Aria Bima : Pemerintah Harus Berikan Subsidi Kepada Para Pengrajin Kedelai

Aria Bima, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI
Jakarta. Seputar Nusantara. Puluhan produsen tahu dan tempe di Sentra Produksi Tahu Cibuntu, Kota Bandung, merugi akibat naiknya harga kedelai yang mencapai Rp 9.950 per- kilogram, dari yang biasanya Rp 6.500 sampai Rp 7.500 per- kilogram.
Harga bahan baku pembuatan tahu dan tempe tersebut melonjak diperkirakan karena jatuhnya nilai rupiah terhadap dolar Amerika, padahal sebagian besar kedelai diimpor dari AS. Akibat kenaikan harga kedelai yang sudah berlangsung hampir seminggu ini, kawasan Cibuntu kini sepi dari aktivitas produksi. Sebagian produsen terpaksa menghentikan kegiatan produksi mereka karena terus-menerus mengalami kerugian hingga 60 persen.
Menurut Aria Bima, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, bahwa dengan kenaikan harga kedelai, seharusnya harga kedelai jangan begitu saja dilepas oleh pemerintah ke pasar. Karena kalau terus dilepas ke pasar, maka harganya aka melambung dan tidak dapat dijangkau oleh para pengrajin kedelai.
” Jadi, ini kan persoalan krisis dolar tidak tahu kapan selesainya. Sedangkan persoalan kedelai, merupakan bahan baku dari tahu dan tempe yang itu sebagiannya dibeli dengan dolar. Dan itu menyangkut kebutuhan rakyat banyak khususnya kalangan menengah kebawah kaitannya dengan pemenuhan gizi dan protein nabati,” ungkap Aria Bima kepada seputarnusantara.com di gedung Nusantara 1 DPR- Senayan, pada Rabu 28 Agustus 2013.
Menurut Aria Bima, seharusnya pemerintah memberikan subsidi kepada rakyat agar harga kedelai dapat terjangkau. Yang menurut para pengrajin kedelai, baik itu pengrajin yang mempunyai alat produksi maupun pengrajin yang menyewa alat produksi, itu harga kedelai bisa terjangkau misalnya Rp 7.000,-/ kg.
” Kalau sekarang ini kan harga kedelai mencapai angka Rp 9.000,- sampai Rp 10.000,-/ kg, dipastikan tidak akan bisa menutup biaya produksi. Tapi logika daya beli masyarakat adalah bahwa tahu dan tempe ini mampu dibeli masyarakat, karena masyarakat tidak mampu membeli daging untuk memenuhi kebutuhan protein hewani,” tegas Aria Bima, Politisi PDI Perjuangan ini dengan lantang.
Lebih lanjut Aria Bima memaparkan, bahwa pemerintah harus tahu persoalan tersebut. Sebab kalau masyarakat tidak mampu memenuhi kebutuhan akan gizi nabati dari tahu dan tempe, maka dikhawatirkan human invesment kedepan akan menurun, karena banyak rakyat yang akan mengalami gizi buruk.
” Human investment manusia Indonesia kedepan akan diisi oleh orang- orang yang bergizi buruk dan ini sangat berbahaya. Untuk investasi kedepan bagi manusia Indonesia, ini sangat berbahaya karena mempunyai rakyat yang bergizi buruk. Maka pemerintah harus memberikan subsidi kepada rakyat, kasih aja subsidi Rp 2.000,-/ kg untuk 3 bulan kedepan. Kalau 3 bulan berarti Rp 800 Miliar subsidinya,” ungkapnya.
Karena menurutnya, import kedelai Indonesia 1,7 Juta ton/ tahun, dari kemampuan produksi kedelai nasional sebesar 800 ribu ton/ tahun. Padahal kebutuhan kedelai nasional sebesar 2,5 Juta ton/ tahunnya, maka seharusnya Bulog melakukan import kemudian rakyat dikasih subsidi Rp 2.000,-/ kg. Sehingga kita bisa menolong pengrajin tahu dan tempe.
” Sekarang ini, para pengrajin yang tidak memiliki alat produksi alias sewa, itu sudah tidak berani produksi. Yang berani produksi sekarang ini adalah para pengrajin yang memiliki alat produksi, dengan catatan supaya nggak tutup. Karena kalau menaikkan harga tahu dan tempe, tidak akan laku karena daya beli masyarakat lemah. Kalau pemerintah tidak melakukan intervensi dan membiarkan pasar bergerak, maka dikhawatirkan pengusaha tahu dan tempe akan gulung tikar alias tutup,” pungkas Aria Bima di penghujung wawancara. (Aziz)
BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.
