u00a0juga terus bertumbuh seiring meningkatnya konsumsi digital masyarakat selama momen liburan sekolah dan penyelenggaraan Piala Dunia, yang semakin mendorong tingginya kebutuhan pelanggan terhadap layanan data berkualitas.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada layanan\u00a0<em>fixed broadband<\/em>, Telkomsel terus memperkuat kualitas layanan melalui kalibrasi strategis basis pelanggan. Sebagai hasil dari upaya tersebut, jumlah pelanggan tercatat menjadi 9,5 juta dibandingkan 10,1 juta pada semester pertama 2025, dengan dampak yang terbatas terhadap pendapatan pada kuartal berjalan. Secara kuartalan, ARPU IndiHome meningkat 3,4% menjadi Rp 211.000. Adapun secara semesteran ARPU IndiHome tercatat sebesar Rp 207.000, di tengah persaingan harga yang masih berlangsung di pasar. Meski demikian, rasio konvergensi terus meningkat menjadi 65%. Langkah ini merupakan bagian dari strategi Telkom untuk membangun basis pelanggan yang lebih berkualitas, meningkatkan efektivitas monetisasi layanan, serta memperkuat pertumbuhan yang berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n<p>Berbekal fondasi bisnis B2C yang semakin kuat, Telkomsel akan terus mengakselerasi strategi&nbsp;<em>quality growth<\/em>&nbsp;dengan menempatkan pengalaman pelanggan sebagai prioritas utama, sekaligus memperluas kapabilitas digital melalui pengembangan ekosistem. Upaya tersebut akan diperkuat melalui pemanfaatan teknologi AI dan 5G, serta pengembangan solusi digital yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan individu maupun pelaku usaha yang terus berkembang. Berbagai inisiatif ini diharapkan semakin memperkuat posisi Telkomsel sebagai pemimpin pasar sekaligus menciptakan nilai jangka panjang.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Penguatan Infrastruktur Digital Dorong Akselerasi Pertumbuhan Segmen B2B<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Total pendapatan\u00a0<strong>Segmen B2B\u00a0<em>Infrastructure<\/em><\/strong>\u00a0tumbuh 19,0% YoY menjadi Rp 33,1 triliun pada semester pertama 2026, dengan pendapatan eksternal meningkat 4,9% YoY menjadi Rp 4,7 triliun. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh peningkatan pendapatan Data, Internet, dan IT\u00a0<em>Service<\/em>. Pada bisnis menara telekomunikasi dan\u00a0<em>Fiber-to-the-Tower<\/em>\u00a0(FTTT), Mitratel membukukan pendapatan sebesar Rp 4,7 triliun atau tumbuh 2,1% YoY, dengan\u00a0<em>Tower-Related Business<\/em>\u00a0tetap menjadi penopang utama pendapatan. Selain itu,\u00a0<em>total tenant<\/em>\u00a0meningkat menjadi 63.866 atau tumbuh 4,9% YoY sehingga mendorong rasio penyewaan (<em>tenancy ratio<\/em>) menara menjadi 1,57x.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada bisnis&nbsp;<em>data center<\/em>, Telkom terus memperkuat posisinya sebagai penyedia infrastruktur digital regional melalui NeutraDC. Didukung meningkatnya permintaan terhadap infrastruktur digital, Perseroan terus memperkuat bisnis ini melalui inisiatif konsolidasi yang akan menjadikan NeutraDC sebagai pengelola terpusat seluruh aset&nbsp;<em>data center<\/em>&nbsp;TelkomGroup. Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas layanan, mengoptimalkan monetisasi aset, serta mendorong pertumbuhan melalui kolaborasi dengan mitra strategis.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara pada\u00a0<strong>Segmen B2B ICT<\/strong>, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 7,3 triliun, tumbuh 35,7% QoQ meskipun masih terdampak oleh proses restrukturisasi portofolio dan\u00a0<em>streamlining<\/em>\u00a0yang tengah berlangsung.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada\u00a0<strong>Segmen\u00a0<em>International Business<\/em><\/strong>, pendapatan tercatat sebesar Rp 5,7 triliun pada periode ini. Seiring pergeseran portofolio bisnis menuju layanan konektivitas dan solusi digital dengan margin yang lebih tinggi serta berkurangnya ketergantungan pada bisnis\u00a0<em>traditional voice hubbing<\/em>, Perseroan optimistis langkah tersebut akan mendorong peningkatan margin EBITDA dalam beberapa tahun ke depan. Saat ini, permintaan terhadap kapasitas baru kabel bawah laut internasional terus meningkat, didorong oleh dinamika geopolitik global serta kebutuhan berbagai perusahaan teknologi besar duniadalam mendukung adopsi teknologi AI.