Totok Daryanto : Program LCGC Kebijakan Baik, Dilakukan Pada Waktu Yang Salah

H. Totok Daryanto, SE., Anggota Komisi VII DPR RI
Jakarta. Seputar Nusantara. Pada tahun 2013 ini, program produksi mobil murah dan ramah lingkungan atau dikenal dengan Low Cost and Green Car (LCGC) semakin mendekati kenyataan. Menurut Budi Darmadi, Dirjen Industri Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, bahwa pada tahun 2013 ini produksi LCGC ditargetkan mencapai 40 ribu unit.
Menurut H. Totok Daryanto, SE., Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PAN (Partai Amanat Nasional), bahwa program mobil murah dan ramah lingkungan ini merupakan kebijakan yang baik tetapi dilakukan pada waktu yang salah. Sama seperti ketika harga BBM dinaikkan, mestinya sudah sejak lama BBM dinaikkan, tetapi mengapa menaikkan BBM saat menjelang bulan puasa Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri, sehingga beban ekonomi menjadi sangat berat.
” Nah sekarang ini, ketika isu kemacetan dan juga belum tersedianya transportasi massal yang baik, baik itu di Ibukota Jakarta maupun di daerah, tiba- tiba muncul program mobil murah. Bahkan saya menyaksikan di kota-kota besar lainnya sudah menyerupai Jakarta. Jadi kemacetan ini sudah menjadi kendala dan penyakit di kota- kota besar seluruh Indonesia. Di Malang, Surabaya, Bandung dan bahkan Bogor, saya mendapati kemacetan,” ungkap Totok Daryanto kepada seputarnusantara.com di Gedung Nusantara 1 DPR- Senayan, pada Selasa 24 September 2013.
Lebih lanjut Totok menjelaskan, jadi mestinya kemacetan diatasi dulu, kalau transportasi massal sudah berjalan dengan baik, maka kemudian kebijakan LCGC akan diterima oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Karena sebenarnya LCGC ini memang sudah lama dirindukan oleh golongan menengah kebawah. Dari dulu masyarakat complain mengapa mobil harganya mahal, sementara di negara- negara lain harga mobil sudah murah. Dan sekarang ini akan dilaksanakan program LCGC.
” Pertimbangan mobil murah atau LCGC ini karena disamping efisien, murah juga ramah lingkungan. Kemudian ini diberi insentif. Jadi momentumnya saja yang tidak tepat mengadakan LCGC, mestinya transportasi massal diperbaiki terlebih dahulu, baru mobil murah diluncurkan. Jadi ini tujuan yang baik, tetapi dilaksanakan pada waktu yang tidak tepat,” tegas Totok Daryanto.
Totok memaparkan bahwa, pandangan adanya diskriminasi antara golongan kaya dan golongan menengah kebawah, dia menegaskan mestinya dari dulu LCGC ini diadakan di Indonesia. Mengapa baru sekarang dilaksanakan disaat isu kemacetan sedang disorot? Disaat Pemprov DKI Jakarta sedang berupaya mengatasi kemacetan dengan program monorail, mass rappid transportations (MRT), kemudian tiba- tiba muncul isu mobil murah dan itu didukung dengan publikasi yang sangat luar biasa sehingga menjadi daya tarik masyarakat.
” Ini menjadi seolah- olah mensabotase program mengatasi kemacetan, jadi ada kesan seperti itu. Kita menghimbau agar persoalan mengatasi kemacetan ini betul- betul menjadi fokus pemerintah. Jangan getol menggulirkan mobil murah yang seolah- olah berpihak kepada rakyat kalangan bawah, tapi mengabaikan masalah kemacetan, karena problem kemacetan merupakan tanggung- jawab pemerintah. Jadi kita tidak menentang kebijakan LCGC ini, tapi yang kita desak adalah bagaimana pemerintah segera mengatasi problem kemacetan lalu- lintas,” ungkap Totok.
Selanjutnya Totok menegaskan, kita ingin menagih janji pemerintah mengenai mobil nasional (mobnas). Ada tidak kesinambungan antara LCGC ini dengan mobnas? Ini seperti tiba- tiba dan dibuat pendadakan, kebijakan ini tiba- tiba muncul dan menjadi booming. Sebenarnya keinginan pemerintah itu seperti apa? Mau dibawa kemana arah mobnas itu, apakah ada kaitan antara LCGC dengan mobnas? Tetapi kita tidak melihat ada keterkaitan antara LCGC dengan mobnas.
” Kalau kita lihat, LCGC ini kan dari merk- merk mobil asing. Dan kita juga harus menkaji dengan kritis, apakah komponen- komponen LCGC itu impor? Nah kalau impor berarti akan menekan devisa kita. Itu juga menjadi kebijakan yang salah lagi. Sementara rupiah kita tertekan dengan dollar, ekspor kita juga sudah devisit, ditambah lagi dengan impor komponen LCGC ini, kalau komponennya dari luar. Jadi mestinya banyak persyaratan yang harus dipenuhi ketika program LCGC ini akan digulirkan,” pungkas Totok Daryanto dipenghujung wawancara. (Aziz)
BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.
