logo seputarnusantara.com

Rutan Kelas IIB Purworejo- Jateng Siapkan Warga Binaan Hidup Mandiri Dengan Bertani dan Berwirausaha

2 - Des - 2021 | 14:42 | kategori:Headline

Keterangan foto : Muchamad Mukaffi, A.Md.IP., SH.,MH., Kepala Rutan Kelas IIB Purworejo- Jawa Tengah

Purworejo. Seputar Nusantara. Rutan (rumah tahanan) Kelas IIB Purworejo sudah menyiapkan warga binaan untuk hidup mandiri dan berwirausaha. Sehingga ketika warga binaan keluar dari Rutan, mereka sudah siap hidup mandiri.

Dengan pembinaan wirausaha selama di dalam Rutan, maka warga binaan mempunyai ketrampilan usaha. Dengan ketrampilan wirausaha tersebut diharapkan menjadi bekal mereka setelah kembali ke masyarakat.

Hal tersebut disampaikan oleh Muchamad Mukaffi, A.Md.IP., SH.,MH., Kepala Rutan Kelas IIB Purworejo- Jawa Tengah kepada seputarnusantara.com di kantornya, pada Kamis 2 Desember 2021.

Keterangan foto : Hasil kerajinan tangan warga binaan Rutan Kelas IIB Purworejo yaitu Pipa rokok dari bahan batok kelapa, Celengan durian dari bahan daur ulang kertas bekas, Gantungan kunci dari kertas, Tempat tissue dari koran bekas, dan Miniatur sepeda motor dari bahan kayu, bambu, dan korek gas bekas

Mukaffi memaparkan, di Rutan Purworejo sudah dilakukan berbagai macam pembinaan. Ada pembinaan keagamaan, olahraga, dan kemandirian. Petugas Rutan selalu memberikan ilmu, bakat, dan ketrampilan, supaya warga binaan mempunyai kepercayaan diri yang tinggi.

” Dengan pembinaan tersebut, warga binaan memiliki kepercayaan diri dan keahlian, sehingga ketika nanti keluar dari Rutan, bisa kembali ke masyarakat dan dapat diterima seperti masyarakat pada umumnya,” ungkap Mukaffi.

Menurutnya, ada berbagai macam kerajinan tangan yang dibuat di Rutan. Contohnya kerajinan tangan dari bahan batok kelapa, yang sudah dibuat adalah pipa rokok, korek api, asbak, dan kap lampu.

” Disamping itu, kami juga mengelola lahan pertanian dan perikanan. Kami disana menanam cabe, pepaya, dan pembibitan klengkeng, lahan ini terletak di Kelurahan Lugosobo- Gebang. Sedangkan perikanannya berupa kolam ikan nila dan bawal. Kami didukung oleh pemerintah daerah dari Dinas Pertanian Perikanan berupa bibit ikan nila sejumlah 800 ekor,” terangnya.

Warga binaan yang dipekerjakan di Lugosobo sudah melalui seleksi ketat terlebih dahulu dan sudah di sidang TPP = Tim Pengamat Pemasyarakatan, sehingga implementasinya sesuai dengan SOP dan aturan yang ada.

” Sudah ada contoh, sekitar 2 bulan yang lalu ada warga binaan yang sudah keluar dari Rutan bertani menanam cabe dengan lahan yang minim, namun informasinya dia sudah mendapatkan penghasilan untuk mencukupi kebutuhan sehari- hari. Hal ini menjadikan image di masyarakat bahwa mantan napi dari Rutan Purworejo bisa produktif, bermanfaat dan hidup mandiri pasca keluar dari Rutan,” tegas Kepala Rutan.

Mukaffi menjelaskan bahwa areal pertanian dan perikanan di Lugosobo luasnya mencapai 1,4 Ha. Lokasi tersebut digunakan untuk menanam cabe, pepaya California, pembibitan klengkeng, padi, dan jagung manis. Sedangkan di dalam kolamnya dipelihara ikan bawal dan nila.

” Hasil dari pertanian dan perikanan di Lugosobo sudah kami pasarkan ke pasar lokal. Disaat pandemi Covid- 19 ini, kami mengadakan pasar murah dengan menjual hasil pertanian dan perikanan dibawah harga pasar, dan alhamdulillah masyarakat sangat antusias menyambutnya,” ucapnya.

Karena saking larisnya, lanjut Mukaffi, sampai kehabisan stok. Pasar murah dilaksanakan di perempatan Mranti- Purworejo. Sedangkan untuk kerajinan tangan juga sudah dipasarkan, banyak keluarga dari warga binaan yang memesannya.

” Hasil penjualan kerajinan di Rutan juga sudah disetorkan ke negara melalui PNBP = Penghasilan Negara Bukan Pajak. Dan di era digital sekarang ini, kami juga akan melakukan terobosan baru dengan penjualan via online. Dan alhamdulillah ada keuntungannya sehingga bisa memberikan upah kepada warga binaan,” jelas Mukaffi.

Disamping ketrampilan usaha, pihak Rutan juga membina mental warga binaan dengan berbagai kegiatan keagamaan, olahraga, pembinaan kebangsaan, dan pramuka. Untuk keagamaaan, dalam seminggu diberikan ceramah 4 kali. Hal ini untuk memperkuat iman dan mental warga binaan sehingga tidak melanggar hukum lagi.

” Kami berpesan kepada warga binaan agar sejak membuka pintu kamar sampai tutup kamar, harus full kegiatan, sehingga waktunya bermanfaat. Dan ketika nanti keluar Rutan dapat berbaur dengan masyarakat lagi, menjadi manusia yang bermanfaat dan tidak melanggar hukum lagi,” pungkas Mukaffi di penghujung wawancara dengan seputarnusantara.com (Aziz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Tulisan dengan Kategori Headline