Kadispenda Boven Digul Yang Raih Penghargaan Ini, Pernah Narik Becak

Drs. Marlinus (kiri), Penerima Penghargaan
Jakarta. Seputar Nusantara. Siapa sangka, Kadispenda (Kepala Dinas Pendapatan Daerah) penerima penghargaan ini pernah mengalami hidup pahit. Ia terpaksa jadi kuli bangunan dan narik becak semasa SMA (Sekolah Menengah Atas). Padahal umumnya, masa-masa SMA adalah masa-masa remaja yang paling indah dan penuh hura-hura.
Tapi bagi Drs. Marlinus, Kadispenda Boven Digul, Papua ini, semuanya itu tidak sempat dialaminya. Kehidupan keluarganya yang serba sangat amat sederhana menuntutnya untuk mampu memenuhi kebutuhan dirinya dan keluarga saat sekolah di Palopo, Sulawesi Selatan.
Marlinus terpaksa menjadi kuli bangunan sepulang sekolah pada siang hari, dan menjadi tukang becak pada malam hari. Hampir 3 tahun ia jalani hidup demikian, sebelum ia kuliah. Sebab itu pula, mentalnya terlatih pada kondisi tersebut.
Bahkan ketika kuliahpun, ia menjadi pekerja meubel (tempat tidur, lemari, meja-kursi, dan lain sejenisnya) dan menumpang di rumah saudara jauh di Makassar, Sulawesi Selatan. Hal itu ia lakukan, untuk menutupi kebutuhan uang kuliah dan biaya makannya.
Setelah lulus kuliah, putera Toraja inipun akhirnya merantau ke Merauke, Papua. Ia testing dalam penerimaan PNS (Pegawai Negeri Sipil) di instansi BKKBN (Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional), dan ditempatkan di kecamatan Jair, Merauke, Papua.
Jadi pegawai BKKBN-pun, Marlinus tak lantas enak. Iapun harus berjuang keras untuk menjalankan tugasnya. Karena slogan BKKBN dengan ‘Dua Anak Cukup’, itu sangat ditentang masyarakat Jair. Iapun akhirnya menemukan cara komunikasi yang pas.
Dengan memberi pencerahan, mengatur jarak kelahiran anak, dari 3 hingga 5 tahun, maka itu akan menghindari laju tingkat kematian ibu melahirkan. Selain itu, memberi peluang bayi sehat, karena ibu bisa menyusui dengan cukup waktu. Setelah siap, baru kemudian memprogram punya anak lagi. Demikian cara pencerahan yang dilakukan, dan sangat berhasil.
Sepuluh tahun Marlinus di Jair, Merauke dengan memanfaatkan momen yang tergolong aneh namun efektif. Karena ia masuk ke berbagai acara kerohanian, acara-acara kemasyarakatan diluar jam kantor, untuk menjelaskan hal tersebut. Sehingga kaum ibu, bahkan kaum bapakpun, dapat sama-sama memahami dan punya anak-anak secara terencana.
Karirnyapun melaju tanpa ia ketahui sebelumnya. Karena sebelum diberi kepercayaan oleh Bupati Boven Digul menjadi Kadispenda, Marlinus sempat jadi Kabag Humas Setwan (Sekretariat Dewan) DPRD, yang berlanjut menjadi Kabag Umum Setda (Sekretariat Daerah) Kabupaten Boven Digul.
Ketika Marlinus diberi kepercayaan sebagai Kadispenda (Kepala Dinas Pendapatan Daerah), juga tidak serta-merta enak. Karena waktu itu, angka PAD (Penerimaan Asli Daerah masih berkisar Rp. 600 jutaan. Namun sejak tahun 2011 ditanganinya, PAD melonjak hingga Rp. 7 miliar per- tahun 2013. Wah…Hebat!
Tapi ada 22 Perda (Peraturan Daerah), yang ditetapkan berkaitan dengan pengelolaan retribusi dan pajak. Dan sudah pasti, Perda-perda tersebut langsung diefektifkan. Namun diakuinya, sosialisasi Perda-perda tersebut awal-awalnya, penuh tantangan. Karena sebelumnya, beberapa pengelolaan itu ditangani masyarakat sendiri. Sebab Kabupaten Boven Digul merupakan pemekaran dari kabupaten Merauke, sejak tahun 2002.
“ Ya, waktu saya pertama menjabat, PAD kita masih Rp. 600 jutaan tahun 2011. Tapi sekarang memang sudah mencapai Rp. 7 miliar lebih tahun 2013 lalu. Memang hasil tersebut didukung munculnya 22 Perda yang berkaitan dengan PAD,” ungkapnya tanpa ekspresi.
