Luthfi Andi Mutty : Kalah Pilpres, Koalisi Merah Putih (KMP) Kuasai Parlemen

Luthfi Andi Mutty, Anggota DPR RI Periode 2014- 2019 dari Fraksi Partai Nasdem
Jakarta. Seputar Nusantara. KMP (Koalisi Merah Putih) menguasai Parlemen. Dari mulai Pimpinan DPR, kemudian Pimpinan MPR, kini Pimpinan Komisi dan Alat Kelengkapan DPR juga dikuasai KMP. Pimpinan Parlemen di sapu bersih oleh koalisi pendukung Prabowo- Hatta saat Pilpres.
Menurut Luthfi Andi Mutty, Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem, bahwa pertama, ini adalah bentuk kemunduran demokrasi di Indonesia. Sebab Parlemen dikuasai oleh salah satu kekuatan politik, yakni KMP. Kemunduran demokrasi di Indonesia ini, merupakan dampak dari Pilpres 2014.
” Karena sebenarnya, akar demokrasi kita itu adalah musyawarah mufakat. Ini jelas kemunduran demokrasi di Indonesia. Kita tidak mengenal the winner take all, yang menang akan mengambil semuanya. Artinya musyawarah mufakat adalah bahwa kekuasaan yang ada itu mestinya dikompromikan, supaya terjadi kehidupan demokrasi yang sehat. Tetapi saya melihat, ini tidak terjadi di DPR, yang terjadi disana adalah menang- menangan,” ungkap Luthfi Andi Mutty kepada seputarnusantara.com di kawasan Thamrin, pada Rabu 29 Oktober 2014.
Luthfi memaparkan bahwa, sebagai orang baru di DPR, dirinya merasa sangat sedih melihat keadaan seperti itu. Kedua, mengapa terjadi hal tersebut? Kita melihat dari akar masalah, akar masalahnya adalah dampak dari Pilpres 2014 kemarin. Karena, begitu Koalisi Merah Putih kalah di Pilpres, maka mereka langsung membajak aturan yang menguntungkan mereka. Mereka membajak dan membuat aturan sedemikian rupa, sehingga UU MD3 itu bisa digunakan untuk menjegal. Bukan saja menjegal KIH (Koalisi Indonesia Hebat) di Parlemen, tetapi juga untuk menjegal program- program pemerintahan Jokowi- JK.
” Seharusnya, UU MD3 sebagai aturan main, mencerminkan azas musyawarah mufakat, tetapi ini tidak. Tidak ada pencerminan musyawarah mufakat dalam UU MD3, semua aturan yang ada di dalamnya, dalam hal mekanisme pengambilan keputusan dan pengusulan alat- alat kelengkapan DPR, itu sudah dibuat instrumennya agar KMP saja yang bisa duduk dan menguasai disitu,” terang Luthfi Andi.
Lebih jauh Luthfi Andi menjelaskan, hal tersebut berakibat pada demokrasi di Parlemen tidak mewujudkan keadilan, tidak ada rasa keadilan disana. Apa yang dimaksud demokrasi yang berkeadilan? Demokrasi yang berkeadilan harus mencerminkan keterwakilan secara proporsional, tetapi ini tidak. Bagaimana mungkin PDI Perjuangan sebagai pemenang Pemilu Legislatif dan Pilpres, tidak bisa menduduki pimpinan di komisi maupun alat kelengkapan DPR. Ini berarti tidak ada keadilan proporsional.
” Kemudian, bagaimana mungkin KIH yang mewakili sekitar 70 juta penduduk Indonesia, tetapi tidak bisa duduk di pimpinan komisi dan alat kelengkapan DPR, satupun. Kemudian, akibat dari semua itu, sekarang ini DPR kita menjadi terbelah dua, ada KMP dan KIH. Seharusnya tidak boleh terjadi hal seperti ini. Padahal menurut teori yang pernah saya pelajari maupun saya ajarkan, DPR merupakan satu kesatuan. Karena terbelah dua, maka relasi antara DPR dan pemerintah menjadi tidak sehat, ada hubungan yang tidak sehat,” tegas Politisi Partai Nasdem ini.
