Ir. Soepriyatno : Rakyat Tidak Melakukan Revolusi Karena Demam Batu Akik

Ir. H. Soepriyatno, Anggota Komisi XI DP RI dari Fraksi Partai Gerindra (Gerakan Indonesia Raya)
Jakarta. Seputar Nusantara. Menteri Keuangan Republik Indonesia Bambang PS Brodjonegoro mengatakan, target pertumbuhan ekonomi Nasional yang tercantum dalam kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal 2016, yakni sebesar 5,8 hingga 6,2%, cukup realistis.
Ekonomi tahun depan akan tumbuh oleh aktivitas ekonomi yang menguat. Bambang menuturkan, perekonomian global pada tahun depan diproyeksikan membaik, sehingga bisa membantu kinerja ekonomi Nasional. Pertumbuhan ekonomi 2016 akan banyak tergantung pada aktivitas ekonomi domestik, berupa konsumsi rumah tangga dan investasi yang meningkat.
Sedangkan menurut Ir. H. Soepriyatno, Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra (Gerakan Indonesia Raya), bahwa target pertumbuhan ekonomi pada tahun 2016 yang telah dicanangkan oleh pemerintah terlalu tinggi.
” Suatu target itu bisa dilihat dari evaluasi tahun sebelumnya. Nah, kalau pemerintah mentargetkan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2016, maka harus dilihat kondisi perekonomian pada tahun 2014 dan 2015 ini. Pertama, kita lihat situasi ekonomi Nasional yang sedang goyang. Kedua, nilai dollar Amerika Serikat yang melambung tinggi, sekarang saja 1 dollar AS sudah mencapai Rp 13.475,- Padahal menjelang puasa Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri, harga kebutuhan pokok naik tajam,” ungkap Soepriyatno kepada seputarnusantara.com di Gedung Nusantara 1 DPR RI- Senayan, pada Senin 15 Juni 2015.
Menurut Soepriyatno, kalau nilai dollar bertahan di kisaran Rp 14.000,- saja menjelang puasa dan Idul Fitri, maka dipastikan situasi perekonomian akan semakin gawat dan akan banyak pengusaha yang rontok. Apalagi, lanjutnya, sekarang ini para pengusaha harus menyiapkan uang THR (tunjangan hari raya) bagi para pekerjanya.
” Nilai ekspor- ekspor kita banyak yang turun. Batubara, minyak, CPO, harga timah semua menurun, ini kacau. Ini yang menyebabkan banyak perusahaan yang mengalami kerugian, apalagi ditambah dengan kenaikan harga BBM (bahan bakar minyak),” terang Politisi Partai Gerindra ini.
Dengan harga BBM naik, tegasnya, maka semua harga kebutuhan pokok juga mengalami kenaikan. Kalau harga kebutuhan pokok sudah naik, untuk turun lagi agak berat. Apalagi memasuki bulan puasa Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri, kenaikan harga barang sudah tidak bisa terbendung lagi.
” Untuk itulah, pemerintah harus melihat kondisi perekonomian Nasional yang sedang goyah. Untuk mendapatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,8-6,2% di tahun 2016 itu sangat berat. Pertumbuhan ekonomi 2016 menurut saya, maksimal hanya bisa 5,5%, itu kalau kondisinya membaik. Tetapi, untuk kondisi sekarang ini, pertumbuhan ekonomi yang realistis hanya 5,2%,” ucap Soepriyatno.
Untuk itu, pemerintah harus segera menstabilkan kondisi yang terjadi sekarang ini. Karena sangat berhubungan antara kondisi politik Nasional, ekonomi, dan pemerataan keadilan sosial. Kondisi politik Nasional yang sedang gonjang ganjing sangat memperngaruhi perekonomian. Perekonomian yang sedang kacau ini juga mempengaruhi pemerataan keadilan sosial.
” Rakyat tidak melakukan Revolusi karena ada batu akik saja. Kalau gak ada demam batu akik, mungkin rakyat sudah melakukan Revolusi. Nah, karena teralihkan oleh demam batu akik, maka rakyat tidak melakukan Revolusi,” tegas Politisi Partai Gerindra yang dekat dengan Prabowo ini.