Tulisan dengan Kategori Headline
- Pembangunan 2 Kantor Pemerintahan di Kabupaten Purworejo Dikebut Pekerjaannya Supaya Selesai Tepat Waktu, Schedule Percepatan yang Dibuat Bersama Supaya Ditepati dan Dijalankan dengan Disiplin oleh Penyedia Jasa
- Isu- Isu Miring Yang Beredar di Tengah-Tengah Masyarakat, Tidak Mempengaruhi Pelaksanaan Lelang di Purworejo, Karena Prosesnya Dijalankan Sesuai dengan Aturan Yang Berlaku
- Telkom Solution Raih Penghargaan Business Impact & Industry Growth Untuk Market B2B ICT di Indonesia. Penghargaan KGI Tegaskan Kontribusi Telkom Solution Bagi Transformasi Digital di Berbagai Industri
- Dorong Predictive Cyber Intelligence, MDI Ventures Milik PT. Telkom (Persero) Sabet Indonesia Cyber Security Excellence Award 2026. Investasi Strategis di CYFIRMA Memperluas Kolaborasi Solusi Keamanan Siber yang Inovatif di Indonesia
- Anggota MPR RI Heru Tjahjono : Keadilan Sosial Harus Dibuktikan dengan Kesempatan yang Sama dalam Mengikuti Pelatihan Kerja
- Polemik tentang Lelang Proyek di Purworejo Dapat Menunda Pekerjaan dan Dapat Menghambat Pembangunan di Daerah Purworejo
- TelkomGroup Mendorong Gaya Hidup Berkelanjutan Melalui Zero Plastic Movement. Sediakan Fasilitas Water Refill Station Bagi Para Karyawan dan Memperkuat Kolaborasi Komunitas hingga Pelaku Usaha
- Raih Golden Trophy dan The Most Committed GRC Leader 2026, Telkom Akses Perkuat Tata Kelola, Manajemen Risiko, Kepatuhan, dan ESG. Pertahankan Predikat Bintang 5 Tiga Tahun Berturut-turut, Tegaskan Komitmen GRC sebagai Fondasi Keberlanjutan Bisnis
- Polemik di Masyarakat Kabupaten Purworejo Terkait dengan Pemberitaan Mengenai Proses Tender, Sebaiknya Disudahi saja. Pihak- Pihak yang Memunculkan Polemik tersebut Sebaiknya Berhenti Memperpanjang Hal tersebut Karena Dapat Menciptakan Iklim yang Tidak Kondusif bagi Pembangunan Daerah
- FGD Dinas Perkimtan Kabupaten Purworejo Fokuskan pada Dukungan terhadap Program Pemerintah Pusat 3 Juta Rumah dan Bimbingan Teknis tentang Inovasi SIPERUMBAKPUR
- Seluruh Proses dan Mekanisme Pengadaan Barang dan Jasa di Kabupaten Purworejo Sudah Sesuai Dengan Regulasi Yang Berlaku dan Pemenang Tender Sudah Memenuhi Syarat Yang Ditentukan
- Dinas Perkimtan Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah Selenggarakan Kegiatan Sosialisasi dan DESK Pencairan Bantuan Sosial RTLH Tahun 2026
- TelkomGroup Optimalkan Aset Properti, Pastikan Kepentingan Perusahaan Tetap Terjaga. Rencana Pemanfaatan Ruang di GMP Membuka Peluang Revenue Baru dari Konektivitas Digital
- Telkom- Public Expose Live 2026 : Strategi PT. Telkom (Persero) Jaga Momentum Pertumbuhan, Tingkatkan Nilai Tambah dari Bisnis Infrastruktur Digital. Kinerja 1H26 Tumbuh Kuat, Didukung Monetisasi Bisnis Seluler, Disiplin Operasional, dan Optimalisasi Aset Strategis
- InfraNexia dan XLSMART Perluas Sinergi Infrastruktur, Dukung Pertumbuhan Jaringan Nasional. Manfaatkan Layanan Wavenexia, Metronexia, dan Infrastruktur Pasif Untuk Menjawab Pertumbuhan Kebutuhan Kapasitas di Berbagai Provinsi
- Telkom Property Pastikan Optimalisasi Aset Properti Tetap Berjalan Sesuai dengan Tata Kelola dan yang Memenuhi Prinsip Value Creation
- PT. Telkom (Persero) Perkuat Kolaborasi Pentahelix, Persiapkan Kedaulatan Digital di Universitas. Hadir di BATIC 2026 Melalui ignitePRO, TelkomGroup Bersiap Menjadi Pemain Segmen B2B ICT Terdepan di Kawasan
- PT. Telkom (Persero) Menghadirkan EduMind Wellbeing dan AI Camp di Makassar, Diikuti oleh 350 Peserta. Program Edukasi Pemanfaatan AI Secara Bijak dan Inovasi Digital Untuk Penguatan Resiliensi Emosi Bagi Pelajar Indonesia
- Polemik di Masyarakat Purworejo yang Muncul Terkait Pemberitaan Mengenai Proses Tender Sebaiknya Tidak Diperpanjang Lagi, Pihak yang Memunculkan Polemik tersebut Sebaiknya Turunkan Tensi
- Gunakan Layanan DWDM, Kolaborasi InfraNexia Milik PT. Telkom dan Lintasarta Perkuat Konektivitas Medan- Batam- Padang. Kolaborasi Pada Dua Rute Lintas Provinsi Memperkuat Kapasitas Jaringan Untuk Mendukung Pertumbuhan Trafik Data dan Layanan Digital