DR. Fredrich Yunadi : Sistem Pemilu Harus Dirubah Total Agar Berkualitas

DR. Fredrich Yunadi, SH., L.LM., Pengacara
Jakarta. Seputar Nusantara. Pemilu Legislatif 2014 sudah berlangsung pada 9 April 2014 yang lalu. Meskipun Pemilu sudah terlaksana, tetapi masih menyisakan berbagai permasalahan. Banyak daerah yang melakukan coblosan ulang dan rekapitulasi hasil Pemilu diulang kembali. Hal ini menandakan ketidakberesan pelaksanaan Pemilu 2014.
Banyak kalangan juga menilai bahwa kinerja KPU, KPUD Provinsi dan KPUD Kabupaten/ Kota sangat lemah dan buruk. Terbukti banyak terjadi kecurangan baik itu sebelum, saat, maupun pasca Pemilu. Kecurangan tersebut seperti ; tertukarnya surat suara, money politics, coblosan ulang di berbagai daerah, oknum- oknum KPPS yang curang, hingga penggelembungan suara yang jelas- jelas sangat merugikan Caleg/ Parpol tertentu.
Walaupun Pemilu 2014 bisa dikatakan Legitimed, namun kecurangan- kecurangan tersebut sangatlah mencederai demokrasi yang selama ini sudah dibangun oleh bangsa dan rakyat Indonesia.
Menurut DR. Fredrich Yunadi, SH., L.LM., Pengacara Senior/ Managing Partner & Founder Yunadi & Associates Attorneys At Law, bahwa selama Pemilu masih menggunakan sistem seperti sekarang ini, akan sangat merugikan bangsa dan rakyat Indonesia. Pertama, Pemilu hanya menghambur- hamburkan uang hingga triliunan rupiah. Kedua, akan terjadi carut- marut karena memang sistemnya yang tidak bagus.
” Selama e-KTP belum terealisasi, maka Pemilu akan carut- marut. Karena apa, sebab kalau e-KTP betul- betul terealisasi dengan baik, maka setiap warga negara cukup hanya datang ke Kelurahan untuk melakukan pemungutan suara dengan elektronik. Tidak perlu ada KPU (Komisi Pemilihan Umum), jadi KPU dibubarkan saja. Sistem e-KTP akan sangat mudah dikontrol, karena tidak bisa diwakilkan dan ada sistem deteksi mata. Jadi otomatis masuk komputer dan tidak akan terjadi kecurangan, karena teknologi kan tidak bisa disuap,” ungkap Fredrich Yunadi kepada seputarnusantara.com di Jakarta, pada Rabu 30 April 2014.
Fredrich Yunadi memaparkan, bahwa gagasan Pemilu menggunakan sistem electronic elections dengan berbasis e-KTP sudah dilontarkan pada tahun 2009, saat itu dia sebagai Caleg DPR RI 2009- 2014. Pada waktu 2009, dia kampanye ditengah- tengah rakyat bahwa kalau lolos menjadi anggota DPR, maka akan mendesak pemerintah untuk membubarkan KPU.
” Karena, berapa triliun uang yang dihabiskan untuk KPU dan berapa banyak uang yang dikeluarkan oleh para Caleg dalam rangka kampanye. Kalau menggunakan sistem electronic elections, maka rakyat akan mudah menggunakan hak pilihnya di Kelurahan atau bahkan dipinggir jalan. Jadi tidak perlu formulir C1 dsb…yang sangat rumit dan menghamburkan uang negara,” tegas pengacara senior ini.
Dia menjelaskan, e-KTP tidak bisa dimanipulasi dan dibohongi. Karena tidak bisa diwakilkan dan ada sistem deteksi matanya. Hasil pemilu juga bisa langsung diperoleh saat itu juga karena menggunakan teknologi canggih. Sehingga akurasinya sangat tinggi dan tidak akan terjadi kecurangan.
Sebenarnya e-KTP sebaiknya berlaku seumur hidup. Jangan seperti sekarang ini KTP berlaku 5 tahun, sehingga jadi proyek cari duit. e-KTP didalamnya harus ada data- data pribadi dan catatan hukum. Kalau Pemilu menggunakan sistem electronic elections, maka biayanya bisa hanya 50% dari biaya Pemilu yang sekarang.
