{"id":80684,"date":"2026-10-16T18:41:46","date_gmt":"2026-10-16T11:41:46","guid":{"rendered":"https:\/\/seputarnusantara.com\/?p=80684"},"modified":"2026-10-16T18:46:42","modified_gmt":"2026-10-16T11:46:42","slug":"kpk-tetapkan-adik-eks-kepala-bnpb-tersangka-main-proyek-dana-bencana","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seputarnusantara.com\/?p=80684","title":{"rendered":"KPK Tetapkan Adik Eks Kepala BNPB Tersangka Main Proyek Dana Bencana"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Jakarta. Seputar Nusantara<\/strong>. KPK menetapkan Tenaga Ahli sekaligus adik mantan Kepala BNPB Suharyanto, Bima Setiawan, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi Dana Siap Pakai (DSP) bencana BNPB. <\/p>\n\n\n\n<p>KPK menyebutkan Bima diduga ikut dalam pengadaan yang dilakukan BNPB.<\/p>\n\n\n\n<p>Plt Direktur Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Achmad Taufik Husein mengatakan dana siap pakai atau DSP merupakan dana yang dicadangkan pemerintah untuk digunakan saat keadaan darurat bencana. <\/p>\n\n\n\n<p>Dia mengatakan pencairan DSP bersifat fleksibel, namun harus memenuhi salah satu dari empat syarat.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8221; Pertama itu adanya penetapan status keadaan darurat, ini kriteria pertama ketika DSP akan dicairkan,&#8221; ujar Taufik dalam konferensi pers di gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat (16\/10\/2026). <\/p>\n\n\n\n<p>Kedua, adanya penetapan Status Keadaan Tertentu. <\/p>\n\n\n\n<p>Ketiga, adanya pertimbangan risiko bencana berdampak yang ditetapkan oleh Kepala BNPB<\/p>\n\n\n\n<p>Dan keempat adanya kebutuhan bantuan kemanusiaan ke luar negeri.<\/p>\n\n\n\n<p>Dia mengatakan DSP ini telah digunakan untuk penanganan sejumlah bencana di Tanah Air. <\/p>\n\n\n\n<p>Antara lain penanggulangan Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan dan Papua, gempa besar di Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga penanganan banjir di Aceh dan Sumatera.(dtc\/Aziz)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta. Seputar Nusantara. KPK menetapkan Tenaga Ahli sekaligus adik mantan Kepala BNPB Suharyanto, Bima Setiawan, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-80684","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-politik"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/80684","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=80684"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/80684\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":80687,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/80684\/revisions\/80687"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=80684"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=80684"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=80684"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}