logo seputarnusantara.com

Sulaeman Hamzah Sosialisasi 4 Konsensus Kebangsaan Guna Pengamalan Nilai Pancasila

18 - Apr - 2022 | 10:51 | kategori:Headline

Keterangan foto : Anggota DPR/ MPR RI dari Fraksi Partai NasDem, H. Sulaeman L. Hamzah foto bersama dengan peserta Sosialisasi 4 Konsensus Kebangsaan

Merauke. Seputar Nusantara. Anggota DPR/ MPR RI dari Fraksi Partai NasDem, H. Sulaeman L. Hamzah menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi 4 Konsensus Kebangsaan.

Kegiatan Sosialisasi 4 Konsensus Kebangsaan tersebut terselenggara berkat kerjasama antara Sulaeman L. Hamzah dengan pengurus DPD Partai Nasdem Kabupaten Boven Diggoel- Papua dan bekerjasama dengan pengurus Rumah Aspirasi Sulaeman L Hamzah Merauke Provinsi Papua.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 16 April 2022, yang bertujuan untuk mensosialisasikan 4 Konsensus Kebangsaan yakni Pancasila, UUD ’45, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.

Sedangkan peserta Sosialisasi 4 Konsensus Kebangsaan tersebut adalah kepala kampung, tokoh masyarakat, tokoh adat, relawan dan simpatisan Partai NasDem serta media lokal.

Acara dihadiri oleh 150 rang dan sebagai nara sumbernya adalah H. Sulaeman L. Hamzah, Anggota DPR/ MPR RI dari Fraksi Partai NasDem.

Tempat kegiatan Sosialisasi 4 Konsensus Kebangsaan tersebut di SMP dan SMA 1 Atap Jagebob Kabupaten Merauke- Papua.

Dalam ceramahnya, Sulaeman Hamzah memaparkan bahwa istilah “Pancasila” telah dikenal di Indonesia sejak zaman Majapahit abad XIV, yaitu terdapat pada buku Negara Kertagama karangan Empu Prapanca dan dalam buku Sutasoma karangan Empu Tantular. Tetapi baru dikenal oleh bangsa Indonesia sejak tanggal 1 Juni 1945, yaitu pada waktu Ir. Soekarno mengusulkan Pancasila sebagai dasar negara dalam sidang Badan Penyidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUKPKI).

” 1Juni merupakan hari lahirnya Pancasila dan Pancasila dikenal sebagai dasar negara atau ideologi negara yang lahir atas dasar konsensus bersama. Karena Pancasila dapat mempersatukan perbedaan- perbedaan yang ada, untuk menjadi satu kesatuan yang kuat. Sudah 77 tahun Indenesia merdeka, namun hingga saat ini perdebatan tentang eksistensi Pancasila masih saja diperdebatkan oleh bebagai kelompok di bangsa ini. Dan Pancasila harus menjadi dasar negara yang dinamis dan tetap hidup sepanjang bangsa ini masih ada, dan harus diperdebatkan, sehingga Pancasila tetap hidup,” ungkap Sulaeman Hamzah.

Lebih lanjut Sulaeman Hamzah menjelaskan bahwa Pancasila juga disebut sebagai Way of life atau pandangan hidup bagi bangsa Indonesia. Jika mencermati dinamika yang terjadi saat ini, di bangsa ini, mulai dari aspek sosial-budaya, ekonomi, dan politik. Sebenarnya banyak sekali terjadi kesenjangan dan praktek-praktek ketidakadilan.

” Pancasila sebagai sebuah Way OF Life atau pandangan hidup bangsa, seharusnya nilai- nilai Pancasila harus dihidupkan dan dipraktekkan dalam ruang sosial-budaya, ekonomi, dan politik. Sehingga keadilan, kemakmuran, dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia bisa dirasakan tanpa praktek ketidakadilan,” jelasnya.

Jika kita lihat dalam kehidupan bernegara, paparnya, ancaman dan rongrongan terhadap Pancasila pasti ada. Sejarah saja telah mencatat sejak dulu Pancasila kerap menghadapi tantangan. Akan tetapi, betapa berat tantangan yang dihadapi, Pancasila tetap disepakati sebagai ideologi negara yang tidak tergantikan dengan ideologi lain

” Dari perjalanan sejarah, tantangan yang dihadapi Pancasila, bukan disebabkan oleh kelemahan nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila itu sendiri, tetapi lebih mengarah pada inkonsistensi dalam penerapannya. Arti penerapan inilah yang memiliki peran penting dalam kehidupan bangsa Indonesia. Oleh karena itu jawabannya bahwa Pancasila tidak dapat di ubah yakni dengan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” tegas Sulaeman Hamzah, Anggota DPR/ MPR dari Partai.NasDem.ini. (Aziz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Tulisan dengan Kategori Headline