H. Muchtar Amma : Ingin Manfaatkan Sisa Hidup Untuk Kepentingan Rakyat
Drs. H. Muchtar Amma, MM., Anggota Fraksi Partai Hanura (Hati Nurani Rakyat) DPR RI
Jakarta. Seputar Nusantara. Pertarungan Caleg DPR RI periode 2014- 2019 untuk lolos menuju Senayan turut diramaikan oleh Caleg incumbent yaitu sekitar 90 persen yang maju lagi. Para Caleg yang sekarang masih menjabat sebagai anggota DPR RI tentu punya tujuan masing- masing mengapa diriya kembali mencalonkan diri menjadi Anggota DPR RI untuk periode berikutnya.
Salah satu Caleg incumbent adalah Drs. H. Muchtar Amma, MM., Anggota Fraksi Partai Hanura (Hati Nurani Rakyat) DPR RI. Pada Pemilu 2014 nanti, Muchtar Amma maju dari daerah pemilihan Sulawesi Selatan 3 yang meliputi : Kota Sidendrang Rapang, Kabupaten Enrekang, Kabupaten Luwu, Kabupaten Tanah Toraja, Kabupaten Luwu Utara, Kabupaten Luwu Timur, Kabupaten Pinrang, dan Kota Palopo.
Muchtar Amma lahir di Rappang pada tanggal 24 Juli 1950. Pria ini pada Pemilu 2014 nanti berada pada posisi nomor urut 1 daerah pemilihan Sulawesi Selatan 3. Muchtar Amma dikaruniai 3 orang anak dan 1 orang istri bernama Hj. Hasniah Kamil. Sebagai anggota DPR RI periode 2009- 2014 dari Fraksi Partai Hanura, sudah barang tentu tokoh yang satu ini sudah sangat dikenal di daerah pemilihannya.
Motivasinya kembali maju menjadi Anggota DPR RI periode 2014- 2019 adalah pertama, karena permintaan Partai Hanura untuk mencalonkan kembali dirinya menjadi Caleg DPR RI, kedua, karena jiwanya adalah pekerja maka ketika hanya satu periode menjadi anggota DPR, berarti harus berhenti bekerja. Padahal, niat awal menjadi anggota DPR setelah dia pensiun dari PNS (Pegawai Negeri Sipil) adalah bagaimana supaya bisa berbuat untuk kepentingan rakyat.
” Niat awal saya menjadi anggota DPR adalah bagaimana memanfaatkan sisa umur saya untuk berbuat bagi kepentingan orang banyak, hanya itu cita- cita saya. Jadi saya tidak pernah berpikir bagaimana saya mencari rejeki di DPR apalagi dengan cara- cara yang tidak halal, itu tidak akan mungkin saya lakukan. Karena saya yakin dan percaya bahwa rejeki itu sudah diatur dan ditentukan oleh Sang Maha Kuasa,” ungkap Muchtar Amma kepada seputarnusantara.com di Gedung Nusantara 1 DPR RI- Senayan, pada Selasa 4 Maret 2014.
Menurutnya, mengapa selama ini banyak anggota DPR yang bermasalah? Karena orang- orang tersebut melihat kesilauan- kesilauan akan harta, sehingga mereka memanfaatkan segala sesuatu yang sebetulnya bukan rejeki/ hak dia. Dengan kekuasaan, kemampuan dan kesempatan yang mereka miliki, dilakukanlah perbuatan yang melanggar hukum tanpa memikirkan akibatnya.
” Saya mohon maaf kepada adik- adik yang masih muda, kalau dilihat, dari sekian banyak orang yang bermasalah hukum justru umurnya relatif muda. Juga termasuk di institusi saya dulu di Direktorat Pajak, justru yang bermasalah umurnya rata- rata dibawah 40 tahun. Di politikpun juga seperti itu, politisi yang bermasalah kebanyakan berumur muda, jarang yang berusia lanjut. Apakah karena memang yang berusia lanjut ini tidak punya niat melakukan, atau memang tidak diberi keempatan untuk melakukan, saya tidak tahu,” tegas Politisi Partai Hanura ini.
Karena, lanjutnya, di dalam korupsi itu memang ada beberapa kategori. Baru bisa dikatakan orang itu bersih, kalau tidak terpengaruh terhadap kekuasaannya dan ketika diberi kesempatan berkuasa ternyata tetap tidak melakukan korupsi. Ada kategori orang yang korupsi tetapi tidak ketahuan, sehingga dia selamat. Kemudian ada orang yang melakukan korupsi dan ketahuan, maka celaka dia. Tetapi memang ada orang yang belum diberi kesempatan.