Sosok low profile ini memang nyaris tak seperti pejabat yang suka jaga image alias ‘jaim.’ Dia terlihat biasa-biasa saja, bahkan ketika mengungkapkan hal yang mungkin spektakuler bagi yang lain. Padahal, apa yang diwujudkannya sangat langka. Karena dalam 3 tahun sebagai Kadispenda, terhitung 11,6 kali lipat atau 1.166 persen dari pertama.
Kaget Ketika Dinominasikan
Sebab itu, Lembaga Anugerah Prestasi Insani, Jakarta (Yayasan Anugerah Prestasi Insani) tak ragu menetapkan Marlinus sebagai penerima penghargaan ‘The Best Executive Achievement Awards 2014.
Dengan segala perjuangannya, ia pantas meraih penghargaan itu. Penghargaan tersebut diraih atas prestasinya sebagai insan yang mengabdikan dirinya bagi masyarakat, bangsa dan Negara.
Acara penyerahan penghargaan dilangsungkan pada hari Jum’at, 29 Agustus 2014 malam, di Grand Ballroom, Hotel Lumire, Jakarta. Ada 38 tokoh dari berbagai daerah, yang menerima penghargaan, termasuk Wakil Bupati Bengkulu, Wakil Ketua DPRD Pelalawan, Riau, dan salah seorang Ketua DPRD.
Usai menerima penghargaan, Marlinus yang ditanya wartawan mengaku kaget sebelumnya, ketika namanya masuk dalam nominasi. Ia tak pernah menyangka akan menerima penghargaan malam itu.
“ Terus terang. Saya merasa kaget sebelumnya, nama saya masuk nominasi penerima penghargaan dari Lembaga Anugerah Prestasi ini,” ujarnya kepada wartawan, usai menerima penghargaan di Jakarta.
Marlinus merasa belum pantas menerima penghargaan atas kinerjanya. Sebab selama 3 tahun lebih jadi Kadisenda Boven Digul, ia bekerja hanya kerja keras dan ikhlas.
“ Selama 3 tahun terakhir jadi Kadispenda, saya merasa bekerja sesuai tupoksi saya. Saya tidak pernah tahu sebelumnya, akan ada lembaga independen yang menilai di kemudian hari. Ya, tentu saya sudah biasa bekerja keras dan ikhlas,” terangnya.
Ditanya, apakah merasa terbebani dengan diraihnya penghargaan, Marlinus yang merupakan ayah 2 anak ini mengatakan, merasa tambah beban secara positif.
“ Memang, ada semacam tambahan beban secara positif, bahwa saya harus bisa bertanggung-jawab atas predikat penghargaan ini. Tentu, saya harus lebih baik lagi dari sekarang,” imbuhnya.
Sementara itu, penghargaan yang diberikan Lembaga Anugerah Prestasi Insani, Jakarta malam itu berupa Piala, Sertifikat, Pigura Besar dan Medali. Diserahkan langsung oleh Ketua Dewan Pembina Lembaga Anugerah Prestasi Insani, Prof. DR. H.B Katili, MM, dan Chairman, Danny PH Siagian, SE, MBA, MM, didampingi Ketua Pelaksana, Moody J. Prang, SE.
Selain penghargaan dari Lembaga Anugerah Prestasi Insani, juga diberikan penghargaan dari Yayasan Penghargaan Indonesia, kepada beberapa tokoh. Tak ketinggalan, para penerima penghargaan dihibur artis lawas 80-an, Ratih Purwasih didukung Maya Angela. (Aziz/Dans)
BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.
