Aria Bima : UU Perdagangan Untuk Penguatan Perekonomian Nasional

Aria Bima, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan
Jakarta. Seputar Nusantara. Rapat Paripurna DPR RI, pada Selasa 11 Februari 2014, menyetujui dan mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perdagangan disahkan menjadi Undang- Undang. Sebelumnya, RUU usulan Pemerintah ini telah melalui pembahasan di Komisi VI DPR RI bersama Kementerian Perdagangan dan rampung pada Rabu 29 Januari 2014.
Menurut Aria Bima, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, bahwa pengesahan Undang- Undang Perdagangan ini merupakan lompatan kemajuan baru bagi bangsa Indonesia. Akhirnya, setelah menunggu selama 80 tahun, sekarang kita mempunyai Undang- Undang Perdagangan sendiri. Aria Bima menambahkan bahwa, UU Perdagangan ini diharapkan bisa melindungi dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi rakyat Indonesia.
Semenjak meraih Kemerdekaan pada 1945, Indonesia belum punya Undang- Undang yang mengatur Perdagangan secara menyeluruh. Selama ini, aturan Perdagangan Indonesia mengadopsi pada hukum kolonial Belanda yang ada sejak tahun 1934. UU Perdagangan ini akan menyelaraskan seluruh Undang- Undang parsial yang ada dalam sektor Perdagangan.
” Jadi UU Perdagangan ini akan memayungi persoalan Perdagangan Nasional kita, baik yang menyangkut kebijakan perdagangan dalam negeri maupun luar negeri. Yang mana dalam UU Perdagangan ini dari 2 kebijakan itu secara jelas dan tegas bahwa, kebijakan tersebut disusun untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. Ini terkait juga dengan peningkatan produksi dalam negeri. Maka, bagaimana agar UU Perdagangan ini mampu memberikan ruang atau payung untuk meningkatkan kesempatan usaha dan peningkatan lapangan kerja,” ungkap Aria Bima kepada seputarnusantara.com di Gedung Nusantara 1 DPR RI- Senayan, pada Selasa 11 Februari 2014.
Aria Bima menjelaskan, bahwa salah satu tujuan dibentuknya UU Perdagangan adalah agar volume perdagangan menjadi naik, termasuk ekspor kita akan naik yang didominasi oleh produk- produk dalam negeri, tanpa kita harus anti impor. Maka, untuk menjamin hal tersebut, UU Perdagangan akan menfasilitasi sarana- sarana perdagangan yang mampu meningkatkan produksi dalam negeri, baik itu melalui promosi maupun ekspor produk dalam negeri. UU Perdagangan akan memerintahkan untuk itu, agar Kementerian terkait harus menjadi ujung tombak dalam mempromosikan produk- produk dalam negeri dan memberikan sarana dan fasilitas untuk peningkatan produksi dalam negeri.
” Sedangkan hal yang menyangkut masalah ekspor, kita mengatur dalam UU Perdagnagan agar ekspor kita ini meningkat. Tetapi juga mengatur agar tidak semua produk bisa di ekspor, karena mungkin produk tersebut lebih diperlukan di dalam negeri. Yang tentunya akan memperkuat daya saing dalam negeri. Yang menyangkut perdagangan luar negeri, bahwa perekonomian ini disusun berarti kan diatur, termasuk dalam hal ekspor, ekspor dalam rangka perluasan akses pasar, kemudian penyikapan di era globalisasi ini dengan berbagai hal yang menyangkut standar yang kompetitif baik di dalam negeri maupun luar negeri,” tegas Aria Bima, Politisi PDI Perjuangan ini.
Lebih lanjut Aria Bima menerangkan bahwa, mengenai masalah yang terkait dengan impor, barang- barang yang diimpor harus diberi suatu ketentuan yang jelas dan dapat memberikan perlindungan terhadap produk dalam negeri, termasuk komoditas yang penting. Jadi impor ada ketentuannya, tidak semua produk bisa diimpor, terutama komoditas yang pokok dan komoditas penting lainnya. Kalau kita melakukan impor, itu masih dalam kaitan memberikan nilai tambah dan dalam rangka memenuhi kebutuhan nasional. Dan yang terpenting adalah impor tidak akan mematikan produk nasional kita, seperti bahan baku. Impor barang hanya bisa dilakukan oleh importir yang resmi dan yang bertanggung jawab.
” Importir harus memiliki izin dan perusahaan yang resmi dan harus bertanggung- jawab terhadap barang yang diimpor. Importir tidak bisa mendatangkan barang yang tidak sesuai dengan perizinan dari pihak yang berwenang, ini akan diatur lebih lanjut dalam Peraturan Menteri,” tegas Aria Bima, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi VI DPR RI ini.
