logo seputarnusantara.com

Anggota MPR RI Sulaeman Hamzah Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan Guna Implementasikan Nilai- Nilai Pancasila

29 - Nov - 2021 | 20:49 | kategori:Headline

Keterangan foto : H. Sulaeman L. Hamzah (kedua dari kiri), Anggota DPR/ MPR RI dari Fraksi Partai NasDem saat menjadi Nara Sumber kegiatan Optimalisasi Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Kabupaten Keerom- Provinsi Papua

Kabupaten Keerom- Papua. Seputar Nusantara. Anggota DPR/ MPR RI dari Fraksi Partai NasDem, H. Sulaeman L. Hamzah, selenggarakan kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan.

Kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan tersebut dilaksanakan oleh Pengurus DPD Partai Nasdem Kabupaten Merauke bekerjasama dengan pemerintah daerah Kabupaten Keerom Provinsi Papua.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 28 November 2021, bertujuan untuk mensosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan yakni Pancasila, UUD ’45, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.

Sedangkan peserta Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan tersebut adalah tokoh masyarakat, tokoh pemuda, petani millenial, dan media lokal.

Acara yang dihadiri oleh 150 orang tersebut berlangsung meriah dan penuh dengan suasana keakraban. Sebagai nara sumbernya adalah H. Sulaeman L. Hamzah, Anggota DPR/ MPR RI dari Fraksi Partai NasDem, dan Fauzun Nihayah (Tenaga Ahli Fraksi Partai NasDem DPR RI).

Tempat kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan tersebut di Aula Kampung Arso VIII.

Menurut Sulaeman Hamzah, generasi Bangsa yang hidup pasca reformasi telah kehilangan pegangan ideologi nasional yang kukuh. Kita mulai mendekat pada kelumpuhan dihadapan gempuran ideologi asing berjuluk neoliberalisme yang sangat bertentangan dengan ruh Pancasila itu sendiri, yakni berwujud dalam segala pandangan tentang globalisasi, pasar bebas, kebebasan individual, konsumerisme, kebergantungan pada hutang luar negeri, kebergantungan pada investasi modal asing yang makin menguasai sumber daya alam, dan mulai absennya peran negara dalam menjamin kesejahteraan rakyat.

” Historical Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum di Indonesia tidak terlepas dari perjuangan pendiri Negara yang banyak memberikan pemikiran dan gagasan besar yang melahirkan gagasan negara yang berdasarkan Pancasila sebagai landasan ideologi Negara, tercermin dalam nilai-nilai filosofis yang dibangun atas dasar kesepakatan nilai-nilai luhur yang dituangkan dalam dasar negara Indonesia,” ungkap Sulaeman Hamzah.

Sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia, jelasnya, nilai-nilai dalam Pancasila dijadikan pedoman hidup bangsa Indonesia dalam mencapai kesejahteraan lahir dan batin dalam masyarakat yang heterogen atau beraneka ragam. Sebagai cita-cita dan tujuan bangsa Indonesia, isi Pancasila termuat juga di dalam pembukaan UUD 1945, dimana cita-cita yang dimaksud menjadi tujuan bangsa, menciptakan masyarakat yang adil dan makmur yang berlandaskan Pancasila.

” Pada alinea ke-empat Pembukaan UUD 1945 disebutkan bahwa dasar negara Indonesia adalah keseluruhan nilai yang terkandung dalam Pancasila. Pancasila bukan hanya dasar negara yang bersifat statis, melainkan juga dinamis karena Pancasila pun menjadi pandangan hidup, filsafat bangsa, ideologi nasional, kepribadian bangsa, dan sumber dari segala sumber tertib hukum, tujuan negara, perjanjian luhur bangsa Indonesia, yang menuntut pelaksanaan dan pengamalannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” ucapnya.

Mengingat hal tersebut, paparnya, maka mengamalkan dan mengamankan Pancasila sebagai Dasar Negara mempunyai sifat imperatif/ memaksa. Oleh karena itu, setiap warga negara Indonesia harus tunduk dan taat kepadanya.

” Seiring dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi yang sangat pesat seperti saat ini, nampaknya nilai-nilai Pancasila cenderung mulai berubah dan dilupakan oleh sebagian masyarakat kita. Ini tercermin dari banyaknya sifat dan pola pikir yang ditunjukkan masyarakat yang tidak sesuai dengan nilai-nilai luhur Pancasila,” tegas Politisi Partai NasDem.

Sulaeman Hamzah menerangkan, yang nampaknya selalu menjadi perbincangan adalah terkait dengan sila pertama yakni Ketuhanan Yang Maha Esa. Ini tergambar dengan kenyataan situasi Indonesia pada dewasa ini, dimana masyarakatnya selalu cenderung berseteru tentang masalah agama. Upaya untuk menciptakan toleransi dalam rangka menciptakan kerukunan antar umat beragama selalu mengalami berbagai macam hambatan. Bahkan sangat rentan untuk terjadinya konflik di masyarakat kita yang ujung-ujungnya berpotensi akan mengancam persatuan bangsa kita.

” Melihat kenyataan-kenyataan yang terjadi tersebut, saya ingin mengungkapkan bahwa betapa pentingnya untuk membaca, memahami dan mengaplikasikan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, terutamanya sila Ketuhanan Yang Maha Esa,” pungkas Sulaeman Hamzah, Anggota DPR/ MPR RI Fraksi Partai NasDem ini. (Aziz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Tulisan dengan Kategori Headline