Kondisi daya beli rakyat lemah, itu karena faktor perekonomian yang sedang kacau, harga- harga mahal. Barang- barang merangkak naik, tetapi penghasilan tetap, kemudian perusahaan banyak yang mengalami kebangkrutan karena nilai jual turun, sedangkan biaya produksi dan distribusi mengalami kenaikan.
” Ditambah lagi, perusahaan harus membayar THR dan membayar dengan dollar yang tinggi, ini yang menyebabkan situasi semakin kacau. Imbas kenaikan harga BBM saja sampai sekarang masih terasa. Apalagi ditambah dengan menjelang puasa dan Idul Fitri, maka harga- harga barang semakin melambung tinggi,” ungkapnya.
Itu baru situasi ekonomi. Belum lagi situasi politik, kalau sampai nanti Partai Golkar dan PPP tidak bisa ikut Pilkada serentak, maka akan semakin kacau situasi perpolitikan Nasional. Dunia perpolitikan akan goyang kedepannya. Kalau perpolitikan dan ekonomi goyang, maka akan berimbas pada stabilitas keamanan.
” Oleh karena itu, pemerintah harus segera bersikap dan bisa memprediksi situasi dan kondisi pada tahun yang akan datang. Kalau pemerintah sudah bisa memprediksi, maka akan bisa memberikan solusi dengan cepat. Jadi, pemerintah jangan mengarang masalah pertumbuhan ekonomi ini,” imbuh Politisi Partai Gerindra ini.
” Zaman Pak Harto dulu, ada tiga komponen yang diprioritaskan, yakni stabilitas politik keamanan, pertumbuhan ekonomi dan pemerataan keadilan sosial. Pertumbuhan ekonomi sangat penting, karena bisa menambah lapangan kerja yang pada akhirnya akan memberikan pemerataan kesejahteraan. Keadilan sosial juga penting, karena itu akan menopang persatuan dan kesatuan Nasional. Sedangkan stabilitas politik keamanan merupakan komponen dasar untuk pembangunan,” pungkas Soepriyatno di penghujung wawancara. (Aziz)
BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.
Tulisan dengan Kategori Headline
- Dinas Perkimtan Kabupaten Purworejo Menyelenggarakan Rapat Koordinasi Dilanjutkan Verifikasi Usulan Penyelesaian Penguasaan Tanah Dalam Rangka Penataan Kawasan Hutan (PPTPKH) di Wilayah Kabupaten Purworejo
- Sustainability Report 2025 : TelkomGroup Perkuat Transformasi Bisnis dan Komitmen ESG Untuk Pertumbuhan Berkelanjutan. Implementasi 3 Pilar ESG : Save Our Planet, Empower Our People, dan Elevate Our Business Jadi Bagian Integral dari Agenda Transformasi TelkomGroup Dalam Memperkuat Daya Saing, Menciptakan Nilai Jangka Panjang, serta Hadirkan Dampak Berkelanjutan bagi Lingkungan, Masyarakat, dan Bisnis
- Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Dinas LHP Kabupaten Purworejo Selenggarakan Berbagai Kegiatan Untuk Perbaiki Iklim dan Wujudkan Gerakan Nasional Indonesia ASRI
- Gelar RUPST Tahun Buku 2025, PT. Telkom (Persero) Bagikan Dividen Rp 21,9 Triliun. Restui Program Buyback, Rencana Strategis, dan Penyegaran Pengurus Perseroan, Sebagai Bukti Akselerasi Transformasi Digital dan Perluasan Kontribusi Bagi Bangsa
- Proses Tender Pembangunan 2 Gedung Pemerintahan di Kabupaten Purworejo Berada di Pengadaan Barang dan Jasa, Akhir Juni 2026 Diharapkan Sudah Ada Pemenang Tender dan Segera Bisa Dimulai Pembangunannya
