Stepi Anriani, M. Si. : Apakah Premanisme Akan Terus Menerus Merajalela?

Stepi Anriani, M. Si., Peneliti Democracy Integrity and Peace Centre
Fenomena preman di Indonesia mulai berkembang pada saat ekonomi semakin sulit dan angka pengangguran semakin tinggi. Akibatnya kelompok masyarakat usia kerja bahkan anak-anak mencari berbagai cara untuk mendapatkan penghasilan biasanya melalui pemerasan dan tindakan pemaksaan baik melalui fisik atau mental dan teror (menciptakan ketakutan).
Munculnya premanisme merupakan bagian dari kegagalan dari penciptaan struktur masyarakat yang disadari atau tidak merupakan tanggungjawab bersama.
Jika mengacu pada Teori Structural Fungsional Talcot Parson, ada 4 fungsi penting yang diperlukan semua sistim, terutama untuk meneliti suatu masyarakat tertentu, yaitu AGIL : Adaptation (adaptasi), Goal attainment (pencapaian tujuan), Integration (integrasi) dan Latency (pemeliharaan pola).
Adaptation (adaptasi) maksudnya: Sebuah sistim harus menanggulangi situasi eksternal yang gawat. Sistem harus menyesuaikan diri dengan lingkungan dan menyesuaikan lingkungan itu dengan kebutuhannya.
Dalam kasus tata social masyarakat hari ini system kemasyarakatan kita tidak didukung dengan lingkungan yang baik, atmosfer berkehidupan yang baik karena tidak meratanya kesejahteraan sehingga kebutuhan dalam bermasyarakat sangat berbeda satu sama lain.
Goal attainment (pencapaian tujuan) maksudnya: Sebuah sistim harus mendefinisikan diri untuk mencapai tujuan utamanya. Realitas yang terjadi adalah masyarakat Indonesia saat ini cenderung individualistic. Tidak mempunyai satu tujuan bermasyarakat. Yang penting keluarga aman dan sejahtera. Jarang sekali yang ingin mensejahterakan pihak-pihak lain di lingkungannya.
Integration (integrasi) yaitu: Sebuah sistim harus mengatur antar hubungan bagian-bagian yang menjadi komponennya. Sejatinya pemerintah sebagai pihak yang diberikan wewenang harus dapat mengintegrasikan komponen sistem. Cara mengintegrasikannya dengan jaminan keamanan, kesehatan, kepastian hukum dan pendidikan yang layak bagi setiap komponen.
Latency (pemeliharaan pola) yaitu: Sebuah sistim harus memperlengkapi, memelihara, dan memperbaiki, baik motivasi individu maupun pola-pola kultural yang menciptakan dan menopang motivasi. Namun dalam kehidupan keseharian, siapakah yang bertugas memotivasi masyarakat? Sampai saat ini tidak ada pihak yang bertanggungjawab dan bisa memberikan harapan.
Ketika fungsi dari struktur sosial masyarakat seperti diatas tidak terpenuhi, maka wajarlah jika suatu masyarakat mengalami bentrokan atau konflik karena antithesis dari teori struktural fungsional adalah teori konflik.
Salah satu konflik sosial di masyarakat hadir karena adanya aktor baru yang sebelumnya tidak diperhitungkan dan tentunya tidak legal. Aktor tersebut salah satunya preman Preman hadir di berbagai lapisan dari yang biasa memeras pedagang sampai yang biasa mencopet dan dari yang bertato sampai yang berkerah putih.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), preman adalah sebutan kepada orang jahat (penodong, perampok, pemeras, dsb) sehingga jelas sekali label preman adalah negatif.
Premanisme atau jiwa yang melatar belakangi perilaku para preman bisa juga disebut faham yang sering digunakan untuk merujuk kepada kegiatan sekelompok orang yang mendapatkan penghasilannya terutama dari pemerasan kelompok masyarakat lain.
