Ali Umri : Putihkan Kasus Korupsi Dahulu, Setelah Itu Hukum Seberat- Beratnya

H. M. Ali Umri, SH., M.Kn., Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai NasDem
Jakarta. Seputar Nusantara. Melihat semua langkah dan hasil upaya pemberantasan korupsi selama Era Reformasi, rasanya kita menjadi pesimistis untuk bisa mengatasi korupsi di Indonesia.
Padahal, kita melakukan reformasi, utamanya, untuk memberantas korupsi agar negara ini bisa berjalan baik. Sekarang korupsi terasa semakin menggunung dan kita mati langkah untuk memeranginya.
Mungkin ada baiknya kita segera memilih langkah dan strategi baru memerangi korupsi, yakni memutuskan hubungan dengan korupsi-korupsi masa lalu. Sebab, sulitnya menangani kasus-kasus korupsi saat ini karena kita tersandera masa lalu.
Setiap kita akan bersikap tegas terhadap korupsi, selalu saja muncul hadangan karena yang harus ditindak dan yang harus menindak seringkali sama-sama terlibat korupsi di masa lalu. Ini terjadi karena pada masa lalu korupsi sudah sistemik sehingga penggawa yang tidak ikut korupsi tak bisa survive.
Akibat hadangan yang seperti itu, maka—selain korupsi-korupsi lama tak terselesaikan—semakin hari selalu muncul korupsi baru yang jumlah ataupun caranya begitu fantastis. Sementara saling kunci dan saling sandera terus berlangsung sehingga penanganan korupsi semakin tak memberi arah yang jelas. Masa transisi untuk institusionalisasi penegakan dan penegak hukum semakin kabur pula.
Oleh sebab itu, jalan terbaik untuk mengatasi situasi ini adalah segera memutus hubungan dengan korupsi masa lalu. Caranya adalah dengan menyelesaikan atau menganggap selesai secara ”luar biasa” kasus-kasus korupsi di masa lalu itu. Setelah itu, sejak titik penyelesaian itu, kita mulai langkah-langkah baru yang lebih tegas.
Menurut H. M. Ali Umri, SH., M.Kn., Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, bahwa memang sebaiknya ada pemutihan bagi masalah korupsi. Sebab, dengan pemutihan tersebut, maka kita akan mulai dari awal lagi dalam pemberantasan korupsi.
” Sebagai contoh, kasus di tahun 2007 atau 2008 kembali diangkat, maka Polisi dan Jaksa yang dulu menangani kasus tersebut, termasuk Polisi dan Jaksa yang mengangkat kasus itu juga harus diperiksa. Mengapa kasus tersebut diangkat kembali, padahal sudah lebih dari 7 tahun, itu menyia- nyiakan saja,” ungkap Ali Umri kepada seputarnusantara.com di Gedung Nusantara 1 DPR- Senayan, pada Senin 21 September 2015.
Selanjutnya Ali Umri memaparkan, bahwa Jaksa dan Polisi yang dahulu tidak menangani, tetapi tiba- tiba mengangkat kasus tersebut juga harus diperiksa, untuk apa mengangkat kasus itu? Katanya anggaran penyidikan tidak ada, tetapi mengapa bisa mengangkat kembali kasus yang sudah lama? Ini yang patut dipertanyakan. Kadang aneh, kasus 2014 tidak disidik dengan alasan tidak ada anggaran, tetapi mengapa bisa menyidik kembali kasus lama di tahun 2007 misalnya.
” Ini patut dipertanyakan ke Polisi dan Jaksa. Polisi dan Jaksa juga harus diperiksa, kalau kita betul- betul ingin negeri ini bersih. Periksa itu harta kekayaan Kapolres dan Kajari, kalau memang pengin benar- benar bersih. Kalau hanya mengandalkan uang gaji, seorang Jaksa atau Polisi tidak bisa membeli mobil. Itu perlu diperiksa, kalau ingin bersih,” tegas Politisi Partai NasDem ini.