- Telkom Dukung Literasi Keterbukaan Informasi Publik Melalui Edukasi Bersama Komisi Informasi Pusat di SMK Telkom Purwokerto. Melalui Edukasi di SMK Telkom Purwokerto, Telkom Mendukung Penguatan Literasi Informasi dan Literasi Digital Untuk Membangun Generasi Muda Yang Inklusif dan Berdaya Saing
- Telkom Pertemukan Regulator hingga Pelaku Industri, Bangun Cetak Biru Kedaulatan Digital. Regulator, BUMN Strategis, Pelanggan Enterprise, dan Global Technology Partners Berkolaborasi Merumuskan Blueprint Cloud, AI, dan Keamanan Siber Sebagai Fondasi Kedaulatan Digital Indonesia
- Data Center Terisi Penuh Sebelum Beroperasi, PT. Telkom Percepat Ekspansi Kapasitas NeutraDC di Batam. NeutraDC Nxera Batam Siapkan Pengembangan Gedung Kedua (BTM-2) Untuk Menjawab Permintaan Kawasan SIJORI
- Luncurkan AIcosystem, PT. Telkom (Persero) Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri. Menyatukan Kapabilitas AI TelkomGroup Dalam Ekosistem Terintegrasi Untuk Menghadirkan Solusi AI Yang Berdaulat, Berdampak, dan Berkelanjutan
- Polres Purworejo- Jawa Tengah Akan Gelar Operasi Patuh Candi 2026 Untuk Tegakkan Disiplin Dalam Berlalu Lintas dan Keselamatan Pengendara
- TelkomMetra Mantapkan Langkah Penataan Portofolio Bisnis, AdMedika Group Siap Ekspansi Dibawah Fullerton Health. Inisiatif Strategis ini Sejalan dengan Arahan Streamlining Danantara Indonesia kepada TelkomGroup Untuk Memperkuat Struktur dan Mempertajam Fokus Bisnis
- Laporan Keuangan Telkom Kuartal I 2026 : Awali Tahun 2026 dengan Kinerja Solid, Telkom Buktikan Komitmen Disiplin Operasional dan Eksekusi Transformasi
- Rayakan Idul Adha, Rutan Kelas IIB Purworejo- Jawa Tengah Selenggarakan Shalat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban Untuk Tanamkan Nilai- Nilai Spiritual dan Sosial
- Telkom Akses Raih Penghargaan IRCA 2026 atas Komitmen Tata Kelola dan Kepatuhan Regulasi. Penguatan Budaya Kerja dan Sistem Tata Kelola Yang Terintegrasi Menjadi Fondasi Operasional Adaptif dan Berkelanjutan
- Didukung Danantara, PaDi UMKM Milik Telkom Perkuat Ekosistem Pengadaan Digital BUMN dan UMKM. Melalui PaDi Business Forum & Showcase 2026, PaDi UMKM Menghadirkan Transformasi Pengadaan Berbasis Digital Untuk Mendorong Pertumbuhan Bisnis Nasional Yang Inklusif dan Berkelanjutan
- Wujudkan Semangat Berbagi di Hari Raya Idul Adha, TelkomGroup Salurkan 910 Hewan Kurban untuk Masyarakat. Sinergi TelkomGroup Hadirkan Kebahagiaan Idula Adha Bagi Lebih dari 60 Ribu Masyarakat di Berbagai Daerah Indonesia
- PT. Telkom Perkuat Fondasi Kemandirian Digital Bangsa Melalui Indonesia Tech Sovereignty Forum 2026. Kolaborasi Nasional Melalui Pembentukan AdyaCakra Dorong Penguatan Sovereign Cloud, AI, dan Cybersecurity Indonesia
- Sekretaris DPRD Kabupaten Purworejo Tegaskan Bahwa Dana Pokir DPRD Berdasarkan Aspirasi dan Kebutuhan Masyarakat, Harus Sesuai Regulasi dan Kemampuan Keuangan Daerah
- Dinas Perkimtan Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah Selenggarakan Kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Pelaksanaan Pendataan Rumah Tidak Layak Huni Tahun 2026
- TelkomGroup Bersinar di LinkedIn Talent Awards 2025. TelkomGroup Kembali Mencatatkan Prestasi Melalui Penghargaan Best Employer Brand Yang Diraih Telkom Untuk Kedua Kalinya Secara Berturut-turut serta Penghargaan Learning Champion yang Diraih Telkomsel