Fenomena Preman yang marak di media akhir-akhir ini adalah pasca kejadian di LP (Lembaga Pemasyarakatan), Cebongan, Sleman, Yogyakarta, beberapa waktu lalu, karena pelaku balas dendam terhadap 4 orang preman yang telah membunuh rekan satu korps, Serka Heru Santoso.
Kejadian ini menjadi konsen berbagai pihak karena ulah tindakan para preman selalu berakibat buruk dan panjang. Hal ini harus menjadi lembaran baru pemberantasan premanisme.
Preman saat ini merupakan bagian dari struktur kelas di tengah–tengah masyarakat yang keadaannya tidak bisa dipungkiri. Perkembangan preman merupakan gejala sosial dimana tidak hadirnya “sosok kuat” yang ditakuti para preman tersebut yang sejatinya sosok kuat tersebut adalah aparat yang menjadi pelindung masyarakat.
Namun disisi lain masih banyak pula sekelompok orang, institusi atau lembaga yang membela kehadiran preman, entah dipelihara atau sekedar mengatasnamakan Hak Asasi Manusia (HAM).
Sebagian masyarakat berpandangaan bahwa pembunuhan yang dilakukan oknum Kopassus tersebut adalah positif, karena masyarakat rindu akan hadirnya sosok pelindung yang siap membasmi preman.
Bahkan setelah Tim Investigasi TNI-AD mengumumkan bahwa pelakunya adalah oknum Kopassus, di Yogyakarta banyak bertebaran spanduk dukungan kepada Kopassus. Begitu juga di dunia maya. Masyarakat mendukung langkah para pelaku (oknum kopasus) karena selama ini tidak ada yang berani melawan preman. Sehingga apa yang dilakukan oknum Kopassus dianggap sebagai tindakan ksatria walaupun berlandaskan motif balas dendam karena jiwa korsa.
Antilogic yang difahami masyarakat khususnya masyarakat Yogya dalam mendukung oknum Kopassus sangat wajar, karena Yogya sangat mengadalkan pariwisatanya. Sebab ketika Yogya tidak aman, maka tidak akan ada yang datang dan masyarakatnya yang akan rugi.
Yang jadi pertanyaan, apakah premanisme yang meresahkan masyarakat akan tetap dibiarkan terus merajalela?
Oleh : Stepi Anriani.,M.Si
Penulis adalah Peneliti Democracy Integrity and Peace Centre , Ketua Lembaga Bakti Samudera Muda dan Alumni Pascasarjana Ketahanan Nasional Universitas Indonesia
BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.
Tulisan dengan Kategori Headline
- Pembangunan 2 Kantor Pemerintahan di Kabupaten Purworejo Dikebut Pekerjaannya Supaya Selesai Tepat Waktu, Schedule Percepatan yang Dibuat Bersama Supaya Ditepati dan Dijalankan dengan Disiplin oleh Penyedia Jasa
- Isu- Isu Miring Yang Beredar di Tengah-Tengah Masyarakat, Tidak Mempengaruhi Pelaksanaan Lelang di Purworejo, Karena Prosesnya Dijalankan Sesuai dengan Aturan Yang Berlaku
- Telkom Solution Raih Penghargaan Business Impact & Industry Growth Untuk Market B2B ICT di Indonesia. Penghargaan KGI Tegaskan Kontribusi Telkom Solution Bagi Transformasi Digital di Berbagai Industri
- Dorong Predictive Cyber Intelligence, MDI Ventures Milik PT. Telkom (Persero) Sabet Indonesia Cyber Security Excellence Award 2026. Investasi Strategis di CYFIRMA Memperluas Kolaborasi Solusi Keamanan Siber yang Inovatif di Indonesia
- Anggota MPR RI Heru Tjahjono : Keadilan Sosial Harus Dibuktikan dengan Kesempatan yang Sama dalam Mengikuti Pelatihan Kerja