Masalah ini selesai, kemudian timbul masalah lain, kalau menurutnya, lebih baik diputihkan semua kasus korupsi, kemudian buat peraturan yang kongkrit dan tegas. Buat semua harga satuan sama di seluruh Indonesia. Setelah diputihkan, buat hukuman yang berat bagi koruptor, kalau perlu hukuman mati.
” Seluruh kasus korupsi dari dahulu sampai sekarang diputihkan terlebih dahulu, kalau ada unsur kerugian negara, kembalikan uangnya 30- 40% ke kas negara. Tapi sekarang ini aneh, 1 orang yang korupsi tapi 10 orang yang kena, padahal 10 orang tersebut tidak bisa mengembalikan uang ke negara. Kalau korupsinya hanya Rp 200 juta, 10 orang tadi, maka negara harus mengeluarkan biaya selama mereka dipenjara 10- 15 tahun, rugi negara,” tegasnya.
” Jadi pakailah pikiran yang jernih supaya negara kita maju. Putihkan dahulu supaya mereka bekerja, jangan sedikit- sedikit periksa dan tangkap. Padahal, Jaksa Agung sudah mengeluarkan surat edaran, bahwa setelah 100% ada audit BPK baru diperiksa. Ini kasus di Semarang, belum ada audit sudah main periksa dan dijadikan tersangka, ini antara suka dan tidak suka, ini tidak boleh. Karena mendzolimi orang itu dosa besar, Tuhan bisa murka. Kalau Tuhan murka terhadap negara kita, maka susahlah kita semua,” pungkas Ali Umri. (Aziz)
BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.
Tulisan dengan Kategori Headline
- TelkomGroup Resmikan Community Gateway Wamena. Tulang Punggung Utama Konektivitas Digital Papua Pegunungan. Melalui Telkomsat, Perkuat Akses Digital Inklusif Melalui Solusi Satelit di Kawasan dengan Tantangan Geografis
- TelkomGroup Resmikan Kabel Laut Pukpuk : Jembatan Digital Pertama Yang Menghubungkan Antara Indonesia– Papua Nugini. Melalui Telin, TelkomGroup Memperkuat Ketahanan Jaringan Papua dan Membuka Koridor Digital Baru Menuju Asia- Pasifik
- Bumi Berseru Fest 2025 : PT. Telkom (Persero) Apresiasi 17 Inovator Lingkungan Terbaik. Diikuti oleh 2.200 Peserta, Telkom Dorong Penguatan Solusi Berbasis Komunitas Melalui Aksi Nyata Mitigasi Pencemaran Lingkungan
- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah Selenggarakan Kegiatan Deklarasi Komitmen Bersama dan Penandatanganan Pakta Integritas serta Sosialisasi Petunjuk Teknis SPMB (Sistem Penerimaan Murid Baru) Tahun Ajaran 2026/ 2027
- Perkuat Kesiapan Asesmen Skala Nasional, 91 Ribu Siswa Ikuti Try Out Digital PIJAR. Kolaborasi PT. Telkom (Persero) dan Dinas Pendidikan Hadirkan Try Out Berbasis Data, Dukung Evaluasi Pembelajaran Yang Lebih Objektif dan Terukur
- Community Gateway Telkomsat Milik Telkom Dorong Percepatan Digital Inklusif di Wilayah 3T. Solusi Satelit Kian Diminati, Telkomsat Akselerasi Ekspansi Layanan Konektivitas di Indonesia Timur
- ITD Summit 2026 : TelkomGroup Buktikan AI Bukan Tren, Tapi Alat Kerja Nyata. Hadirkan Telis dan BigBox AI, Solusi Nyata Teknologi AI Yang Siap Guna Untuk Operasional di Berbagai Sektor