” Kalau sistem electronic elections sudah berlaku di Indonesia, maka tidak akan ada manipulasi. Biaya yang dikeluarkan juga lebih murah dan hasil Pemilu akan bisa cepat diperoleh. Sistem yang canggih ini sebaiknya segera diterapkan di Indonesia,” tegas Fredrich Yunadi dengan berapi- api.
Instrumen lainnya seperti Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) juga seperti macan ompong, karena tidak punya kewenangan untuk menindak, hanya rekomendasi saja. Kalau Polisi tidak memback-up, Bawaslu tidak berani bertindak. Kalau Polisi memback-up baru Bawaslu punya gigi. Seharusnya UU- nya dirubah, seharusnya Bawaslu punya kewenangan untuk menyidik, memeriksa dan menindak pelanggaran Pemilu, termasuk mendiskualifikasi Caleg yang melanggar aturan. Bawaslu juga bisa menindak rakyat yang melanggar aturan Pemilu.
” Maka tidak ada jalan lain, kita harus merubah sistem Pemilu menjadi electronic elections agar Pemilu berkualitas. Merubah UU itu bagus, tetapi electronic elections ini merupakan pilihan yang sangat bagus demi Pemilu yang berkualitas. Rakyat sekarang sangat pragmatis, mereka tidak peduli siapa yang jadi DPR dan Presiden, yang penting ada duit buat beli roti dan beras, maka akan dia coblos,” imbuhnya.
Jadi jangan salahkan rakyat. Yang salah adalah pemerintah, mengapa pemerintah membiarkan rakyat hidup sengsara. Pemerintah tidak bisa memberikan kesejahteraan bagi rakyat, sehingga mereka berpikir pragmatis. Siapa yang memberi uang, maka dialah yang akan dipilih oleh rakyat, itulah fenomena yang terjadi sekarang ini.
” Rakyat Indonesia itu belum siap diberikan kebebasan/ demokrasi. Rakyat kita itu masih perlu dipaksa dan diperintah dengan tangan besi. Karena belum bisa diberikan demokrasi, maka Indonesia baru siap melaksanakan demokrasi sekitar 50 tahun yang akan datang. Termasuk pemilihan langsung juga belum waktunya,” ucap Fredrich Yunadi.
Dia memaparkan, bahwa zaman dulu saat Bupati, Walikota, Gubernur ditunjuk langsung oleh Presiden, ternyata tetap maju dan jalan negara, meskipun bertahap. Tetapi sekarang ini, yang dipilih langsung oleh rakyat, ternyata juga tidak maju negara.
” Satu hal yang mengecewakan, kalau kita membela klien kita, dibilang menghambat penegakan hukum, itu yang ngomong gendeng atau edan? Itu namanya orang gila atau edan, padahal kita membela klien kita. Penyidik menggiring klien, kita mau membebaskan klien, tergantung pintar yang mana kan. Masak kita mau membela klien dibilang menghambat penegakan hukum. Padahal orang KPK yang koar- koar itu kan selama ini juga advokat, tidak langsung jadi pejabat KPK. Dan sebentar lagi mereka juga turun dari KPK. Tidak selamanya mereka menjadi pejabat di KPK, itu yang harus dipikir. Sebenarnya yang menginjak- injak hukum itu kita atau KPK?” pungkas Fredrich Yunadi dipenghujung wawancara. (Aziz)
BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.
