Muhammad Najib : Fungsi Edukasi Media Massa Harus Diperbaiki dan Diperkuat

Ir. Muhammad Najib, M. Sc., Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PAN (Partai Amanat Nasional)
Jakarta. Seputar Nusantara. Kebebasan pers adalah kebebasan media komunikasi baik melalui media cetak maupun melalui media elektronik. Dengan demikian kebebasan pers merupakan suatu yang sangat fundamental dan penting dalam demokrasi karena menjadi pilar yang ke 4 setelah lembaga eksekutif, lembaga legislatif dan lembaga yudikatif.
Jadi, pers yang bebas berfungsi sebagai lembaga media atau aspirasi rakyat yang tidak bisa diartikulasikan oleh lembaga formal atau resmi, tetapi bisa diartikulasikan melalui pers atau media massa. Pers yang bebas tidak bertanggung jawab, sering menimbulkan dampak yang tidak baik bagi masyarakat. Dewasa ini, penggunaan pers atau media massa sebagai sarana komunikasi sangatlah menguntungkan karena kita bisa mendapatkan berita yang hangat dan cepat tanpa mengeluarkan uang yang banyak.
Media komunikasi modern seperti radio, televisi, online dan lainnya dengan mudah dapat kita gunakan. Dengan media komunikasi tersebut pertukaran nilai-nilai budaya antar bangsa akan cepat terjadi. Padahal belum tentu sesuai dengan budaya-budaya Indonesia. Program-program yang ditayangkan seperti kejahatan, perang dan hal-hal yang menjurus pornografi dapat menimbulkan dampak negatif yang menjurus pada kemerosotan moral masyarakat. Hal tersebut tentu dapat membahayakan bangsa ini, karena dampak yang ditimbulkan akan mengancam kesejahteraan, keamanan, kenyamanan dan kemakmuran rakyat.
Menurut Ir. Muhammad Najib, M. Sc., Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PAN (Partai Amanat Nasional), bahwa fungsi media pada dasarnya ada 3 yaitu sebagai penyebar informasi, pendidikan dan hiburan. Jadi tiga fungsi mendasar dari media tersebut harus benar- benar dilaksanakan oleh media massa.
Menurut Najib, sebetulnya eufora kebebasan berekspresi dan mengeluarkan pendapat dimulai pada era reformasi tahun 1998. Pada waktu itu, kita membuka pintu selebar- lebarnya bagi kebebasan berekspresi dan mengeluarkan pendapat. Kemudian pada tahun 1998 itu juga kebebasan Pers dibuka selebar- lebarnya. Kemudian hal tersebut dimanfaatkan oleh insan media, karena saat orde baru media dikontrol ketat dan dibelenggu oleh pemerintah.
” Namun, setelah 15 tahun kita melewati masa- masa ini, kita sudah kembali ke masa yang normal. Walaupun kita sudah mempuyai KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) yang bertugas mengontrol media massa, namun orang atau pihak yang sudah diberikan kebebasan seluas- luasnya kemudian dikurangi, akan sulit untuk mengurangi kebebasannya. Terkadang media massa justru menyerang pemerintah dan DPR yang sudah memberikan kran kebebasan kepada Pers,” ungkap Muhammad Najib kepada seputarnusantara.com di Gedung Nusatara 1 DPR- Senayan, pada Senin 27 Mei 2013.
Najib memaparkan, sebetulnya DPR sudah mulai mendorong agar kalangan media juga melakukan introspeksi diri. Karena tidak semua media nyaman dengan kondisi seperti sekarang ini, karena banyak sekali tayangan- tayangan di media khususnya Televisi yang tidak mendidik, bahkan bisa dikatakan merusak mental generasi muda kita. Juga tayangan tersebut terkadang memprovokasi keharmonisan di masyarakat, dan ini sangat beresiko terhadap suasana aman dan nyaman, termasuk juga akan berpengaruh terhadap investasi di Indonesia. Namun hal ini mulai disadari oleh kalangan media.
