Dialog Kenegaraan : Bisakah Kenaikan Harga Jelang Puasa Dikendalikan?

Jakarta. Seputar Nusantara. Kenaikan harga menjelang puasa dan hari raya terjadi di masyarakat. Banyak Pejabat sampai dengan Presiden turun ke pasar-pasar melakukan sidak. Hal itu dilakukan sebagai langkah konkrit, jangan sampai tidak ada ketersediaan pangan dan harga yang tidak terjangkau.
Anang Prihantoro, Senator asal Lampung mengatakan berkenaan dengan kunjungan-kunjungan sidak ke pasar tidak ada hubungannya untuk bisa menurunkan harga karena pasar punya cara dan tabiat sendiri. “Karena pasar mempunyai mekanisme tabiat sendiri jadi harga-harga sulit dikendalikan,” kata Anang dalam dalam Dialog Kenegaraan di Coffee Corner DPD RI, Rabu (17/06/2015).
Dialog kenegaraan bertema “Bisakah Kenaikan Harga Jelang Puasa dan Hari Raya Dikendalikan” menghadirkan Anang Prihantoro (Anggota Komite II DPD RI, Senator asal Lampung) sebagai pembicara, dan hadir pula Tulus Abadi (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia/YLKI), dan Achmad Yakub (Anggota Pokjasus Dewan Ketahanan Pangan).
Anang Prihantoro mendukung pemerintah mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 71 Tahun 2015 tentang Penetapan dan Penyimpanan Harga Kebutuhan Pokok dan Barang Penting tersebut untuk mengendalikan harga kebutuhan pokok sehingga harga-harga bisa dikendalikan. Anang menilai hal itu tidak lantas membuat sejumlah harga bahan pokok yang telah merangkak naik langsung kembali turun. “Kembali dipertanyakan keluarnya Perpres tersebut efektifkah?”
Kepanikan yang terjadi di masyarakat hampir setiap menjelang ramadhan dan lebaran. Untuk mengatasi hal itu, Senator asal lampung menyarankan agar diangkat diversifikasi (keanekaragaman) pangan dari daerah-daerah. Sehingga ketergantungan terhadap beras dapat dikendalikan.
“Indonesia mempunyai semboyan Bhinneka Tunggal Ika, diharapkan tidak hanya ragam seni dan budaya saja tetapi juga Bhinneka Tunggal Ika dalam bidang pangan, kedepan Indonesia bebas ketergantungan dengan beras,” tukas Anang.
Harga turun tergantung demand (permintaan). Persoalannya berapa rasional kenaikan permintaan akan barang-barang pangan, bila kenaikan >5% maka Pemerintah harus menelaah dan pelajari, demikian ungkap Dr. Tulus Abadi dari YLKI. Pemerintah wajib menstabilitasi harga terhadap kebutuhan pokok. Dan hal itu sudah diatur dalam UU Pangan No 18 Tahun 2012 tentang pangan yang harus dipatuhi dan dilakukan pemerintah tidak ada alasan untuk tidak sanggup.
Di lapangan tidak cukup dengan Perpres tetapi sebenarnya harus dilakukan perubahan regulasi yang mendasar, baik suplay maupun harga. Suplay harus terpenuhi jangan sampai kurang. Saat ini seharusnya pangan difokuskan pada pangan gizi seimbang bukan hanya ketersediaan.
Kita mendesak negara betul-betul hadir dan memberantas keberadaan kartel. Bila negara menyerahkan pada mekanisme pasar sehingga kemungkinan dikuasai kartel maka akan kacau. Kedepan harus diwaspadai krisis pangan dan energi, dalam kontek pangan kita harus punya ‘gigi’ untuk mengembalikan pangan menuju kedaulatan. “Kalau Perpres tidak bisa menyelesaikan inti masalah ini maka tidak akan efektif,” tegas Tulus.
Achmad Yakub mengatakan Pangan Indonesia secara tradisi sudah berkualitas, seperti adat Aceh yang berbagi-bagi daging menjelang ramadhan, tetapi secara ekonomi pangan terintegrasi dengan pangan internasional sehingga pangan Indonesia menurun kualitasnya. Adanya UU Pangan maka paradigma tentang pangan sudah berubah. Pemerintah dapat lebih fokus terkait pemenuhan bahan pangan. Dia mengimbau agar Pemerintah mampu memprediksi kebutuhan menjelang hari-hari besar, karena dapat dipastikan peningkatan kebutuhan pasti terjadi. (dpd.go.id/Aziz)
BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.
