logo seputarnusantara.com

Sulaeman Hamzah Selenggarakan Kegiatan 4 Pilar Untuk Pertajam Nasionalisme Generasi Muda

11 - Nov - 2021 | 14:24 | kategori:Headline

Keterangan foto : H. Sulaeman L. Hamzah (berdiri), Anggota DPR/ MPR RI dari Fraksi Partai NasDem saat menjadi Nara Sumber kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan

Merauke- Papua. Seputar Nusantara. Anggota DPR/ MPR RI dari Fraksi Partai NasDem, H. Sulaeman L. Hamzah, kembali menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, dalam rangka memenuhi tugas dan fungsinya sebagai Anggota DPR/ MPR RI.

Kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan tersebut dilaksanakan oleh Pengurus Daerah Partai NasDem Kabupaten Merauke bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Merauke- Provinsi Papua.

Keterangan foto : peserta foto bersama nara sumber

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 10 November 2021, bertujuan untuk mensosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan yakni Pancasila, UUD ’45, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.

Sedangkan peserta Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan tersebut adalah tokoh masyarakat, tokoh pemuda, petani millenial, dan media lokal.

Acara yang dihadiri oleh 150 orang tersebut berlangsung meriah dan penuh dengan suasana keakraban. Sebagai nara sumbernya adalah H. Sulaeman L. Hamzah, Anggota DPR/ MPR RI dari Fraksi Partai NasDem, dan Fauzun Nihayah (Tenaga Ahli Fraksi Partai NasDem DPR RI).

Tempat kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan tersebut di Aula SMA YPK Merauke- Provinsi Papua.

Beberapa pertanyaan dan tanggapan dari peserta Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan ke- 5 yang dilaksanakan di Aula Sekolah SMA YPK Merauke sebagai berikut ; bagaimanakah kondisi faktual persoalan generasi muda saat ini yang berhubungan dengan identitas diri Pancasila sebagai falsafah dan pandangan hidup bangsa Indonesia?

Dan bagaimanakah peran Pancasila bagi generasi muda dalam membentuk dan membangun identitas diri sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dalam menghadapai tantangan globalisasi dan modernitas?

Kemudian bagaimanakah reposisi peran generasi muda dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara?

Dalam paparannya Sulaeman Hamzah menjelaskan bahwa generasi muda merupakan masa peralihan dari remaja ke dewasa muda. Masa muda adalah masa transisi antara kanak-kanak dan dewasa, dan mereka relatif belum mencapai tahap kematangan mental serta sosial sehingga harus menghadapi tekanan emosi, psikologi, dan sosial yang saling bertentangan.

” Dengan segala potensi, kepribadian dan konflik yang ada dalam dirinya, menjadikan generasi muda sebagai suatu jiwa yang khas dalam proses transisi menuju manusia dewasa. Kecenderungan generasi muda sekarang dalam pola pikir, perilaku, dan gaya hidup yang serba instan, hedonis, dan cenderung kehilangan identitas yang berakar dari budayanya,” ungkap Sulaeman Hamzah kepada peserta Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan.

Degradasi kualitas generasi muda Indonesia saat ini, lanjut Sulaeman Hamzah, memasuki taraf yang mengkhawatirkan yang ditandai dengan melemahnya identitas dan ketahanan budaya. Lemahnya ketahanan budaya tersebut tercermin antara lain dari lemahnya kemampuan dalam menyikapi dinamika perubahan sebagai akibat dari tuntutan zaman yang secara kental diwarnai oleh derasnya serbuan budaya global.

” Kebudayaan Nasional yang diharapkan mampu sebagai katalisator dalam mengadopsi nilai-nilai universal yang luhur dan sekaligus sebagai filter terhadap masuknya budaya global yang bersifat negatif ternyata belum mampu berfungsi sebagaimana mestinya. Tanpa adanya sikap adaptif-kritis, maka adopsi budaya negatif, antara lain : sikap konsumtif, individualis-hedonis, akan lebih cepat prosesnya dibandingkan dengan adopsi budaya positif-produktif,” terang Politisi Partai NasDem ini.

Krisis multidimensi yang berkepanjangan, paparnya, telah memberikan kontribusi terhadap semakin melemahnya rasa kepercayaan diri dan kebanggaan generasi muda, dan menguatnya sikap ketergantungan, bahkan lebih jauh telah menyuburkan sikap apatis generasi muda terhadap berbagai persoalan bangsanya.

” Generasi muda menjadi generasi yang cuek terhadap realitas yang terjadi dalam masyarakat karena berpandangan bahwa bukan tugas dan kewajibannya untuk menyelesaikan berbagai permasalahan tersebut,” ucapnya.

Selain itu, menurutnya, persoalan generasi muda adalah menipisnya semangat nasionalisme tersebut juga sebagai akibat dari lemahnya kemampuan bangsa dalam mengelola keragaman (pluralitas) yang menjadi ciri khas obyektif bangsa Indonesia.

” Selain itu, Nasionalisme Indonesia dalam kalangan generasi muda tergerus oleh arus globalisasi yang deras memenuhi segala dimensi kehidupan generasi muda,” pungkas Sulaeman Hamzah. (Aziz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Tulisan dengan Kategori Headline