” Masalahnya adalah bagaimana memulainya, ternyata ini tidak mudah. Saya melihat, mulai ada kesadaran di kalangan media untuk membangun kesadaran bagi insannya agar mulai memperbaiki tayangan- tayangan yang tidak mendidik masyarakat. Juga masalah kode etik jurnalistik dan kode etik wartawan Indonesia yang harus dipatuhi. Dewan Pers juga harus berinisiatif untuk membangun kalangan media agar memperbaiki tayangan- tayangannya. Media juga harus melakukan konsolidasi baik ownernya maupun wartawannya untuk memperbaiki berita dan tayangannya,” tegas Politisi dari PAN ini.
Najib menjelaskan bahwa, dari sisi fungsi informasi dan hiburan, porsinya sudah cukup, tapi dari sisi fungsi media sebagai sarana pendidikan, masih kurang porsinya. Mestinya, semua tayangan media baik itu informasi, olah raga, edukasi maupun hiburan, dibalik itu semua ada fungsi pendidikannya.
Menurut Najib, faktor-faktor penyebab penyalahgunaan kebebasan berpendapat dan berbicara serta kebebasan Pers diantaranya adalah ; lebih mengutamakan kepentingan ekonomis (bisnis oriented, red.), campur tangan pihak ketiga, keberpihakan, kepribadian dan tidak mempertimbangkan kondisi sosial budaya masyarakat.
” Di barat ada aturan, kalau ada perisetiwa pembunuhan, secara fisik tidak boleh ditayangkan siapa yang terbunuh dan tayangan proses pembunuhannya. Bahkan darah yang tercecer-pun tidak boleh ditayangkan di media. Karena hal tersebut dapat mengundang sesuatu yang negatif. Tetapi di Indonesia peristiwa pembunuhan, pemerkosaan, bentrokan, justru dieksploitasi dan menjadi buruan media karena menjadi daya tarik tersendiri, ini yang harus diperbaiki,” ungkapnya.
” Saya kira, apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah dan Komisi I DPR sudah maksimal. Karena kalau melampaui batas, nanti akan dituduh membelenggu kebebasan Pers. Maka kami lebih mendorong kalangan media, baik itu owner maupun wartawannya untuk memperbaiki tayangan- tayangannya, agar media kita menjadi lebih baik,” pungkas Muhammad Najib dipenghujung wawancara. (Aziz)
BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.
Tulisan dengan Kategori Headline
- Pembangunan 2 Kantor Pemerintahan di Kabupaten Purworejo Dikebut Pekerjaannya Supaya Selesai Tepat Waktu, Schedule Percepatan yang Dibuat Bersama Supaya Ditepati dan Dijalankan dengan Disiplin oleh Penyedia Jasa
- Isu- Isu Miring Yang Beredar di Tengah-Tengah Masyarakat, Tidak Mempengaruhi Pelaksanaan Lelang di Purworejo, Karena Prosesnya Dijalankan Sesuai dengan Aturan Yang Berlaku
- Telkom Solution Raih Penghargaan Business Impact & Industry Growth Untuk Market B2B ICT di Indonesia. Penghargaan KGI Tegaskan Kontribusi Telkom Solution Bagi Transformasi Digital di Berbagai Industri
- Dorong Predictive Cyber Intelligence, MDI Ventures Milik PT. Telkom (Persero) Sabet Indonesia Cyber Security Excellence Award 2026. Investasi Strategis di CYFIRMA Memperluas Kolaborasi Solusi Keamanan Siber yang Inovatif di Indonesia
- Anggota MPR RI Heru Tjahjono : Keadilan Sosial Harus Dibuktikan dengan Kesempatan yang Sama dalam Mengikuti Pelatihan Kerja