Tulisan dengan Kategori Headline
- Pembangunan 2 Kantor Pemerintahan di Kabupaten Purworejo Dikebut Pekerjaannya Supaya Selesai Tepat Waktu, Schedule Percepatan yang Dibuat Bersama Supaya Ditepati dan Dijalankan dengan Disiplin oleh Penyedia Jasa
- Isu- Isu Miring Yang Beredar di Tengah-Tengah Masyarakat, Tidak Mempengaruhi Pelaksanaan Lelang di Purworejo, Karena Prosesnya Dijalankan Sesuai dengan Aturan Yang Berlaku
- Telkom Solution Raih Penghargaan Business Impact & Industry Growth Untuk Market B2B ICT di Indonesia. Penghargaan KGI Tegaskan Kontribusi Telkom Solution Bagi Transformasi Digital di Berbagai Industri
- Dorong Predictive Cyber Intelligence, MDI Ventures Milik PT. Telkom (Persero) Sabet Indonesia Cyber Security Excellence Award 2026. Investasi Strategis di CYFIRMA Memperluas Kolaborasi Solusi Keamanan Siber yang Inovatif di Indonesia
- Anggota MPR RI Heru Tjahjono : Keadilan Sosial Harus Dibuktikan dengan Kesempatan yang Sama dalam Mengikuti Pelatihan Kerja
- Polemik tentang Lelang Proyek di Purworejo Dapat Menunda Pekerjaan dan Dapat Menghambat Pembangunan di Daerah Purworejo
- TelkomGroup Mendorong Gaya Hidup Berkelanjutan Melalui Zero Plastic Movement. Sediakan Fasilitas Water Refill Station Bagi Para Karyawan dan Memperkuat Kolaborasi Komunitas hingga Pelaku Usaha
- Raih Golden Trophy dan The Most Committed GRC Leader 2026, Telkom Akses Perkuat Tata Kelola, Manajemen Risiko, Kepatuhan, dan ESG. Pertahankan Predikat Bintang 5 Tiga Tahun Berturut-turut, Tegaskan Komitmen GRC sebagai Fondasi Keberlanjutan Bisnis
- Polemik di Masyarakat Kabupaten Purworejo Terkait dengan Pemberitaan Mengenai Proses Tender, Sebaiknya Disudahi saja. Pihak- Pihak yang Memunculkan Polemik tersebut Sebaiknya Berhenti Memperpanjang Hal tersebut Karena Dapat Menciptakan Iklim yang Tidak Kondusif bagi Pembangunan Daerah
- FGD Dinas Perkimtan Kabupaten Purworejo Fokuskan pada Dukungan terhadap Program Pemerintah Pusat 3 Juta Rumah dan Bimbingan Teknis tentang Inovasi SIPERUMBAKPUR
- Seluruh Proses dan Mekanisme Pengadaan Barang dan Jasa di Kabupaten Purworejo Sudah Sesuai Dengan Regulasi Yang Berlaku dan Pemenang Tender Sudah Memenuhi Syarat Yang Ditentukan
- Dinas Perkimtan Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah Selenggarakan Kegiatan Sosialisasi dan DESK Pencairan Bantuan Sosial RTLH Tahun 2026
- TelkomGroup Optimalkan Aset Properti, Pastikan Kepentingan Perusahaan Tetap Terjaga. Rencana Pemanfaatan Ruang di GMP Membuka Peluang Revenue Baru dari Konektivitas Digital
- Telkom- Public Expose Live 2026 : Strategi PT. Telkom (Persero) Jaga Momentum Pertumbuhan, Tingkatkan Nilai Tambah dari Bisnis Infrastruktur Digital. Kinerja 1H26 Tumbuh Kuat, Didukung Monetisasi Bisnis Seluler, Disiplin Operasional, dan Optimalisasi Aset Strategis
- InfraNexia dan XLSMART Perluas Sinergi Infrastruktur, Dukung Pertumbuhan Jaringan Nasional. Manfaatkan Layanan Wavenexia, Metronexia, dan Infrastruktur Pasif Untuk Menjawab Pertumbuhan Kebutuhan Kapasitas di Berbagai Provinsi
- Telkom Property Pastikan Optimalisasi Aset Properti Tetap Berjalan Sesuai dengan Tata Kelola dan yang Memenuhi Prinsip Value Creation
- PT. Telkom (Persero) Perkuat Kolaborasi Pentahelix, Persiapkan Kedaulatan Digital di Universitas. Hadir di BATIC 2026 Melalui ignitePRO, TelkomGroup Bersiap Menjadi Pemain Segmen B2B ICT Terdepan di Kawasan
- PT. Telkom (Persero) Menghadirkan EduMind Wellbeing dan AI Camp di Makassar, Diikuti oleh 350 Peserta. Program Edukasi Pemanfaatan AI Secara Bijak dan Inovasi Digital Untuk Penguatan Resiliensi Emosi Bagi Pelajar Indonesia
- Polemik di Masyarakat Purworejo yang Muncul Terkait Pemberitaan Mengenai Proses Tender Sebaiknya Tidak Diperpanjang Lagi, Pihak yang Memunculkan Polemik tersebut Sebaiknya Turunkan Tensi
- Gunakan Layanan DWDM, Kolaborasi InfraNexia Milik PT. Telkom dan Lintasarta Perkuat Konektivitas Medan- Batam- Padang. Kolaborasi Pada Dua Rute Lintas Provinsi Memperkuat Kapasitas Jaringan Untuk Mendukung Pertumbuhan Trafik Data dan Layanan Digital