Tulisan dengan Kategori Headline
- SCALA by Metranet Milik PT. Telkom (Persero) Dukung Pemprov Bali Sebagai Pelopor Adopsi Infrastruktur Penyiaran Terintegrasi. Sinergi TelkomGroup dan Pemprov Bali Hadirkan Layanan Televisi Digital Yang Andal
- Anggota DPRD Kabupaten Purworejo Roni Sumhastomo : Jadikan Momentum Hari Jadi Kabupaten Purworejo Yang Ke- 195 Sebagai Karya Nyata Mewujudkan Kemajuan Pembangunan dan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Purworejo
- Roni Sumhastomo Tegaskan Bahwa APBD Kabupaten Purworejo Tahun 2026 Mendukung Visi dan Misi Bupati serta Dalam Rangka Mensukseskan RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) periode 2025 – 2029
- PT. Telkom (Persero) Menggandeng Tech Giants Untuk Memperkuat Daya Saing SMK Telkom. Kolaborasi Global Dorong Kesiapan Talenta Vokasi dalam Menghadapi Industri Digital
- Di WEF Davos 2026, PT. Telkom (Persero) Paparkan Strategi Digital Untuk Pembangunan Indonesia. TelkomGroup Perkuat Keandalan Infrastruktur dan Konektivitas Dalam Mendorong Transformasi Ekonomi Digital Indonesia
- Buah Transformasi, Telkomsigma Raih “Growth Partner of the Year 2025” dari Alibaba Cloud. Penghargaan ini Memperkuat Komitmen Telkomsigma Dalam Menghadirkan Solusi IT, Cloud, dan Digital Services Bagi Pelanggan B2B
- Dinas Perkimtan (Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan) Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah Telah Menyiapkan Empat Program Prioritas Guna Mendukung Visi dan Misi Bupati Purworejo
- PT. Telkom Gandeng Mitra Global Untuk Akselerasi Transformasi Digital Bank Pembangunan Daerah. Kerjasama Strategis ini Hadirkan Solusi Digital Secara end-to-end Untuk Tingkatkan Kapabilitas BPD Anggota Asbanda
- Nuon Milik PT. Telkom (Persero) Mendorong Gaya Hidup Berkelanjutan Melalui Program ‘Thrift & Give’. Rayakan HUT ke- 15, Nuon Libatkan Karyawan Untuk Mewujudkan Komitmen ESG
- Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Purworejo Laksanakan Berbagai Program Kegiatan Untuk Menunjang Pengamanan
- Rutan Kelas IIB Purworejo- Provinsi Jawa Tengah Selenggarakan Kegiatan Cek Kesehatan Gratis dan Bakti Sosial bagi Keluarga WBP dan Masyarakat Sekitar
- Finnet Milik PT. Telkom Raih Predikat “Trusted Company” pada CGPI 2025. Perkuat Posisi Sebagai Perusahaan Berintegritas dan Terpercaya, Finnet Tegaskan Komitmen GCG sebagai Fondasi Pertumbuhan Berkelanjutan
- Dukung Transformasi Digital Pendidikan Nasional, PIJAR Milik PT. Telkom Sukses Kawal Lebih Dari 85 Ribu Ujian Digital di 31 Provinsi. Pelaksanaan Ujian Diikuti Lebih dari 466 Ribu Siswa dari 680 Sekolah Secara Nasional
- Capaian Kinerja Fisik Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan Kabupaten Purworejo Mencapai 100 Persen, Sedangkan Realisasi Serapan Anggaran Mencapai Angka 94,53 Persen
- TelkomGroup Berhasil Rampungkan Infrastruktur di Sumatera, Jaringan dan Layanan Digital Kembali Normal. Telkom group Lanjutkan Penguatan Konektivitas dan Layanan Serta Dukungan Berkelanjutan Bagi Masyarakat di Fase Normalisasi Pasca Bencana
- Kolaborasi PT. Telkom (Persero) dan Alibaba Cloud Perkuat Ekosistem Talenta AI Indonesia. AI Talent Development Roadshow Digelar di Lima Kota Untuk Mempercepat Kesiapan Talenta Digital Menghadapi Kebutuhan Industri
- PT. Telkom (Persero) Bergerak Salurkan Bantuan dan Kegiatan Bakti Sosial Untuk Pemulihan Sarana Umum di Aceh. Dukungan Menyeluruh Bagi Anak dan Masyarakat Melalui Bantuan Pendidikan, Logistik, Fasilitas Publik, dan Pendampingan Psikososial
- Stunting Action Hub Antarkan Telkom Meraih Penghargaan di ICCS Summit 2025. Inisiatif ini Telah Memberikan Manfaat Kepada 591 Anak dan Orang Tua, Mendukung 975 Pengukuran Antropometri, serta Menyalurkan 7.586 Paket Makanan Yang Bergizi
- Kepala DPPPAPMD Kabupaten Purworejo- Jawa Tengah Tegaskan Bahwa Aparatur Desa Harus Sesuai Regulasi Dalam Mengelola Koperasi Desa Merah Putih
- Nuon Milik Telkom Sabet Penghargaan Creative Community Event Heroes di Ajang Marketeers Digital Marketing Heroes 2025. Kategori Creative Community Event Heroes Diberikan Kepada Nuon Atas Keberhasilan Behind The Game Area di Soundsfest 2025