Sekretaris Dinas Perkimtan Purworejo : Mitigasi Bencana Alam Sangat Penting
18 - Mar - 2022 | 15:02 | kategori:Headline
Keterangan foto : Wiyoto Harjono, ST., Sekretaris Dinas Perkimtan (Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan) Kabupaten Purworejo- Jawa Tengah
Purworejo. Seputar Nusantara. Secara teknis, kalau kita bicara berdasarkan RTWT (Rencana Tata Ruang Wilayah) Kabupaten Purworejo, sesuai dengan Perda (Peraturan Daerah) Nomor 10 tahun 2021 tentang RTRW, memang Kabupaten Purworejo termasuk dalam kategori rawan bencana.
Hal tersebut disampaikan oleh Wiyoto Harjono, ST., Sekretaris Dinas Perkimtan (Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan) Kabupaten Purworejo- Jawa Tengah kepada seputarnusantara.com diruang kerjanya, pada Jumat 18 Maret 2022.
Menurut Wiyoto, pertama, dalam Perda RTRW tersebut sudah dipetakan mana saja kawasan yang rawan longsor, banjir dan tsunami. Dari peta tersebut, bisa dilihat kawasan permukiman mana saja yang rawan terhadap bencana. Ke depannya, seluruh kawasan permukiman penduduk yang rawan bencana, akan disiapkan mitigasinya.
” Saat ini untuk kawasan perumahan baru yang mengajukan izin ke Dinas Perkimtan, tentu akan dilihat apakah rawan bencana atau tidak, kalau rawan bencana, apa jenis dari kerawanan tersebut. Kemudian nanti mitigasinya seperti apa, karena kita bicara pra- bencana, jadi untuk antisipasi terhadap bencana,” ucap Wiyoto.
Kemudian yang kedua, sambungnya, terkait dengan sistem sarana dan prasarana utilitasnya. Sarana dan prasarana utilitas itu ada tujuh, yang salah satunya adalah masalah drainase. Memang sistem drainase kita itu belum ideal, kita memiliki 3 DAS (Daerah Aliran Sungai), namun tidak semua permukiman penduduk bisa mengakses langsung sistem drainasenya ke 3 DAS tersebut. Ini memang PR (Pekerjaan Rumah, red.) besar bagi Kabupaten Purworejo.
” Jadi ada 3 drainase yaitu drainase primer, sekunder dan tersier. Nah ketiga drainase tersebut harus saling terkoneksi dengan baik dan lancar. Kalau 3 drainase tersebut terkoneksi dengan baik, maka akan mengurangi banjir,” terang Wiyoto dengan rinci.
Kemudian yang ketiga, lanjutnya, bahwa daerah tangkapan air di Kabupaten Purworejo semakin lama semakin berkurang, karena semakin berkembangnya perumahan dan pemukiman penduduk. Seharusnya, secara ideal, ketika ada curah hujan tinggi, tidak semua air hujan langsung mengalir ke sungai, namun meresap ke dalam tanah, sehingga mengurangi potensi banjir.
” Ternyata dari hasil pemetaan kita di Kutoarjo dan Purworejo, RTH (Ruang Terbuka Hijau) nya hanya diangka sekitar 7%. Padahal idealnya RTH nya itu 20%, ini menjadi tantangan bagi kita semua untuk mengimplementasikannya. RTH 20% ini menjadi syarat bagi Perumahan Baru yang mengajukan izin kepada Dinas Perkimtan, supaya perumahan baru tersebut tidak membebani sistem drainase yang sudah ada, padahal juga belum ideal,” tambahnya.
Selanjutnya, kawasan- kawasan yang rawan bencana akan dipetakan. Kawasan yang rawan longsor, variabelnya adalah kemiringan tanah dan jenis tanahnya, maka akan dilakukan relokasi. Setelah terjadi longsor, akan dicari lahan baru yang potensial untuk tempat relokasi.
” Jadi kedepannya kita harus menyiapkan lahan, semacam Bank Tanah, untuk persiapan jika sewaktu- waktu ada bencana tanah longsor yang membutuhkan relokasi permukiman penduduk,” tegasnya.
Kemudian keempat, terkait dengan potensi tsunami, dalam Perda RTRW juga sudah dipetakan. Kalau terjadi tsunami, maka daerah yang paling cepat terkena dampaknya adalah DAS (Daerah Aliran Sungai). Jadi di pinggir pantai dan sungai rawan terkena tsunami.
” Maka di sepadan pantai sepanjang 100 meter dari garis tertinggi, tidak boleh untuk kawasan permukiman penduduk. Sedangkan di sepadan sungai, itu 50 meter kalau sungai kecil dan 100 meter kalau sungai besar itu tidak boleh untuk kawasan permukiman penduduk. Ini semua diatur demi keamanan dan keselamatan masyarakat,” pungkas Wiyoto Harjono di penghujung Wawancara dengan seputarnusantara.com (Aziz)
BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.
