logo seputarnusantara.com

Rahmad Handoyo : Antar Instansi Harus Sinergi Untuk Pemberantasan Stunting

14 - Nov - 2019 | 15:15 | kategori:Headline
Rahmad Handoyo, S. PI., MM., Anggota Komisi IX DPR RI Periode 2019- 2024 dari Fraksi PDI Perjuangan

Jakarta. Seputar Nusantara. 12 November 2019 diperingati sebagai Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55.

Tema yang diangkat kali ini adalah Generasi Sehat Indonesia Unggul.

Tema tersebut merupakan salah satu bentuk pengaplikasian dari amanat yang diberikan oleh Presiden Jokowi tentang memprioritaskan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM).

Dilansir dari sambutan Menteri Kesehatan, ada dua isu Kesehatan yang harus diselesaikan terkait membangun SDM itu, yaitu stunting dan jaminan kesehatan nasional.

Meskipun dalam 5 tahun terakhir angka stunting telah berhasil diturunkan hingga 10 %, tetapi stunting masih menjadi permasalahan serius yang dihadapi masyarakat.

Stunting adalah kondisi tubuh seseorang yang mengalami tubuh lebih pendek dibanding dengan orang seusianya. Kondisi ini disebabkan oleh kekurangan gizi kronis sejak bayi.

Menurut Rahmad Handoyo, S. PI., MM., Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, bahwa konstitusi Indonesia memang sudah mengamanatkan Kesehatan itu merupakan hak warga negara.

” Negara harus hadir dalam rangka memberikan Jaminan Kesehatan. Nah Stunting adalah salah satu isu dan permasalahan di Bangsa kita. Hari Kesehatan Nasional yang baru saja kita peringati, harus menjadi titik tolak dan lebih fokus lagi meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat,” ungkap Rahmad Handoyo kepada seputarnusantara.com di Gedung Nusantara 1 DPR RI- Senayan, pada Kamis 14 November 2019.

Rahmad Handoyo lebih lanjut menjelaskan, agar para Stake Holder, Parlemen, maupun Pemerintah, harus bersatu padu untuk memberantas stunting. Paling tidak, kita patut mengapresiasi kinerja pemerintah dari tahun ke tahun yang sudah berhasil menurunkan angka stunting.

” Namun, kita jangan bangga hanya sebatas menurunkan angka stunting, namun kita juga harus meminimalisir supaya angka stunting turun sampai titik nadir yang paling rendah. Bahkan, kita perlu berantas stunting itu, kalau perlu kita nol kan itu stunting,” terang Politisi PDI Perjuangan ini.

Karena, ibu hamil, bayi, dan generasi muda itu adalah aset dan penerus bangsa. Ini menjadi kata kunci, dan kita harus memperkuat SDM (Sumber Daya Manusia) sehingga masa depan bangsa Indonesia akan menjadi lebih baik.

” Jadi, kita akan mensupport program- program pemberantasan stunting yang diprioritaskan oleh Pemerintah. Bahkan saya juga menghimbau, jangan hanya fokus kepada Kementerian Kesehatan saja, karena stunting ini masalah gizi, kesehatan, dan juga pangan. Jadi bisa sinergi antara Komisi IX dengan Komisi IV, Komisi VI, dan juga Komisi XI terkait dengan peningkatan anggaran untuk program stunting ini,” tegas Rahmad Handoyo.

Komisi IX DPR, lanjutnya, sebagai Leading Sector masalah stunting ini, juga harus disupport oleh seluruh Kementerian dan Lembaga yang membidangi masalah gizi, kesehatan, dan pangan. Sehingga dengan sinergi antar instansi, program pemberantasan stunting ini akan bisa cepat terealisasi.

” Yang penting jangan over lapping (tumpang tindih), antar instansi harus saling mengisi dan support, dimana rongga- rongga kekosongan yang belum terisi, harus saling melengkapi. Koordinasi antar instansi menjadi sangat penting, supaya program stunting ini cepat berhasil,” terangnya.

Komisi X juga punya peranan sangat penting, menurutnya. Sebab melalui pendidikan dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya gizi dan kualitas pangan.

” Saya berpikir begini, sehat dan gizi itu tidak harus mahal. Kearifan lokal yang ada di daerah setempat harus dioptimalkan untuk meningkatkan gizi dan kesehatan masyarakat. Murah, tetapi bergizi tinggi kenapa tidak? Banyak makanan produk lokal Indonesia yang murah namun memiliki gizi yang tinggi,” ucap Rahmad Handoyo dengan berapi- api.

Dirinya menegaskan agar dunia Pendidikan dan Kesehatan kita harus saling bahu- membahu untuk melakukan edukasi pentingnya asupan gizi masyakarat. Gizi tidak harus mahal, yang murah namun memiliki kualitas gizi yang tinggi juga banyak.

” SDM menjadi kata kunci menuju Indonesia Unggul. Untuk mencapai SDM yang unggul, tentu melalui hal yang mendasar yaitu asupan gizi,” pungkas Rahmad Handoyo. (Aziz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Tulisan dengan Kategori Headline