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Konsisten Transformasi Perusahaan untuk Penciptaan Nilai di Masa Depan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Eksekusi strategi TLKM 30 pada semester pertama 2026 menunjukkan kemajuan yang signifikan pada keempat pilar transformasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari sisi&nbsp;<strong><em>Operational &amp; Service Excellence<\/em><\/strong>, Perseroan melaporkan pertumbuhan arus kas operasional sebesar 9,5% YoY serta terus meningkatkan efisiensi biaya operasional (OPEX) dan menerapkan pengelolaan belanja modal (CAPEX) secara&nbsp;<em>prudent<\/em>. Selain itu, implementasi&nbsp;<em>Early Retirement Program<\/em>&nbsp;(ERP) yang disertai mobilitas karyawan sebagai bagian dari upaya perampingan bisnis turut meningkatkan efektivitas pengelolaan biaya pegawai.<\/p>\n\n\n\n<p>Di sisi lain, Perseroan juga menuntaskan\u00a0<strong><em>Streamlining<\/em><\/strong>\u00a0terhadap 10 entitas sebagai upaya menyederhanakan struktur grup dan penataan portofolio bisnis. Melalui skema divestasi, merger, dan likuidasi, langkah ini semakin memperkuat fokus Telkom pada bisnis inti serta membangun organisasi yang lebih tangkas. Sejalan dengan upaya tersebut, Perseroan merealisasikan belanja modal sebesar Rp 10,8 triliun, di mana lebih dari 96% difokuskan pada pengembangan area bisnis prioritas di segmen B2C, B2B\u00a0<em>Infrastructure<\/em>, dan\u00a0<em>International Business<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Implementasi pilar&nbsp;<strong><em>Unlock Value<\/em><\/strong>&nbsp;juga terus mencatatkan kemajuan. Sepanjang semester pertama 2026, Telkom telah menyelesaikan sejumlah tahapan persiapan strategis dalam pelaksanaan pengalihan aset InfraNexia Tahap 2, yang hingga kini tetap berjalan sesuai rencana dan ditargetkan rampung pada semester kedua 2026.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada pilar&nbsp;<strong><em>Modus-operandi Shift<\/em><\/strong>, Telkom terus memperkuat implementasi model&nbsp;<em>Strategic Hold-Co<\/em>&nbsp;melalui pengelolaan portofolio dan operasional bisnis yang terintegrasi pada empat segmen bisnis utama.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8221; Pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan akan sangat ditentukan oleh kekuatan infrastruktur digital yang kita bangun hari ini. Oleh karena itu, Telkom sebagai bagian dari Danantara Indonesia akan terus mengakselerasi transformasi dan memperkuat investasi pada kapabilitas digital guna menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan, sekaligus menjadi katalis pertumbuhan lintas sektor dan memperkuat ketahanan ekonomi digital nasional,&#8221; tutup Dian. (<strong>Aziz<\/strong>)<\/p>\n\n\n\n<p><strong>#ElevatingYourFuture<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Keterangan foto : Direktur Utama PT. Telkom (Persero), Dian Siswarini Jakarta. Seputar Nusantara. Menutup semester pertama tahun 2026, Perseroan berhasil [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-79271","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-headline"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/79271","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=79271"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/79271\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":79280,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/79271\/revisions\/79280"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=79271"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=79271"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=79271"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}