Tulisan dengan Kategori Headline
- Telkom Perkuat Kolaborasi Ekosistem Pendidikan Digital Melalui PIJAR Live Connect 2026Forum Tahunan Yang Mempertemukan Satuan Pendidikan dan Penyedia Solusi Digital Lebih dari 450 Kota dan Kabupaten di Seluruh Indonesia
- AdMedika dan TelkoMedika Bersinergi Dukung Pemulihan Kesehatan Korban Bencana di Sumatera. TelkomGroup Menghadirkan Posko Kesehatan dan Layanan Medis Untuk Masyarakat Terdampak di Berbagai Wilayah
- SCALA by Metranet Milik PT. Telkom (Persero) Dukung Pemprov Bali Sebagai Pelopor Adopsi Infrastruktur Penyiaran Terintegrasi. Sinergi TelkomGroup dan Pemprov Bali Hadirkan Layanan Televisi Digital Yang Andal
- Anggota DPRD Kabupaten Purworejo Roni Sumhastomo : Jadikan Momentum Hari Jadi Kabupaten Purworejo Yang Ke- 195 Sebagai Karya Nyata Mewujudkan Kemajuan Pembangunan dan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Purworejo
- Roni Sumhastomo Tegaskan Bahwa APBD Kabupaten Purworejo Tahun 2026 Mendukung Visi dan Misi Bupati serta Dalam Rangka Mensukseskan RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) periode 2025 – 2029
- PT. Telkom (Persero) Menggandeng Tech Giants Untuk Memperkuat Daya Saing SMK Telkom. Kolaborasi Global Dorong Kesiapan Talenta Vokasi dalam Menghadapi Industri Digital
- Di WEF Davos 2026, PT. Telkom (Persero) Paparkan Strategi Digital Untuk Pembangunan Indonesia. TelkomGroup Perkuat Keandalan Infrastruktur dan Konektivitas Dalam Mendorong Transformasi Ekonomi Digital Indonesia
- Buah Transformasi, Telkomsigma Raih “Growth Partner of the Year 2025” dari Alibaba Cloud. Penghargaan ini Memperkuat Komitmen Telkomsigma Dalam Menghadirkan Solusi IT, Cloud, dan Digital Services Bagi Pelanggan B2B
- Dinas Perkimtan (Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan) Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah Telah Menyiapkan Empat Program Prioritas Guna Mendukung Visi dan Misi Bupati Purworejo
- PT. Telkom Gandeng Mitra Global Untuk Akselerasi Transformasi Digital Bank Pembangunan Daerah. Kerjasama Strategis ini Hadirkan Solusi Digital Secara end-to-end Untuk Tingkatkan Kapabilitas BPD Anggota Asbanda
- Nuon Milik PT. Telkom (Persero) Mendorong Gaya Hidup Berkelanjutan Melalui Program ‘Thrift & Give’. Rayakan HUT ke- 15, Nuon Libatkan Karyawan Untuk Mewujudkan Komitmen ESG
- Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Purworejo Laksanakan Berbagai Program Kegiatan Untuk Menunjang Pengamanan
- Rutan Kelas IIB Purworejo- Provinsi Jawa Tengah Selenggarakan Kegiatan Cek Kesehatan Gratis dan Bakti Sosial bagi Keluarga WBP dan Masyarakat Sekitar
- Finnet Milik PT. Telkom Raih Predikat “Trusted Company” pada CGPI 2025. Perkuat Posisi Sebagai Perusahaan Berintegritas dan Terpercaya, Finnet Tegaskan Komitmen GCG sebagai Fondasi Pertumbuhan Berkelanjutan
- Dukung Transformasi Digital Pendidikan Nasional, PIJAR Milik PT. Telkom Sukses Kawal Lebih Dari 85 Ribu Ujian Digital di 31 Provinsi. Pelaksanaan Ujian Diikuti Lebih dari 466 Ribu Siswa dari 680 Sekolah Secara Nasional
- Capaian Kinerja Fisik Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan Kabupaten Purworejo Mencapai 100 Persen, Sedangkan Realisasi Serapan Anggaran Mencapai Angka 94,53 Persen
- TelkomGroup Berhasil Rampungkan Infrastruktur di Sumatera, Jaringan dan Layanan Digital Kembali Normal. Telkom group Lanjutkan Penguatan Konektivitas dan Layanan Serta Dukungan Berkelanjutan Bagi Masyarakat di Fase Normalisasi Pasca Bencana
- Kolaborasi PT. Telkom (Persero) dan Alibaba Cloud Perkuat Ekosistem Talenta AI Indonesia. AI Talent Development Roadshow Digelar di Lima Kota Untuk Mempercepat Kesiapan Talenta Digital Menghadapi Kebutuhan Industri
- PT. Telkom (Persero) Bergerak Salurkan Bantuan dan Kegiatan Bakti Sosial Untuk Pemulihan Sarana Umum di Aceh. Dukungan Menyeluruh Bagi Anak dan Masyarakat Melalui Bantuan Pendidikan, Logistik, Fasilitas Publik, dan Pendampingan Psikososial
- Stunting Action Hub Antarkan Telkom Meraih Penghargaan di ICCS Summit 2025. Inisiatif ini Telah Memberikan Manfaat Kepada 591 Anak dan Orang Tua, Mendukung 975 Pengukuran Antropometri, serta Menyalurkan 7.586 Paket Makanan Yang Bergizi