- Polemik tentang Lelang Proyek di Purworejo Dapat Menunda Pekerjaan dan Dapat Menghambat Pembangunan di Daerah Purworejo
- TelkomGroup Mendorong Gaya Hidup Berkelanjutan Melalui Zero Plastic Movement. Sediakan Fasilitas Water Refill Station Bagi Para Karyawan dan Memperkuat Kolaborasi Komunitas hingga Pelaku Usaha
- Raih Golden Trophy dan The Most Committed GRC Leader 2026, Telkom Akses Perkuat Tata Kelola, Manajemen Risiko, Kepatuhan, dan ESG. Pertahankan Predikat Bintang 5 Tiga Tahun Berturut-turut, Tegaskan Komitmen GRC sebagai Fondasi Keberlanjutan Bisnis
- Polemik di Masyarakat Kabupaten Purworejo Terkait dengan Pemberitaan Mengenai Proses Tender, Sebaiknya Disudahi saja. Pihak- Pihak yang Memunculkan Polemik tersebut Sebaiknya Berhenti Memperpanjang Hal tersebut Karena Dapat Menciptakan Iklim yang Tidak Kondusif bagi Pembangunan Daerah
- FGD Dinas Perkimtan Kabupaten Purworejo Fokuskan pada Dukungan terhadap Program Pemerintah Pusat 3 Juta Rumah dan Bimbingan Teknis tentang Inovasi SIPERUMBAKPUR
- Seluruh Proses dan Mekanisme Pengadaan Barang dan Jasa di Kabupaten Purworejo Sudah Sesuai Dengan Regulasi Yang Berlaku dan Pemenang Tender Sudah Memenuhi Syarat Yang Ditentukan
- Dinas Perkimtan Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah Selenggarakan Kegiatan Sosialisasi dan DESK Pencairan Bantuan Sosial RTLH Tahun 2026
- TelkomGroup Optimalkan Aset Properti, Pastikan Kepentingan Perusahaan Tetap Terjaga. Rencana Pemanfaatan Ruang di GMP Membuka Peluang Revenue Baru dari Konektivitas Digital
- Telkom- Public Expose Live 2026 : Strategi PT. Telkom (Persero) Jaga Momentum Pertumbuhan, Tingkatkan Nilai Tambah dari Bisnis Infrastruktur Digital. Kinerja 1H26 Tumbuh Kuat, Didukung Monetisasi Bisnis Seluler, Disiplin Operasional, dan Optimalisasi Aset Strategis
- InfraNexia dan XLSMART Perluas Sinergi Infrastruktur, Dukung Pertumbuhan Jaringan Nasional. Manfaatkan Layanan Wavenexia, Metronexia, dan Infrastruktur Pasif Untuk Menjawab Pertumbuhan Kebutuhan Kapasitas di Berbagai Provinsi
- Telkom Property Pastikan Optimalisasi Aset Properti Tetap Berjalan Sesuai dengan Tata Kelola dan yang Memenuhi Prinsip Value Creation
- PT. Telkom (Persero) Perkuat Kolaborasi Pentahelix, Persiapkan Kedaulatan Digital di Universitas. Hadir di BATIC 2026 Melalui ignitePRO, TelkomGroup Bersiap Menjadi Pemain Segmen B2B ICT Terdepan di Kawasan
- PT. Telkom (Persero) Menghadirkan EduMind Wellbeing dan AI Camp di Makassar, Diikuti oleh 350 Peserta. Program Edukasi Pemanfaatan AI Secara Bijak dan Inovasi Digital Untuk Penguatan Resiliensi Emosi Bagi Pelajar Indonesia
- Polemik di Masyarakat Purworejo yang Muncul Terkait Pemberitaan Mengenai Proses Tender Sebaiknya Tidak Diperpanjang Lagi, Pihak yang Memunculkan Polemik tersebut Sebaiknya Turunkan Tensi
- Gunakan Layanan DWDM, Kolaborasi InfraNexia Milik PT. Telkom dan Lintasarta Perkuat Konektivitas Medan- Batam- Padang. Kolaborasi Pada Dua Rute Lintas Provinsi Memperkuat Kapasitas Jaringan Untuk Mendukung Pertumbuhan Trafik Data dan Layanan Digital