Aria Bima : Pilpres Sudah Usai, Mari Wujudkan Iklim Kerukunan Nasional

Aria Bima, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan
Jakarta. Seputar Nusantara. Proses demokrasi yang sudah dilakukan dalam Pilpres (Pemilihan Presiden) 2014, secara prosedural sudah diumumkan oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum), dan telah memutuskan Jokowi- Jusuf Kalla sebagai pemenang dan menjadi Presiden- Wakil Presiden periode 2014- 2019. Namun kemudian oleh Prabowo- Hatta digugat ke MK (Mahkamah Konstitusi). Memang itu semua merupakan proses demokrasi, ditandai dengan supremasi hukum berupa gugatan ke lembaga tertinggi yakni MK.
Hal tersebut disampaikan oleh Aria Bima, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan kepada seputarnusantara.com di Gedung Nusantara 1 DPR- Senayan, pada Senin, 25 Agustus 2014.
“ Hasil dari proses di MK, memutuskan dan menetapkan bahwa Jokowi- Jusuf Kalla tetap menjadi Presiden dan Wakil Presiden sesuai dengan hasil KPU, dan menolak gugatan Prabowo- Hatta. Disitu proses Pilpres selesai di MK. Kita sudah selesai melaksanakan proses demokrasi yang sudah disepakati bersama sejak reformasi 1998. Maka disitu setelah putusan MK, selesai semua perbedaan diantara kita,” ungkap Aria Bima, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan ini.
Aria Bima menegaskan bahwa, perbedaan dan persamaan adalah bagian dari demokrasi. Sudah saatnya tidak ada lagi kubu Jokowi- Jusuf Kalla dan kubu Prabowo- Hatta. Kini sudah saatnya, Jokowi jangan hanya dipandang sebagai Presidennya tim sukses dan relawan, tetapi sosok Jokowi adalah sebagai Kepala Negara, juga menjadi Kepala Negaranya pendukung Prabowo- Hatta.
“ Ini yang harus kita lihat. Kita tidak berharap adanya kubu- kubuan koalisi merah putih maupun koalisi rakyat. Yang akan dibentuk Jokowi adalah pemerintahan merah putih dan legislatif merah putih. Siapapun Menterinya, dari latar belakang apapun Menterinya, dari partai apapun Menterinya, yang penting dia mempunyai wawasan dan ideologi Pancasila, mempunyai kompetensi, mampu dibidangnya, dan dia orang yang bersih dari persoalan korupsi, serta bisa bekerjasama dengan tidak hanya kepada Presiden saja, tetapi kepada seluruh jajaran Kementeriannya dan elemen bangsa,” tegas Aria Bima, Politisi PDI Perjuangan ini.
Lebih lanjut Aria Bima memaparkan, Menterinya Jokowi harus ideologis, tidak mengejar kekuasaan belaka, bersih dari korupsi, mempunyai kompetensi tinggi, dan Kepemimpinan yang bagus. Menterinya Jokowi juga harus mempunyai Leadhership (kepemimpinan) yang memadai, karena seorang Menteri akan membawa Kementeriannya dalam membangun sektornya ke depan, sesuai dengan visi dan misi Jokowi dan Jusuf Kalla saat kampanye.
“ Jangan ada lagi cara pandang bahwa Jokowi hanya akan mengakomodasi orang- orang dari koalisi dan relawan Jokowi- Jusuf Kalla. Jokowi membutuhkan putra- putra terbaik bangsa dari partai manapun. Jokowi membutuhklan orang- orang terbaik di Bangsa ini, bisa berasal dari Gerindra, Demokrat, PAN, PKS maupun partai yang lain. Ini adalah cara pandang Jokowi,” ungkapnya.
Demikian juga di Parlemen, lanjutnya, para anggota Legislatif akan dibentuk menjadi Parlemen Merah Putih, parlemen Republik Indonesia. Tidak hanya Parlemen koalisi Merah Putih dan tidak hanya Koalisi Rakyat. Semua produk Parlemen adalah demi membangun bangsa dan negara. Karena masih ada pandangan, bahwa Pilpres akan berdampak di parlemen. Ini adalah embrio yang kurang positif di Parlemen.
