H. Totok Daryanto : Dewan Energi Nasional (DEN) Harus Kreatif dan Inovatif

H. Totok Daryanto, SE., Anggota Komisi VII DPR RI
Jakarta. Seputar Nusantara. Dewan Energi Nasional atau DEN adalah suatu Dewan yang dibentuk oleh negara untuk mengurusi kebijakan-kebijakan di bidang energi yang bersifat lintas sektoral. Dewan Energi Nasional sesuai dengan amanat UU No. 30 Tahun 2007 bertugas : Merancang dan merumuskan kebijakan energi nasional untuk ditetapkan oleh pemerintah dengan persetujuan DPR, Menetapkan rencana umum energi nasional, Menetapkan langkah-langkah penanggulangan kondisi krisis dan darurat energi, dan Mengawasi pelaksanaan kebijakan di bidang energi yang bersifat lintas sektoral.
Menurut H. Totok Daryanto, SE., Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PAN (Partai Amanat Nasional), bahwa DEN itu sebetulnya merupakan Lembaga yang sangat strategis karena bisa menentukan kebijakan di bidang energi baik jangka pendek, menengah maupun jangka panjang untuk negara kita.
” Nah, memang benar, selama lima tahun ini DEN dinilai kurang berperan secara maksimal. Mungkin karena kurangnya inisiatif dari anggota DEN tersebut. Ke depan mereka harus didorong supaya mereka benar- benar berpikir berdasarkan pertimbangan- pertimbangan akademis dan objektif, sesuai dengan latar belakang mereka masing- masing untuk kepentingan kebijakan energi nasional kita, supaya bisa dimanfaatkan sebesar- besarnya untuk kemakmuran rakyat,” tegas Totok Daryanto kepada seputarnusantara.com di Gedung Nusantara 1 DPR- Senayan, pada Selasa 28 Januari 2014.
Totok memaparkan, DEN harus punya keberanian untuk mengambil kebijakan- kebijakan, kalau perlu berani melawan arus dengan Pemerintah dan pihak manapun. Seharusnya DEN tidak terlalu terjebak didalam pengaruh kekuasaan. DEN juga harus kreatif dan inovatif dalam menjalankan tugas bidang energi tersebut.
” Kalau kita berharap DEN bisa memecahkan masalah banjir menjadi sumber energi, itu terlalu berlebihan. Urus saja yang ada didepan mata. Kalau banjir itu persoalan yang bukan harus diatasi oleh DEN, itu tugas pemerintah. Bencana banjir itu karena regulasi kita yang tidak tegas, karena daerah yang seharusnya tidak ditempati penduduk, tetapi masih tetap dihuni oleh penduduk. Banjir itu bisa diatasi dengan 2 cara, pertama, mengendalikan banjir itu sendiri dan kedua, memindahkan penduduk di daerah banjir ke daerah yang aman dari banjir,” tegas Polistisi PAN ini.
Lebih lanjut Totok menjelaskan, yang harus diperhatikan oleh DEN itu adalah pertama, menyangkut kebijakan energi fosil. Energi fosil ini kan banyak terutama minyak dan batubara, yang sekarang masih tersedia melimpah adalah batubara. Sehingga yang harus dipikirkan oleh DEN adalah bagaimana agar batubara itu bisa dijadikan sumber energi. Kebijakannya seperti apa dari DEN? Itu harus dirumuskan, karena selama ini belum terlihat keberanian DEN mengenai masalah tersebut, mungkin karena banyak kepentingan disitu atau mungkin DEN mendapat tekanan dari pihak tertentu.
” Kemudian kedua, energi terbarukan. Kan rumusnya sudah jelas, bahwa energi terbarukan ini harus dipercepat. Baik itu dari panas bumi, matahari, angin, kemudian juga air. Kebijakan- kebijakan energi alternatif itu, mestinya ada insentif. Sekarang ini kan energi alternatif sangat diharapkan untuk menggantikan energi fosil, banyak ragamnya. Energi alternatif bisa dari tanaman semacam bioful, biogas, jarak dsb…Ini mesti menjadi perhatian dan harus ada insentif yang jelas. Prinsipnya, masyarakat bisa digerakkan melalui insentif, misalnya dari sisi harga, mestinya energi alternatif itu diberi harga yang merangsang supaya orang mau investasi disitu. Jangka panjangnya kalau investasi sudah pulih kemudian dikembalikan kepada harga yang normal. Jadi sekarang ini Pemerintah harus berani memberikan insentif kepada energi yang terbarukan,” pungkas Totok Daryanto di penghujung wawancara. (Aziz)
BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.
