{"id":80632,"date":"2026-10-13T14:10:06","date_gmt":"2026-10-13T07:10:06","guid":{"rendered":"https:\/\/seputarnusantara.com\/?p=80632"},"modified":"2026-10-13T15:42:45","modified_gmt":"2026-10-13T08:42:45","slug":"dinas-ketahanan-pangan-dan-pertanian-kabupaten-purworejo-realisasikan-berbagai-bantuan-hibah-untuk-kelompok-tani-petani-harus-cermat-dalam-manajemen-pertanian-dan-cerdas-iklim-agar-hasil-pertanian-ma","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seputarnusantara.com\/?p=80632","title":{"rendered":"Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo Realisasikan Berbagai Bantuan Hibah Untuk Kelompok Tani. Petani Harus Cermat Dalam Manajemen Pertanian dan Cerdas Iklim Agar Hasil Pertanian Maksimal"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"698\" src=\"http:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG_20261013_141105-1024x698.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-80635\" srcset=\"https:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG_20261013_141105-1024x698.jpg 1024w, https:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG_20261013_141105-300x204.jpg 300w, https:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG_20261013_141105-768x524.jpg 768w, https:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG_20261013_141105-1536x1047.jpg 1536w, https:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG_20261013_141105.jpg 1869w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><strong><em>Keterangan foto : Bagas Adi Karyanto, S.Sos., M.M., Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah <\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Purworejo. Seputar Nusantara<\/strong>. DKPP (Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian) Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah telah merealisasikan berbagai bantuan berbentuk Hibah kepada para Poktan (Kelompok Tani) di wilayah Kabupaten Purworejo. Berbagai bantuan Hibah tersebut dalam rangka mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional yang sudah dicanangkan oleh Presiden RI Prabowo Subianto.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal tersebut disampaikan oleh <strong>Bagas Adi Karyanto, S.Sos., M.M., Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah <\/strong>kepada Media Online seputarnusantara.com di kantor DKPP, pada Selasa 13 Oktober 2026.<\/p>\n\n\n\n<p>Lebih lanjut dia menyampaikan bahwa bantuan Hibah kepada Kelompok Tani ada yang berupa Alsintan (Alat dan Mesin Pertanian), hewan ternak berupa sapi, dan ada juga kambing. Hibah berupa hewan ternak kambing itu dari berbagai jenis : ada kambing Jawa Randu, kambing Domba, kambing Kaligesing dan sapi. Sebagian besar Hibah hewan ternak baik itu kambing maupun sapi, sudah terealisasi.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8221; Dan sampai bulan September 2026, serapan anggaran di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo sudah mencapai angka 45,51 persen. Serapan anggaran ini berdasarkan SPJ dan juga kegiatan riil di lapangan. Pencatatan serapan anggaran ini yang sudah berjalan clean and clear,&#8221; ungkap Bagas Adi dengan gamblang.<\/p>\n\n\n\n<p>Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa dirinya optimis serapan anggaran akan maksimal di akhir tahun 2026 ini. Dari serapan anggaran sampai dengan September 2026 yang mencapai angka 45,51 persen, sisanya akan diserap di akhir tahun ini bulan Oktober hingga Desember 2026. Kenapa DKPP optimis? Karena semua program dan kegiatan sudah tersusun rapi dari awal hingga akhir tahun ini.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8221; Saya optimis dan Inshaa Allah tercapai secara maksimal serapan anggaran di akhir tahun 2026 nanti. Kami mengejar sisa waktu sekitar 3 bulan ini dengan merealisasikan seluruh program dan kegiatan di akhir tahun ini, supaya dapat memenuhi target serapan anggarannya,&#8221; terang Bagas Adi.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"588\" height=\"360\" src=\"http:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG_20261013_153958.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-80660\" srcset=\"https:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG_20261013_153958.jpg 588w, https:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG_20261013_153958-300x184.