Tulisan dengan Kategori Headline
- SCALA by Metranet Milik PT. Telkom (Persero) Dukung Pemprov Bali Sebagai Pelopor Adopsi Infrastruktur Penyiaran Terintegrasi. Sinergi TelkomGroup dan Pemprov Bali Hadirkan Layanan Televisi Digital Yang Andal
- Anggota DPRD Kabupaten Purworejo Roni Sumhastomo : Jadikan Momentum Hari Jadi Kabupaten Purworejo Yang Ke- 195 Sebagai Karya Nyata Mewujudkan Kemajuan Pembangunan dan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Purworejo
- Roni Sumhastomo Tegaskan Bahwa APBD Kabupaten Purworejo Tahun 2026 Mendukung Visi dan Misi Bupati serta Dalam Rangka Mensukseskan RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) periode 2025 – 2029
- PT. Telkom (Persero) Menggandeng Tech Giants Untuk Memperkuat Daya Saing SMK Telkom. Kolaborasi Global Dorong Kesiapan Talenta Vokasi dalam Menghadapi Industri Digital
- Di WEF Davos 2026, PT. Telkom (Persero) Paparkan Strategi Digital Untuk Pembangunan Indonesia. TelkomGroup Perkuat Keandalan Infrastruktur dan Konektivitas Dalam Mendorong Transformasi Ekonomi Digital Indonesia
- Buah Transformasi, Telkomsigma Raih “Growth Partner of the Year 2025” dari Alibaba Cloud. Penghargaan ini Memperkuat Komitmen Telkomsigma Dalam Menghadirkan Solusi IT, Cloud, dan Digital Services Bagi Pelanggan B2B
- Dinas Perkimtan (Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan) Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah Telah Menyiapkan Empat Program Prioritas Guna Mendukung Visi dan Misi Bupati Purworejo
- PT. Telkom Gandeng Mitra Global Untuk Akselerasi Transformasi Digital Bank Pembangunan Daerah. Kerjasama Strategis ini Hadirkan Solusi Digital Secara end-to-end Untuk Tingkatkan Kapabilitas BPD Anggota Asbanda
- Nuon Milik PT. Telkom (Persero) Mendorong Gaya Hidup Berkelanjutan Melalui Program ‘Thrift & Give’. Rayakan HUT ke- 15, Nuon Libatkan Karyawan Untuk Mewujudkan Komitmen ESG
- Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Purworejo Laksanakan Berbagai Program Kegiatan Untuk Menunjang Pengamanan
- Rutan Kelas IIB Purworejo- Provinsi Jawa Tengah Selenggarakan Kegiatan Cek Kesehatan Gratis dan Bakti Sosial bagi Keluarga WBP dan Masyarakat Sekitar
- Finnet Milik PT. Telkom Raih Predikat “Trusted Company” pada CGPI 2025. Perkuat Posisi Sebagai Perusahaan Berintegritas dan Terpercaya, Finnet Tegaskan Komitmen GCG sebagai Fondasi Pertumbuhan Berkelanjutan
- Dukung Transformasi Digital Pendidikan Nasional, PIJAR Milik PT. Telkom Sukses Kawal Lebih Dari 85 Ribu Ujian Digital di 31 Provinsi. Pelaksanaan Ujian Diikuti Lebih dari 466 Ribu Siswa dari 680 Sekolah Secara Nasional
- Capaian Kinerja Fisik Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan Kabupaten Purworejo Mencapai 100 Persen, Sedangkan Realisasi Serapan Anggaran Mencapai Angka 94,53 Persen
- TelkomGroup Berhasil Rampungkan Infrastruktur di Sumatera, Jaringan dan Layanan Digital Kembali Normal. Telkom group Lanjutkan Penguatan Konektivitas dan Layanan Serta Dukungan Berkelanjutan Bagi Masyarakat di Fase Normalisasi Pasca Bencana
- Kolaborasi PT. Telkom (Persero) dan Alibaba Cloud Perkuat Ekosistem Talenta AI Indonesia. AI Talent Development Roadshow Digelar di Lima Kota Untuk Mempercepat Kesiapan Talenta Digital Menghadapi Kebutuhan Industri
- PT. Telkom (Persero) Bergerak Salurkan Bantuan dan Kegiatan Bakti Sosial Untuk Pemulihan Sarana Umum di Aceh. Dukungan Menyeluruh Bagi Anak dan Masyarakat Melalui Bantuan Pendidikan, Logistik, Fasilitas Publik, dan Pendampingan Psikososial
- Stunting Action Hub Antarkan Telkom Meraih Penghargaan di ICCS Summit 2025. Inisiatif ini Telah Memberikan Manfaat Kepada 591 Anak dan Orang Tua, Mendukung 975 Pengukuran Antropometri, serta Menyalurkan 7.586 Paket Makanan Yang Bergizi
- Kepala DPPPAPMD Kabupaten Purworejo- Jawa Tengah Tegaskan Bahwa Aparatur Desa Harus Sesuai Regulasi Dalam Mengelola Koperasi Desa Merah Putih
- Nuon Milik Telkom Sabet Penghargaan Creative Community Event Heroes di Ajang Marketeers Digital Marketing Heroes 2025. Kategori Creative Community Event Heroes Diberikan Kepada Nuon Atas Keberhasilan Behind The Game Area di Soundsfest 2025