Mengenai Komite Perdagangan Nasional, menurut Aria Bima, bahwa masalah perdagangan dalam maupun luar negeri itu sangat kompleks, jadi Komite ini diharapkan dapat benar- benar memberikan dukungan terhadap pencapaian tujuan perdagangan. Kegiatan perdagangan tidak boleh melenceng dan tidak boleh hanya bersifat transaksional saja, sehingga Komite Perdagangan Nasional dimaksudkan untuk memberikan masukan kepada penentu kebijakan. Jadi Komite tidak bisa mengambil kebijakan Perdagangan, hanya memberikan masukan terhadap regulasi perdagangan.
” Karena variabel dan indikator perdagangan begitu kompleks, yang harus diputuskan oleh lintas Kementerian/ Lembaga. Selain memberikan masukan, Komite juga bisa memberikan pertimbangan- pertimbangan dari aspek pembiayaan, misalnya. Juga memberikan pertimbangan terkait persoalan anti dumping, juga memberikan tindakan pengamanan perdagangan nasional kita. Karena sekarang ini banyak sekali produk selundupan dari luar negeri, ini akan mampu diatasi oleh lintas Kementerian/Lembaga. Maka Komite inilah yang harus berpikir secara komprehensif dengan mengambil informasi menyeluruh. Jadi intinya adalah Komite membantu Pemerintah dalam melakukan fungsi pengawasan perdagangan dalam dan luar negeri. Sekarang ini sosialisasi perdagangan harus lebih atraktif dan ekspansif, sehingga aturan- atuannya dimengerti oleh seluruh elemen yang berkepentingan,” tegas Aria Bima.
Menurutnya, mengenai Perjanjian Perdagangan Internasioanl harus mendapat persetujuan dari DPR RI, memang secara proses dilakukan oleh pemerintah, tetapi pada saat diberlakukan harus mendapatkan persetujuan DPR. Jadi , setelah perjanjian perdagangan internasioanl dibuat oleh pemerintah, maka sesegera mungkin diserahkan ke DPR untuk dikaji, dilihat sejauhmana perjanjian perdagangan internasional ini berdampak luas seperti yang termaktub dalam Pasal 11 UUD 1945. Karena pertama, menyangkut Keuangan Negara, dan kedua, dalam perjanjian perdagangan internasional itu berdampak pada hal yang memerlukan terbitnya Undang- Undang. Kajian inilah yang akan disampaikan ke pemerintah apakah perjanjian tersebut layak atau tidak. Kalau perjanjian perdagangan internasional itu layak, maka akan dibahas dalam Paripurna DPR.
” Jadi, perlu tidaknya perjanjian perdagangan internasional tersebut, DPR akan mengkaji dahulu. Kalau perjanjian tersebut memang berdampak luas, maka harus mendapat persetujuan DPR, tetapi kalau tidak berdampak luas maka bisa melalui Keppres. Namun suatu hal yang penting dalam UU Perdagangan ini adalah DPR bisa membatalkan perjanjian internasional apabila memang perjanjian itu bisa merugikan kepentingan nasional kita,” pungkas Aria Bima di penghujung wawancara. (Aziz)
BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.