” Ini pengalaman di lapangan dan kenyataan, banyak orang ketika belum diberi kesempatan berkuasa, dia berkoar- koar bahwa tidak ada satupun orang lain yang benar, sepertinya dia saja yang benar. Tetapi ketika diberi kesempatan berkuasa, dia tidak bisa melakukan apa- apa, bahkan cenderung melakukan pelanggaran hukum, sehingga bermasalah, ini kenyataan dan banyak sekali terjadi. Tidak peduli dia akademisi atau bahkan agamais, bisa saja terjadi karena memang baru diberi kesempatan,” terang Muchtar Amma.
” Saya tidak mengatakan bahwa diri saya bersih, namun saya sudah teruji semenjak menjadi pegawai Pajak lebih dari 30 tahun. Padahal banyak sekali godaan- godaan ketika bekerja di Pajak. Tetapi Alhamdulillah sampai saya pensiun, tidak meninggalkan masalah. Bukan berarti tidak punya kesalahan, tetapi saya tidak meninggalkan pekerjaan saya yang bermasalah. Lebih- lebih setelah saya masuk di DPR ini, godaannya lebih besar dan sebenarnya kita punya kesempatan untuk melakukan hal- hal itu. Karena DPR ini dianggapnya super, seakan- akan kalau kita ngomong orang takut, padahal tidak seperti itu. Kalau saya tidak akan tergoda hal- hal seperti itu,” tambahnya.
Muchtar Amma menceritakan, kalau dirinya sedang tidak butuh sopir, maka dia akan menyetir sendiri mobilnya. Rata- rata anggota DPR kalau keluar daerah menggunakan ajudan, kalau dirinya tidak pernah menggunakan fasilitas pengawalan. Pengalaman dirinya, kalau seseorang sudah terbiasa menggunakan fasilitas negara berkaitan dengan jabatannnya itu, tetapi setelah tidak menjabat akan banyak mengalami kendala, seperti sakit dan sebagainya. Karena mereka biasa dilayani, kemudian setelah tidak menjabat tidak dilayani.
” Kalau dulu saya di PNS, memang fasilitas- fasilitas banyak, tetapi saya tidak terlampau memanfaatkan kecuali dalam hal- hal tertentu saja, kenapa? Karena saya berpikir jangka panjang, pasti suatu saat saya akan meninggalkan jabatan itu. Jadi ketika saya pensiun tidak berpengaruh sama sekali, karena sudah terbiasa membawa mobil sendiri, dan tidak pernah dilayani secara berlebihan, maka ketika saya tidak dapat fasilitas itu ya tidak masalah, sehingga tidak ada post power syndrome dalam diri saya,” ungkap Muchtar Amma.
Di DPR, menurutnya, kalau mau memanfaatkan fasilitas negara juga banyak. Ketika mau jalan tinggal telpon Polisi minta pengawalan, padahal fasilitas itu dibayar dengan uang negara yang merupakan uang rakyat. Kalau anggota DPR tidak menggunakan fasilitas pengawalan yang dibayar negara, sudah barang tentu bisa melakukan penghematan keuangan negara.
” Kalau saya justru tidak merasa bebas ketika dikawal Polisi. Karena menjadi terbatas gerakan saya, seperti ketika mau singgah ataupun ketemu masyarakat menjadi terbatas. Apalagi kalau kita mau kunjungan ke daerah, belum tentu Polisinya siap, justru bisa jadi menakut- nakuti bahwa daerah tersebut tidak aman, berarti saya tidak bebas ketemu konstituen saya di daerah tersebut. Saya kira sederhana saja, kalau memang nanti terpilih lagi, saya cuma ingin memanfaatkan sisa hidup saya ini untuk kepentingan orang banyak, hanya itu tujuan saya. Dan itu keluarga saya sudah paham betul, sehingga mereka tidak mengharapkan sesuatu yang lebih ketika saya menjadi anggota DPR lagi, jadi biasa saja keluarga saya,” pungkas Muchtar Amma di penghujung wawancara. (Aziz)
BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.