- Perkuat Peran Kartini Digital, PT. Telkom (Persero) Dorong UMKM Perempuan Tembus Pasar Lebih Luas. Dukungan Pelatihan Digital Terintegrasi bagi Lebih dari 73 Ribu UMKM Perempuan, Sertifikasi Halal Untuk 2.250 Usaha, serta Bantuan 500 Ribu Kemasan
- Sobat Indibiz Resmi Diluncurkan, PT. Telkom (Persero) Perluas Peluang Perempuan UKM Naik Kelas di Era Digital. Telkom Hadirkan Ruang Tumbuh Baru Bagi Perempuan Pelaku UKM Melalui Ekosistem Digital Terintegrasi
- TelkomGroup Dukung Menkomdigi, Ciptakan Ruang Digital Aman Bagi Anak Melalui PP Tunas. Yayasan Pendidikan Telkom Persiapkan Talenta Digital Unggul Serta Mendukung Regulasi PP TUNAS Sesuai Amanat Pemerintah
- Telkom Luncurkan Agentic AI by BigBox, Lompatan Baru AI Otonom Untuk Mempercepat Transformasi Industri Nasional. Solusi AI Yang Dirancang Untuk Meningkatkan Efisiensi Operasional dan Daya Saing Lintas Sektor Melalui Orkestrasi Proses Bisnis Cerdas
- Hari Bumi 2026, PT. Telkom (Persero) Mempertegas Langkah Strategis Menuju Masa Depan yang Berkelanjutan. Perkuat Komitmen Keberlanjutan GoZero% Melalui Rencana Percepatan Transformasi Hijau Tahun 2030
- Melalui Kartini BISA Fest, Telkom Dorong Perempuan Tumbuh dan Berdaya dengan Teknologi. Telkom Menghadirkan Rangkaian Pelatihan AI, Sertifikasi UMKM, hingga Edukasi Keamanan Digital
- Rakerda ASDEKSI se- Jawa Tengah sebagai Momentum Untuk Memantapkan Fungsi Sekretariat DPRD sebagai Fasilitator dan Supporting System terhadap Anggota Legislatif
- TelkomGroup Borong Tiga Penghargaan Apresiasi Konektivitas Digital 2026, Pertegas Komitmen Hadirkan Akses Merata di Indonesia. Telkomsel dan Telkomsat sebagai Entitas TelkomGroup Diapresiasi atas Kontribusi Nyata Menjaga Resiliensi Jaringan Nasional hingga Wilayah 3T
- Dari Kesetaraan Menuju Dampak, PT. Telkom Dorong Perempuan Ambil Peran di Garis Depan Kepemimpinan. Momentum Hari Kartini, TelkomGroup Tegaskan Komitmen Berkelanjutan Gender Equality dengan Target Keterwakilan Perempuan 27% di Level Manajerial pada 2030
- TelkomGroup Siapkan Future Leaders Melalui Program Pengembangan Kepemimpinan Strategis FLDP 2026. Sebanyak 27 Talenta Terbaik TelkomGroup Resmi Terpilih Melalui Proses Seleksi Berlapis, Menegaskan Komitmen Dalam Membangun Pipeline Kepemimpinan yang Unggul dan Berkelanjutan hingga ke C-level
- Bidang Cipta Karya dan Bina Konstruksi Dinas PUPR Kabupaten Purworejo- Jawa Tengah Sedang Memproses Tender Pembangunan Dua Gedung Pemerintahan
- Bangun Kesadaran Keamanan Digital, 420 Siswa Mengikuti Program CyberHeroes PT. Telkom (Persero). Perkuat Literasi Digital Pelajar di Lintas Sekolah, Termasuk Siswa Penyandang Disabilitas
- Kolaborasi Telkom dan Media Hadirkan Sinergi Lintas Industri untuk Inovasi AI di Lingkungan KampusSebagai rangkaian program, Universitas Udayana jadi salah satu panggung kolaborasi talenta AI hingga hadirkan implementasi nyata