Tulisan dengan Kategori Headline
- Laporan Keuangan PT. Telkom (Persero) Semester I 2026 : Akselerasi Transformasi TLKM 30 : Pendapatan, EBITDA, dan Laba Bersih Normalisasi Telkom Tumbuh Kuat di Paruh Pertama 2026. Pendapatan Konsolidasi Meningkat 3,9% YoY, EBITDA Naik 3,8% YoY, Sementara Laba Bersih Normalisasi Tumbuh 6,2% YoY
- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo- Jawa Tengah Gelar Forum Rencana Kerja Perubahan Tahun 2026 dan Forum Rencana Kerja Tahun 2027 Untuk Memperkuat Sinergi Perencanaan Pembangunan Pendidikan dan Kebudayaan
- Komitmen Membangun Talenta Berkelanjutan Antar Telkom Raih Lestari Award 2026. Program People Development Plan Telkom Membangun Ekosistem Pengembangan Talenta Untuk Melahirkan Future-Ready Digital Leaders
- PT. Telkom (Persero) Gelar Forum Kolaborasi Nasional Untuk Memperkuat Kesiapan Post-Quantum Cryptography. Dorong Implementasi PQC di Indonesia Melalui Sinergi Pemerintah, Industri, Akademisi, dan Lembaga Strategis
- Kejaksaan Negeri dan DPRD Kabupaten Purworejo Digeruduk Pendemo Tuntut Penuntasan Kasus Korupsi Mini Zoo Yang Rugikan Uang Negara Rp 6,5 Miliar
- Perkuat Peran Penggiat Budaya di Masa Transformasi, PT. Telkom (Persero) Kembali Gelar Culture Festival TelkomGroup 2026. Bangun Ketangguhan Organisasi Melalui Budaya Yang Adaptif dan Relevan di Tengah Perubahan
- TelkomGroup, Nongsa Digital Park, dan BW Digital Perkuat Gerbang Digital Indonesia Melalui Sistem Kabel Laut NCC. Kolaborasi Strategis Untuk Memperkuat Posisi Batam Sebagai Hub Digital Yang Menghubungkan Indonesia-Singapura ke Pasar Global
- Lomba Burung Berkicau di Purworejo yang Memperebutkan Bupati Cup Digelar Sangat Meriah, Peserta dari Berbagai Kabupaten turut Meriahkan Lomba Para Pecinta Burung tersebut
- Lewat AIcosystem, Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional di InnoVibes 2026. Sinergi Lintas Sektor dan Inovasi Berkelanjutan Menjadi Fondasi Percepatan AI Sovereignty di Indonesia
- Pembangunan 2 Gedung Pemerintahan oleh Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) Kabupaten Purworejo- Jawa Tengah Harus Tepat Waktu, Tepat Mutu dan Tepat Manfaat
- Telkom CorpU Dorong Transformasi Talenta Melalui Forum CorpU Association Insight. Forum Kolaborasi Lintas Organisasi Untuk Memperkuat Ekosistem Pengembangan Talenta Melalui Pembelajaran Adaptif dan Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI)
- Sekretaris DPRD Kabupaten Purworejo Tegaskan Bahwa Rancangan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Kabupaten Purworejo Tahun Anggaran 2027 Sesuai Dengan Ketentuan Peraturan Pemerintah dan Akan Selesai Tepat Waktu
- Kantor Pemadam Kebakaran Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah Telah Selamatkan 29 Rumah dan Industri Yang Terbakar Selama 1 Semester Tahun 2026. Penyelamatan Non Kebakaran Juga Intensif Dilaksanakan Untuk Membantu Masyarakat Yang Membutuhkan
- PT. Telkom (Persero) Perkuat Ekosistem Talenta Digital dan Inovasi Global Melalui Kolaborasi Telkom University–National University of Singapore. Langkah Strategis Dalam Membangun Pipeline Talenta Digital Berkelas Dunia Melalui Kolaborasi Pendidikan, Riset, dan Inovasi Lintas Negara
- 61 Tahun Telkom Indonesia, Gelorakan Semangat Transformasi Digital Nasional. Semarak Puncak Perayaan HUT Telkom, Hadirkan Gerakan Digital Bagi UMKM Hingga Kompetisi AI Untuk Kreator Lokal
- PT. Telkom (Persero) Tuntaskan Streamlining 10 Entitas, Percepat Transformasi Menuju Strategic Holding. Bagian dari Langkah Akselerasi Eksekusi Strategi TLKM 30 Untuk Membangun Struktur Organisasi yang Lebih Ramping, Efisien, dan Bernilai Tinggi
- Telkom Perkuat Transformasi Digital UMKM di Wilayah 3T Melalui Program Rural Youth AI Facilitator. Dengan Memberdayakan Talenta Muda Lokal, Program TJSL Telkom Mendorong Literasi Digital UMKM di Papua Barat Daya
- Telkom Akses Tingkatkan Kompetensi SDM Digital di Wilayah 3T Melalui Program CSR Fiber Academy. Perkuat Pendidikan Vokasi Melalui Fasilitas Laboratorium Fiber Optik dan Sertifikasi Kompetensi Bagi Guru SMK
- 6 Tahun Innovillage, Telkom Cetak Ribuan Inovator Muda dari 22 Provinsi. Lebih dari 10.664 Talenta Digital Muda Berpartisipasi Ciptakan Inovasi Sosial dan Teknologi Berkelanjutan
- Hadirkan Explorise Q2 2026, MDI Ventures Milik PT. Telkom (Persero) Akselerasi Kolaborasi Startup dan Enterprise Untuk Ciptakan Sinergi Bisnis Lintas Sektor. Ajang Business Matchmaking Sebagai Upaya Perluas Akses Startup Terhadap Pelanggan, Mitra Strategis, dan Peluang Pertumbuhan Bisnis