logo seputarnusantara.com

Sulaeman Hamzah Sosialisasi 4 Pilar Untuk Meredam Konflik Sosial di Papua

8 - Apr - 2021 | 13:38 | kategori:Headline

Keterangan foto : H. Sulaeman L. Hamzah (berdiri), saat jadi nara sumber dalam kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Merauke- Papua

Kabupaten Merauke- Papua. Seputar Nusantara. Anggota DPR/ MPR RI dari Fraksi Partai NasDem, H. Sulaeman L. Hamzah, melaksanakan kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, dalam rangka memenuhi tugas dan fungsinya sebagai Wakil Rakyat.

Kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan tersebut dilaksanakan oleh Pengurus Daerah Partai NasDem Kabupaten Merauke bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Merauke- Provinsi Papua.

Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 07 April 2021 tersebut bertujuan untuk mensosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan yakni Pancasila, UUD ’45, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.

Sedangkan peserta Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan tersebut adalah tokoh masyarakat, tokoh pemuda, petani adat, dan media lokal.

Acara yang dihadiri oleh 156 orang tersebut berlangsung meriah dan penuh dengan suasana keakraban. Sebagai nara sumbernya adalah H. Sulaeman L. Hamzah, Anggota DPR/ MPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Fauzun Nihayah (Tenaga Ahli Fraksi Partai NasDem DPR RI), dan Johan Paulus, SE.

Tempat kegiatan di asrama mahasiswa Kabupaten Merauke- Provinsi Papua.

Dalam paparannya, Sulaeman Hamzah menjelaskan bahwa apakah dengan berlangsungnya pembangunan lantas konflik menjadi hilang sama sekali? Apakah kemiskinan masyarakat Papua semata-mata ditentukan oleh seberapa besar duit? Apakah kekerasan yang terjadi merupakan akar persoalan? Bukankah kekerasan adalah bentuk kritik terhadap kekerasan struktural yang dihadapi masyarakat?

” Konflik merupakan sesuatu yang melekat dalam kehidupan manusia, ketika berinteraksi, berkomunikasi dan menjalin hubungan dengan berbagai pihak dalam berbagai kondisi dan peristiwa. Analisis konflik dalam konteks pembangunan merupakan suatu alat yang digunakan untuk menelaah, menemukan dan memformulasikan kondisi masyarakat secara komprehensif dalam kerangka program pembangunan mencakup perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi,” ungkap Sulaeman Hamzah.

Analisis konflik, lanjutnya, membantu para pemangku kepentingan untuk mempertimbangkan kembali perspektif mereka, yang lebih sering sangat dipengaruhi oleh emosi, salah-pengertian, asumsi, kecurigaan dan ketidakpercayaan. Dalam situasi-situasi konflik, emosi dapat dengan mudah mengalahkan logika dan kenyataan.

” Persoalan pembangunan membutuhkan situasi dan kondisi stabil. Salah satu syarat keberhasilan pembangunan adalah adanya kondisi yang kondusif dan terkendali. Pembangunan akan sulit dilaksanakan, jika kondisi masyarakat dalam situasi krisis dan anomali,” terangnya.

Semakin maju kebutuhan dan harapan masyarakat, papar Politisi Partai NasDem ini, dalam memperbaiki kehidupannya, maka semakin cepat pula proses perubahan yang harus dilakukan. Pemahaman yang benar tentang situasi dan keadaan suatu masyarakat akan membantu dalam memetakan kebutuhan dan tantangan yang dihadapi.

” Banyak penelitian yang dilakukan terhadap persoalan Papua, tetapi mengapa sampai sekarang seolah- olah konflik Papua justru semakin memanas. Dibutuhkan lebih dari sekedar intelektual, tetapi intelektual-negarawan, intelektual organik. Pemerintah harus pro aktif untuk membentuk tim yang terdiri dari intelektual-negarawan sehingga persoalan Papua bisa diselesaikan dengan arif dan bijaksana,” ucapnya.

Sulaeman menjelaskan bahwa dunia terus berubah, demikian juga Indonesia dan Papua terus berubah. Perubahan pada hakikatnya bisa memberikan manfaat dan sekaligus bisa menciptakan krisis. Akibat krisis, maka Papua dan Indonesia berubah. Krisis mendorong cara-cara baru, pilihan-pilihan baru, intervensi baru, dan kekuatan untuk menyelesaikan masalah. Maka harus diyakini bahwa karena krisislah Papua dan Indonesia berkembang dengan pesat.

” Otonomi khusus yang hadir di Papua merupakan sebuah fase baru perkembangan masyarakat Papua dalam NKRI. Sebuah fase yang diharapkan dapat mencairkan ketegangan antara dua kutub yang terus menerus meruncing seolah tiada akhir,” pungkas Sulaeman Hamzah. (Aziz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Tulisan dengan Kategori Headline