- Polemik tentang Lelang Proyek di Purworejo Dapat Menunda Pekerjaan dan Dapat Menghambat Pembangunan di Daerah Purworejo
- TelkomGroup Mendorong Gaya Hidup Berkelanjutan Melalui Zero Plastic Movement. Sediakan Fasilitas Water Refill Station Bagi Para Karyawan dan Memperkuat Kolaborasi Komunitas hingga Pelaku Usaha
- Raih Golden Trophy dan The Most Committed GRC Leader 2026, Telkom Akses Perkuat Tata Kelola, Manajemen Risiko, Kepatuhan, dan ESG. Pertahankan Predikat Bintang 5 Tiga Tahun Berturut-turut, Tegaskan Komitmen GRC sebagai Fondasi Keberlanjutan Bisnis
- Polemik di Masyarakat Kabupaten Purworejo Terkait dengan Pemberitaan Mengenai Proses Tender, Sebaiknya Disudahi saja. Pihak- Pihak yang Memunculkan Polemik tersebut Sebaiknya Berhenti Memperpanjang Hal tersebut Karena Dapat Menciptakan Iklim yang Tidak Kondusif bagi Pembangunan Daerah
- FGD Dinas Perkimtan Kabupaten Purworejo Fokuskan pada Dukungan terhadap Program Pemerintah Pusat 3 Juta Rumah dan Bimbingan Teknis tentang Inovasi SIPERUMBAKPUR
- Seluruh Proses dan Mekanisme Pengadaan Barang dan Jasa di Kabupaten Purworejo Sudah Sesuai Dengan Regulasi Yang Berlaku dan Pemenang Tender Sudah Memenuhi Syarat Yang Ditentukan
- Dinas Perkimtan Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah Selenggarakan Kegiatan Sosialisasi dan DESK Pencairan Bantuan Sosial RTLH Tahun 2026
- TelkomGroup Optimalkan Aset Properti, Pastikan Kepentingan Perusahaan Tetap Terjaga. Rencana Pemanfaatan Ruang di GMP Membuka Peluang Revenue Baru dari Konektivitas Digital
- Telkom- Public Expose Live 2026 : Strategi PT. Telkom (Persero) Jaga Momentum Pertumbuhan, Tingkatkan Nilai Tambah dari Bisnis Infrastruktur Digital. Kinerja 1H26 Tumbuh Kuat, Didukung Monetisasi Bisnis Seluler, Disiplin Operasional, dan Optimalisasi Aset Strategis
- InfraNexia dan XLSMART Perluas Sinergi Infrastruktur, Dukung Pertumbuhan Jaringan Nasional. Manfaatkan Layanan Wavenexia, Metronexia, dan Infrastruktur Pasif Untuk Menjawab Pertumbuhan Kebutuhan Kapasitas di Berbagai Provinsi
- Telkom Property Pastikan Optimalisasi Aset Properti Tetap Berjalan Sesuai dengan Tata Kelola dan yang Memenuhi Prinsip Value Creation
- PT. Telkom (Persero) Perkuat Kolaborasi Pentahelix, Persiapkan Kedaulatan Digital di Universitas. Hadir di BATIC 2026 Melalui ignitePRO, TelkomGroup Bersiap Menjadi Pemain Segmen B2B ICT Terdepan di Kawasan
- PT. Telkom (Persero) Menghadirkan EduMind Wellbeing dan AI Camp di Makassar, Diikuti oleh 350 Peserta. Program Edukasi Pemanfaatan AI Secara Bijak dan Inovasi Digital Untuk Penguatan Resiliensi Emosi Bagi Pelajar Indonesia
- Polemik di Masyarakat Purworejo yang Muncul Terkait Pemberitaan Mengenai Proses Tender Sebaiknya Tidak Diperpanjang Lagi, Pihak yang Memunculkan Polemik tersebut Sebaiknya Turunkan Tensi
- Gunakan Layanan DWDM, Kolaborasi InfraNexia Milik PT. Telkom dan Lintasarta Perkuat Konektivitas Medan- Batam- Padang. Kolaborasi Pada Dua Rute Lintas Provinsi Memperkuat Kapasitas Jaringan Untuk Mendukung Pertumbuhan Trafik Data dan Layanan Digital