“ Kita berharap DPR periode 2014- 2019 mempunyai nilai lebih, baik perilaku maupun kinerja, dibandingkan dengan periode- periode sebelumnya, yang banyak melakukan perilaku negatif yang mencoreng nama baik Parlemen Indonesia. Karena kinerja lembaga maupun anggota yang buruk pada periode sebelumnya, sangat mencoreng parlemen kita. Lembaga DPR Merah Putih atau lembaga DPR Republik Indonesia ini, seharusnya sejak awal dibangun jangan karena imbas dari Pilpres. Karena pilpres sudah selesai,” terangnya.
Aria Bima menegaskan, bahwa seharusnya bangsa Indonesia memulai dari titik awal pasca Pilpres. Kita kedepan harus bisa menyusun jalannya pemerintahan dalam artian luas, yaitu dengan tugas- tugas Parlemen yang harus lebih baik lagi. Tidak ada lagi koalisi Merah Putih di DPR dan tidak ada lagi Koalisi rakyat, yang ada DPR Merah Putih. Tidak ada Setgab (Sekretariat Gabungan) dan pendukung- pendukung Presiden terpilih. Semua akan melaksanakan tugas sesuai dengan fungsinya masing- masing. Dan DPR bekerja dan berfungsi melaksanakan kinerja yang diperintahkan oleh partai melalui fraksinya.
“ Mari kita bangun kebersamaan dalam artian menjalankan tugas. Bisa saja terjadi perdebatan- perdebatan, tetapi semua itu harus dalam kerangka bekerja demi kepentingan rakyat. Dinamika di DPR wajar, tetapi tetap dalam kaitan mandat rakyat melalui Pemilu Legislatif. Ini penting, bagi anggota DPR yang terpilih dari partai manapun, harus bekerja maksimal dalam menjalankan fungsi Anggaran, Legislasi dan Pengawasan. Maka, hal- hal yang menyangkut aspek strategis antara Legislatif dan Eksekutif, akan dibahas antara Presiden dengan Pimpinan DPR dan antara para Menteri dengan Komisi- Komisi yang ada di DPR,” ucap Aria Bima, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI ini.
Politisi PDI Perjuangan ini, menegaskan bahwa, ini penting ditegaskan kembali, karena iklim sekarang ini, masih ada imbas dari Pilpres 2014 kemarin. Iklim sekarang ini, imbas Pilpres terus- menerus dikapitalisasi baik di media, seminar- seminar, maupun acara- acara dialog.
“ Semua program Pemerintahan Jokowi- Jusuf Kalla, merupakan wujud dari keinginan rakyat dan implementasi dari janji- janji Jokowi- Jusuf Kalla saat kampanye Pilpres kemarin. Sekarang ini sistem sudah terbangun dan pemimpin sudah terpilih, tugas kita adalah membina dan mewujudkan iklim atau suasana kerukunan nasional, karena kita semua adalah Merah Putih,” pungkas Aria Bima di penghujung wawancara. (Aziz)
BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.
Tulisan dengan Kategori Headline
- Telkom Akses Kerahkan Lebih Dari 20 Ribu Teknisi Untuk Jaga Kualitas Jaringan Jelang Hari Raya Idul Fitri. Posko Terintegrasi, Kesiapan Logistik, dan Penguatan Koordinasi Operasional Dilakukan Untuk Memastikan Layanan Telekomunikasi Tetap Prima
- Mudik Nyaman Bersama BUMN dan Danantara Tahun 2026 : TelkomGroup Melepas Ribuan Pemudik Rayakan Lebaran di Kampung Halaman. Dukung Kelancaran Mobilitas Melalui 27 Bus Ramah Lingkungan dan 3 Kapal Laut serta Pastikan Keandalan Jaringan Selama Periode Idul Fitri
- Rutan Kelas IIB Purworejo- Provinsi Jawa Tengah Mengusulkan Sebanyak 123 Narapidana Terima Remisi Hari Raya Idul Fitri 1447 H/ 2026 M
- Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Desa Kauman, Heru Tjahjono Soroti Pentingnya Ketahanan Sosial di Bidang Kesehatan dan Ketenagakerjaan