Tulisan dengan Kategori Headline
- Telkom Akses Kerahkan Lebih Dari 20 Ribu Teknisi Untuk Jaga Kualitas Jaringan Jelang Hari Raya Idul Fitri. Posko Terintegrasi, Kesiapan Logistik, dan Penguatan Koordinasi Operasional Dilakukan Untuk Memastikan Layanan Telekomunikasi Tetap Prima
- Mudik Nyaman Bersama BUMN dan Danantara Tahun 2026 : TelkomGroup Melepas Ribuan Pemudik Rayakan Lebaran di Kampung Halaman. Dukung Kelancaran Mobilitas Melalui 27 Bus Ramah Lingkungan dan 3 Kapal Laut serta Pastikan Keandalan Jaringan Selama Periode Idul Fitri
- Rutan Kelas IIB Purworejo- Provinsi Jawa Tengah Mengusulkan Sebanyak 123 Narapidana Terima Remisi Hari Raya Idul Fitri 1447 H/ 2026 M
- Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Desa Kauman, Heru Tjahjono Soroti Pentingnya Ketahanan Sosial di Bidang Kesehatan dan Ketenagakerjaan
- Telkom Bangun Masa Depan Ekonomi Inklusif Lewat Pendampingan dan Pemberdayaan Perempuan Penggerak UMKM. Program Pembinaan Telkom Membuka Peluang Bagi Pelaku Usaha Perempuan Untuk Tumbuh dan Memperluas Pasar di Era Digital
- TelkomGroup dan Huawei Teken MoU Strategis Untuk Memperkuat Infrastruktur Digital dan Ekosistem Data Center. Bersama NeutraDC, Kolaborasi ini Membuka Peluang Pengembangan Ekosistem Data Center, Cloud, serta Penguatan Kapabilitas Teknologi dan Talenta Digital
- Sosialisasi Empat Pilar MPR di Tulungagung, DR. Heru Tjahjono Tekankan Pentingnya Ketahanan Sosial di Bidang Kesehatan dan Ketenagakerjaan
- Kolaborasi TelkomGroup dan Komdigi Jaga Keandalan Layanan dan Infrastruktur Jaringan Nasional Jelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Tingkatkan Kapasitas Jaringan hingga 60,7 Tbps dan Operasikan Posko SIAGA RAFI dengan Dukungan Sebanyak 13.700 Personel
- TelkomGroup Gandeng F5 Hadirkan Solusi AI-Secure Connectivity Melalui Data Center Untuk Ekosistem Digital Indonesia. Integrasikan Kapabilitas Data Center dan Security Berbasis AI Guna Menghadirkan Managed Services Yang Andal Untuk Mendukung Transformasi Digital
- Satu Tahun Danantara Indonesia : Memperkuat Fondasi Untuk Masa Depan Generasi Indonesia. Transformasi TelkomGroup Untuk Terus Meningkatkan Nilai, dari Penguatan Tata Kelola hingga Kontribusi Nyata Bagi Masyarakat
- PDAM Tirta Perwitasari Purworejo Selenggarakan Acara Buka Puasa Bersama dan Ramah Tamah dengan Awak Media dan LSM se- Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah
- Fokus Eksekusi Strategi TLKM 30, Telkom Dorong Penguatan Fundamental dan Tata Kelola Perusahaan. Peningkatan Disiplin Operasional, Penataan Portofolio, dan Pembentukan Strategic Holding Menjadi Fondasi Untuk Menciptakan Valuasi Bisnis Yang Lebih Tinggi
- TelkomMetra Lakukan Penataan Portofolio Bisnis, AdMedika Group Siap Masuki Fase Pertumbuhan Baru ke Kancah Regional dibawah Fullerton Health. Langkah Divestasi Strategis Guna Memperkuat Fundamental TelkomGroup Sebagai Holding Utama dan Fokus Pada Core Business Telekomunikasi dan Digital
- PT. Telkom (Persero) Gelar GoZero% Innovation Festival, Dorong Solusi Nyata Pengelolaan Limbah. Wadah inovasi ESG Karyawan di Seluruh Telkom Regional Untuk Menghadirkan Solusi Yang Aplikatif dan Berkelanjutan
- Menapak 4 Tahun, NeutraDC Kokohkan Fondasi Digital Ecosystem Hub. Memperluas Kapasitas Infrastruktur AI-Ready dan Konektivitas Regional Untuk Mendukung Posisi Indonesia Dalam Ekosistem Digital Asia Pasifik
- CEO TelkomGroup Tinjau Kesiapan Infrastruktur dan Layanan Digital Jelang Hari Raya Idul Fitri. Rangkaian Kegiatan TelkomGroup Siaga RAFI 2026 Turut Salurkan Bantuan Sosial Senilai Rp 2 Miliar
- Telkomgroup Melalui Mitratel dan AALTO Melanjutkan Kolaborasi Strategis Dalam Pengembangan Stratospace dan Infrastruktur Telekomunikasi di Indonesia. Eksplorasi Konektivitas non-Terestrial Untuk Memperluas Jangkauan dan Meningkatkan Keandalan Jaringan Nasional
- Mudik Gratis Idul Fitri Tahun 2026 : Telkom Mulai Buka Pendaftaran, Siapkan 27 Bus dan 3 Rute Kapal Laut Untuk Pemudik. Pendaftaran Dibuka Tanggal 3 Maret 2026 melalui laman resmi https://mudik2026.telkomgroup.id/
- Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah Menekankan Agar Masyarakat Hati- hati dan Waspada terhadap Potensi Terjadinya Kebakaran
- Finnet Milik PT. Telkom (Persero) dan KP2MI Perkuat Sinergi Digitalisasi Layanan Bagi Pekerja Migran Indonesia. Kolaborasi Strategis Perluas Inklusi Keuangan dan Perkuat Ekosistem Pembayaran Digital Nasional