Tulisan dengan Kategori Headline
- Telkom Akses Kerahkan Lebih Dari 20 Ribu Teknisi Untuk Jaga Kualitas Jaringan Jelang Hari Raya Idul Fitri. Posko Terintegrasi, Kesiapan Logistik, dan Penguatan Koordinasi Operasional Dilakukan Untuk Memastikan Layanan Telekomunikasi Tetap Prima
- Mudik Nyaman Bersama BUMN dan Danantara Tahun 2026 : TelkomGroup Melepas Ribuan Pemudik Rayakan Lebaran di Kampung Halaman. Dukung Kelancaran Mobilitas Melalui 27 Bus Ramah Lingkungan dan 3 Kapal Laut serta Pastikan Keandalan Jaringan Selama Periode Idul Fitri
- Rutan Kelas IIB Purworejo- Provinsi Jawa Tengah Mengusulkan Sebanyak 123 Narapidana Terima Remisi Hari Raya Idul Fitri 1447 H/ 2026 M
- Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Desa Kauman, Heru Tjahjono Soroti Pentingnya Ketahanan Sosial di Bidang Kesehatan dan Ketenagakerjaan
- Telkom Bangun Masa Depan Ekonomi Inklusif Lewat Pendampingan dan Pemberdayaan Perempuan Penggerak UMKM. Program Pembinaan Telkom Membuka Peluang Bagi Pelaku Usaha Perempuan Untuk Tumbuh dan Memperluas Pasar di Era Digital
- TelkomGroup dan Huawei Teken MoU Strategis Untuk Memperkuat Infrastruktur Digital dan Ekosistem Data Center. Bersama NeutraDC, Kolaborasi ini Membuka Peluang Pengembangan Ekosistem Data Center, Cloud, serta Penguatan Kapabilitas Teknologi dan Talenta Digital
- Sosialisasi Empat Pilar MPR di Tulungagung, DR. Heru Tjahjono Tekankan Pentingnya Ketahanan Sosial di Bidang Kesehatan dan Ketenagakerjaan
- Kolaborasi TelkomGroup dan Komdigi Jaga Keandalan Layanan dan Infrastruktur Jaringan Nasional Jelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Tingkatkan Kapasitas Jaringan hingga 60,7 Tbps dan Operasikan Posko SIAGA RAFI dengan Dukungan Sebanyak 13.700 Personel
- TelkomGroup Gandeng F5 Hadirkan Solusi AI-Secure Connectivity Melalui Data Center Untuk Ekosistem Digital Indonesia. Integrasikan Kapabilitas Data Center dan Security Berbasis AI Guna Menghadirkan Managed Services Yang Andal Untuk Mendukung Transformasi Digital
- Satu Tahun Danantara Indonesia : Memperkuat Fondasi Untuk Masa Depan Generasi Indonesia. Transformasi TelkomGroup Untuk Terus Meningkatkan Nilai, dari Penguatan Tata Kelola hingga Kontribusi Nyata Bagi Masyarakat
- PDAM Tirta Perwitasari Purworejo Selenggarakan Acara Buka Puasa Bersama dan Ramah Tamah dengan Awak Media dan LSM se- Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah
- Fokus Eksekusi Strategi TLKM 30, Telkom Dorong Penguatan Fundamental dan Tata Kelola Perusahaan. Peningkatan Disiplin Operasional, Penataan Portofolio, dan Pembentukan Strategic Holding Menjadi Fondasi Untuk Menciptakan Valuasi Bisnis Yang Lebih Tinggi
- TelkomMetra Lakukan Penataan Portofolio Bisnis, AdMedika Group Siap Masuki Fase Pertumbuhan Baru ke Kancah Regional dibawah Fullerton Health. Langkah Divestasi Strategis Guna Memperkuat Fundamental TelkomGroup Sebagai Holding Utama dan Fokus Pada Core Business Telekomunikasi dan Digital
- PT. Telkom (Persero) Gelar GoZero% Innovation Festival, Dorong Solusi Nyata Pengelolaan Limbah. Wadah inovasi ESG Karyawan di Seluruh Telkom Regional Untuk Menghadirkan Solusi Yang Aplikatif dan Berkelanjutan
- Menapak 4 Tahun, NeutraDC Kokohkan Fondasi Digital Ecosystem Hub. Memperluas Kapasitas Infrastruktur AI-Ready dan Konektivitas Regional Untuk Mendukung Posisi Indonesia Dalam Ekosistem Digital Asia Pasifik
- CEO TelkomGroup Tinjau Kesiapan Infrastruktur dan Layanan Digital Jelang Hari Raya Idul Fitri. Rangkaian Kegiatan TelkomGroup Siaga RAFI 2026 Turut Salurkan Bantuan Sosial Senilai Rp 2 Miliar
- Telkomgroup Melalui Mitratel dan AALTO Melanjutkan Kolaborasi Strategis Dalam Pengembangan Stratospace dan Infrastruktur Telekomunikasi di Indonesia. Eksplorasi Konektivitas non-Terestrial Untuk Memperluas Jangkauan dan Meningkatkan Keandalan Jaringan Nasional
- Mudik Gratis Idul Fitri Tahun 2026 : Telkom Mulai Buka Pendaftaran, Siapkan 27 Bus dan 3 Rute Kapal Laut Untuk Pemudik. Pendaftaran Dibuka Tanggal 3 Maret 2026 melalui laman resmi https://mudik2026.telkomgroup.id/
- Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah Menekankan Agar Masyarakat Hati- hati dan Waspada terhadap Potensi Terjadinya Kebakaran
- Finnet Milik PT. Telkom (Persero) dan KP2MI Perkuat Sinergi Digitalisasi Layanan Bagi Pekerja Migran Indonesia. Kolaborasi Strategis Perluas Inklusi Keuangan dan Perkuat Ekosistem Pembayaran Digital Nasional