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 588px) 100vw, 588px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><strong><em>Keterangan foto : Realisasi Hibah Tahun 2026 DKPP (Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian) Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah <\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Terkait dengan musim kemarau yang cukup panjang disertai dengan El Nino yang menyebabkan cuaca demikian panas, lanjutnya, diharapkan para petani bisa memanaj pertaniannya supaya bisa menyesuaikan dengan kondisi iklim. Dan di beberapa kecamatan di Purworejo, saat kemarau ini sudah menanam padi pada musim tanam ke- 3 (MT 3). Artinya saat petani MT 3, masih ada ketercukupan air untuk mengaliri areal persawahan mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8221; Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa Kabupaten Purworejo ini merupakan lumbung pangan khususnya lumbung padi di Jawa Tengah. Artinya, Kabupaten Purworejo ini sangat besar kontribusinya dalam mewujudkan Swasembada dan Ketahanan Pangan Nasional. Dan walaupun musim kemarau lumayan panjang dan El Nino, hasil pertanian khususnya padi di Purworejo masih cukup melimpah,&#8221; terangnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk wilayah- wilayah yang sudah terbiasa menanam padi 3 kali dalam satu tahun, paparnya, mereka tidak terpengaruh terhadap cuaca, karena memang sudah menjadi kebiasaan. Sehingga para petani yang terbiasa 3 kali MT (Musim Tanam), maka mereka juga akan panen 3 kali. <\/p>\n\n\n\n<p>&#8221; Saat ini kita juga mendorong untuk menggunakan sumur pompa, bantuan dari pusat untuk irigasi perpompaan. Inshaa Allah dengan sistem irigasi perpompaan, tahun depan akan lebih banyak lagi petani yang melakukan Musim Tanam sebanyak 3 kali dalam setahun. Dan dengan dukungan irigasi perpompaan ini, diharapkan walaupun musim kemarau nantinya petani akan tetap mendapatkan pasokan air untuk areal persawahan mereka,&#8221; ucap Bagas Adi dengan nada berapi- api.<\/p>\n\n\n\n<p>Solusi yang diupayakan saat menghadapi musim kemarau, tambahnya, <strong><em>pertama<\/em><\/strong>, kalau masih ada air sungai yang bisa diambil, maka disedot untuk mengairi areal persawahan. Kemudian solusi yang <strong><em>kedua<\/em><\/strong> adalah, menggunakan sumur bor atau irigasi perpompaan seperti yang dilakukan di Desa Kertosono- Banyuurip. Kemarin di Desa Kertosono ada bantuan sumur bor dari Muda Ganesha (Alumni SMA Negeri 1 Purworejo) dan Pasca Sarjana UGM (Universitas Gajah Mada) Yogyakarta. Sumur bor tersebut bisa digunakan untuk rumah tangga maupun areal persawahan.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8221; Harapan dan saran saya kepada para petani di Purworejo : <strong><em>pertama<\/em><\/strong>, para petani bisa mencermati cuaca sehingga bisa mengelola pertaniannya dengan baik. Kemudian <strong><em>kedua<\/em><\/strong>, pertimbangkan secara matang jenis tanaman yang akan ditanam dengan memperhatikan kondisi iklim. <strong><em>Ketiga<\/em><\/strong>, harus dicermati persoalan waktu menanam, karena pengelolaan tanaman itu sangat berhubungan dengan iklim. Dan <strong><em>keempat<\/em><\/strong> adalah pandai- pandailah para petani dalam manajemen waktu dan memanaj pertaniannya, sehingga hasil panen tetap maksimal,&#8221; pungkas Bagas Adi Karyanto di penghujung wawancara dengan Media Online seputarnusantara.com (<strong>Aziz<\/strong>)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Keterangan foto : Bagas Adi Karyanto, S.Sos., M.M., Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-80632","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-headline"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/80632","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=80632"}],"version-history":[{"count":15,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/80632\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":80662,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/80632\/revisions\/80662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=80632"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=80632"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=80632"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}