Tulisan dengan Kategori Headline
- Laporan Keuangan PT. Telkom (Persero) Semester I 2026 : Akselerasi Transformasi TLKM 30 : Pendapatan, EBITDA, dan Laba Bersih Normalisasi Telkom Tumbuh Kuat di Paruh Pertama 2026. Pendapatan Konsolidasi Meningkat 3,9% YoY, EBITDA Naik 3,8% YoY, Sementara Laba Bersih Normalisasi Tumbuh 6,2% YoY
- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo- Jawa Tengah Gelar Forum Rencana Kerja Perubahan Tahun 2026 dan Forum Rencana Kerja Tahun 2027 Untuk Memperkuat Sinergi Perencanaan Pembangunan Pendidikan dan Kebudayaan
- Komitmen Membangun Talenta Berkelanjutan Antar Telkom Raih Lestari Award 2026. Program People Development Plan Telkom Membangun Ekosistem Pengembangan Talenta Untuk Melahirkan Future-Ready Digital Leaders
- PT. Telkom (Persero) Gelar Forum Kolaborasi Nasional Untuk Memperkuat Kesiapan Post-Quantum Cryptography. Dorong Implementasi PQC di Indonesia Melalui Sinergi Pemerintah, Industri, Akademisi, dan Lembaga Strategis
- Kejaksaan Negeri dan DPRD Kabupaten Purworejo Digeruduk Pendemo Tuntut Penuntasan Kasus Korupsi Mini Zoo Yang Rugikan Uang Negara Rp 6,5 Miliar
- Perkuat Peran Penggiat Budaya di Masa Transformasi, PT. Telkom (Persero) Kembali Gelar Culture Festival TelkomGroup 2026. Bangun Ketangguhan Organisasi Melalui Budaya Yang Adaptif dan Relevan di Tengah Perubahan
- TelkomGroup, Nongsa Digital Park, dan BW Digital Perkuat Gerbang Digital Indonesia Melalui Sistem Kabel Laut NCC. Kolaborasi Strategis Untuk Memperkuat Posisi Batam Sebagai Hub Digital Yang Menghubungkan Indonesia-Singapura ke Pasar Global
- Lomba Burung Berkicau di Purworejo yang Memperebutkan Bupati Cup Digelar Sangat Meriah, Peserta dari Berbagai Kabupaten turut Meriahkan Lomba Para Pecinta Burung tersebut
- Lewat AIcosystem, Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional di InnoVibes 2026. Sinergi Lintas Sektor dan Inovasi Berkelanjutan Menjadi Fondasi Percepatan AI Sovereignty di Indonesia
- Pembangunan 2 Gedung Pemerintahan oleh Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) Kabupaten Purworejo- Jawa Tengah Harus Tepat Waktu, Tepat Mutu dan Tepat Manfaat
- Telkom CorpU Dorong Transformasi Talenta Melalui Forum CorpU Association Insight. Forum Kolaborasi Lintas Organisasi Untuk Memperkuat Ekosistem Pengembangan Talenta Melalui Pembelajaran Adaptif dan Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI)
- Sekretaris DPRD Kabupaten Purworejo Tegaskan Bahwa Rancangan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Kabupaten Purworejo Tahun Anggaran 2027 Sesuai Dengan Ketentuan Peraturan Pemerintah dan Akan Selesai Tepat Waktu
- Kantor Pemadam Kebakaran Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah Telah Selamatkan 29 Rumah dan Industri Yang Terbakar Selama 1 Semester Tahun 2026. Penyelamatan Non Kebakaran Juga Intensif Dilaksanakan Untuk Membantu Masyarakat Yang Membutuhkan
- PT. Telkom (Persero) Perkuat Ekosistem Talenta Digital dan Inovasi Global Melalui Kolaborasi Telkom University–National University of Singapore. Langkah Strategis Dalam Membangun Pipeline Talenta Digital Berkelas Dunia Melalui Kolaborasi Pendidikan, Riset, dan Inovasi Lintas Negara
- 61 Tahun Telkom Indonesia, Gelorakan Semangat Transformasi Digital Nasional. Semarak Puncak Perayaan HUT Telkom, Hadirkan Gerakan Digital Bagi UMKM Hingga Kompetisi AI Untuk Kreator Lokal
- PT. Telkom (Persero) Tuntaskan Streamlining 10 Entitas, Percepat Transformasi Menuju Strategic Holding. Bagian dari Langkah Akselerasi Eksekusi Strategi TLKM 30 Untuk Membangun Struktur Organisasi yang Lebih Ramping, Efisien, dan Bernilai Tinggi
- Telkom Perkuat Transformasi Digital UMKM di Wilayah 3T Melalui Program Rural Youth AI Facilitator. Dengan Memberdayakan Talenta Muda Lokal, Program TJSL Telkom Mendorong Literasi Digital UMKM di Papua Barat Daya
- Telkom Akses Tingkatkan Kompetensi SDM Digital di Wilayah 3T Melalui Program CSR Fiber Academy. Perkuat Pendidikan Vokasi Melalui Fasilitas Laboratorium Fiber Optik dan Sertifikasi Kompetensi Bagi Guru SMK
- 6 Tahun Innovillage, Telkom Cetak Ribuan Inovator Muda dari 22 Provinsi. Lebih dari 10.664 Talenta Digital Muda Berpartisipasi Ciptakan Inovasi Sosial dan Teknologi Berkelanjutan
- Hadirkan Explorise Q2 2026, MDI Ventures Milik PT. Telkom (Persero) Akselerasi Kolaborasi Startup dan Enterprise Untuk Ciptakan Sinergi Bisnis Lintas Sektor. Ajang Business Matchmaking Sebagai Upaya Perluas Akses Startup Terhadap Pelanggan, Mitra Strategis, dan Peluang Pertumbuhan Bisnis