- Telkom Bangun Masa Depan Ekonomi Inklusif Lewat Pendampingan dan Pemberdayaan Perempuan Penggerak UMKM. Program Pembinaan Telkom Membuka Peluang Bagi Pelaku Usaha Perempuan Untuk Tumbuh dan Memperluas Pasar di Era Digital
- TelkomGroup dan Huawei Teken MoU Strategis Untuk Memperkuat Infrastruktur Digital dan Ekosistem Data Center. Bersama NeutraDC, Kolaborasi ini Membuka Peluang Pengembangan Ekosistem Data Center, Cloud, serta Penguatan Kapabilitas Teknologi dan Talenta Digital
- Sosialisasi Empat Pilar MPR di Tulungagung, DR. Heru Tjahjono Tekankan Pentingnya Ketahanan Sosial di Bidang Kesehatan dan Ketenagakerjaan
- Kolaborasi TelkomGroup dan Komdigi Jaga Keandalan Layanan dan Infrastruktur Jaringan Nasional Jelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Tingkatkan Kapasitas Jaringan hingga 60,7 Tbps dan Operasikan Posko SIAGA RAFI dengan Dukungan Sebanyak 13.700 Personel
- TelkomGroup Gandeng F5 Hadirkan Solusi AI-Secure Connectivity Melalui Data Center Untuk Ekosistem Digital Indonesia. Integrasikan Kapabilitas Data Center dan Security Berbasis AI Guna Menghadirkan Managed Services Yang Andal Untuk Mendukung Transformasi Digital
- Satu Tahun Danantara Indonesia : Memperkuat Fondasi Untuk Masa Depan Generasi Indonesia. Transformasi TelkomGroup Untuk Terus Meningkatkan Nilai, dari Penguatan Tata Kelola hingga Kontribusi Nyata Bagi Masyarakat
- PDAM Tirta Perwitasari Purworejo Selenggarakan Acara Buka Puasa Bersama dan Ramah Tamah dengan Awak Media dan LSM se- Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah
- Fokus Eksekusi Strategi TLKM 30, Telkom Dorong Penguatan Fundamental dan Tata Kelola Perusahaan. Peningkatan Disiplin Operasional, Penataan Portofolio, dan Pembentukan Strategic Holding Menjadi Fondasi Untuk Menciptakan Valuasi Bisnis Yang Lebih Tinggi
- TelkomMetra Lakukan Penataan Portofolio Bisnis, AdMedika Group Siap Masuki Fase Pertumbuhan Baru ke Kancah Regional dibawah Fullerton Health. Langkah Divestasi Strategis Guna Memperkuat Fundamental TelkomGroup Sebagai Holding Utama dan Fokus Pada Core Business Telekomunikasi dan Digital
- PT. Telkom (Persero) Gelar GoZero% Innovation Festival, Dorong Solusi Nyata Pengelolaan Limbah. Wadah inovasi ESG Karyawan di Seluruh Telkom Regional Untuk Menghadirkan Solusi Yang Aplikatif dan Berkelanjutan
- Menapak 4 Tahun, NeutraDC Kokohkan Fondasi Digital Ecosystem Hub. Memperluas Kapasitas Infrastruktur AI-Ready dan Konektivitas Regional Untuk Mendukung Posisi Indonesia Dalam Ekosistem Digital Asia Pasifik
- CEO TelkomGroup Tinjau Kesiapan Infrastruktur dan Layanan Digital Jelang Hari Raya Idul Fitri. Rangkaian Kegiatan TelkomGroup Siaga RAFI 2026 Turut Salurkan Bantuan Sosial Senilai Rp 2 Miliar
- Telkomgroup Melalui Mitratel dan AALTO Melanjutkan Kolaborasi Strategis Dalam Pengembangan Stratospace dan Infrastruktur Telekomunikasi di Indonesia. Eksplorasi Konektivitas non-Terestrial Untuk Memperluas Jangkauan dan Meningkatkan Keandalan Jaringan Nasional
- Mudik Gratis Idul Fitri Tahun 2026 : Telkom Mulai Buka Pendaftaran, Siapkan 27 Bus dan 3 Rute Kapal Laut Untuk Pemudik. Pendaftaran Dibuka Tanggal 3 Maret 2026 melalui laman resmi https://mudik2026.telkomgroup.id/
- Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah Menekankan Agar Masyarakat Hati- hati dan Waspada terhadap Potensi Terjadinya Kebakaran
- Finnet Milik PT. Telkom (Persero) dan KP2MI Perkuat Sinergi Digitalisasi Layanan Bagi Pekerja Migran Indonesia. Kolaborasi Strategis Perluas Inklusi Keuangan dan Perkuat Ekosistem Pembayaran Digital Nasional