Selanjutnya, dia memaparkan, memang dalam sistem Presidensial, cenderung ada friksi antara DPR sebagai lembaga legislatif dan Presiden sebagai lembaga eksekutif, dimana- mana seperti itu. Tetapi ini friksinya sangat tajam dan tidak sehat bagi kepentingan bangsa ke depan. Kemudian, mengenai UU MD3 yang seharusnya menjadi penguat fungsi legislasi, tetapi sekarang ini diarahkan menjadi alat untuk menjegal pemerintah. Karena dalam UU MD3 sekarang, Komisi di DPR itu sangat powerfull. Setiap rekomendasi yang lahir dari Komisi di DPR, wajib hukumnya dilaksanakan oleh pemerintah.
” Kalau seperti ini, program- program yang akan dilaksanakan oleh pemerintah itu akan sulit berjalan. Ini tidak sehat, tidak hanya di Parlemen, tetapi tidak sehat untuk hubungan antara legislatif dan eksekutif dan tidak sehat untuk kepentingan masyarakat. Jadi, ini tidak bisa dibiarkan terjadi terus- menerus. Ini akar masalahnya imbas dari kekalahan Pilpres 2014. Kekalahan Pilpres kemudian berdampak pada pembajakan UU MD3 di DPR. Masalah powerfull tadi, DPR akan memaksakan pemerintah untuk melaksanakan keinginan Parlemen, sehingga tidak jelas lagi mana yang eksekutif dan mana yang legislatif. Dalam posisi sekarang ini, legislatif menjadi eksekutif juga, karena mereka membuat program dan memaksakan eksekutif untuk melaksanakan program dari Parlemen,” tandasnya.
Menurutnya, seharusnya eksekutif yang menyusun, membuat dan melaksanakan program kerja pemerintahan. Karena merekalah yang punya instrumen paling lengkap sampai ke bawah untuk mengetahui permasalahan yang ada di masyarakat dan apa yang diinginkan oleh masyarakat. Dari permasalahan dan keinginan masyarakat itu, kemudian pemerintah membuat rencana tindak, rencana tindak itu perlu biaya, kemudian diajukan ke DPR. Kemudian DPR melihat apakah betul anggaran itu sesuai dengan kebutuhan, kalau memang betul, maka DPR harus menyetujui dan mendukung anggaran untuk pemerintah. (Aziz)
BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.
Tulisan dengan Kategori Headline
- SCALA by Metranet Milik PT. Telkom (Persero) Dukung Pemprov Bali Sebagai Pelopor Adopsi Infrastruktur Penyiaran Terintegrasi. Sinergi TelkomGroup dan Pemprov Bali Hadirkan Layanan Televisi Digital Yang Andal
- Anggota DPRD Kabupaten Purworejo Roni Sumhastomo : Jadikan Momentum Hari Jadi Kabupaten Purworejo Yang Ke- 195 Sebagai Karya Nyata Mewujudkan Kemajuan Pembangunan dan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Purworejo
- Roni Sumhastomo Tegaskan Bahwa APBD Kabupaten Purworejo Tahun 2026 Mendukung Visi dan Misi Bupati serta Dalam Rangka Mensukseskan RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) periode 2025 – 2029
- PT. Telkom (Persero) Menggandeng Tech Giants Untuk Memperkuat Daya Saing SMK Telkom. Kolaborasi Global Dorong Kesiapan Talenta Vokasi dalam Menghadapi Industri Digital
- Di WEF Davos 2026, PT. Telkom (Persero) Paparkan Strategi Digital Untuk Pembangunan Indonesia. TelkomGroup Perkuat Keandalan Infrastruktur dan Konektivitas Dalam Mendorong Transformasi Ekonomi Digital Indonesia
- Buah Transformasi, Telkomsigma Raih “Growth Partner of the Year 2025” dari Alibaba Cloud. Penghargaan ini Memperkuat Komitmen Telkomsigma Dalam Menghadirkan Solusi IT, Cloud, dan Digital Services Bagi Pelanggan B2B
- Dinas Perkimtan (Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan) Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah Telah Menyiapkan Empat Program Prioritas Guna Mendukung Visi dan Misi Bupati Purworejo
- PT. Telkom Gandeng Mitra Global Untuk Akselerasi Transformasi Digital Bank Pembangunan Daerah. Kerjasama Strategis ini Hadirkan Solusi Digital Secara end-to-end Untuk Tingkatkan Kapabilitas BPD Anggota Asbanda
- Nuon Milik PT. Telkom (Persero) Mendorong Gaya Hidup Berkelanjutan Melalui Program ‘Thrift & Give’. Rayakan HUT ke- 15, Nuon Libatkan Karyawan Untuk Mewujudkan Komitmen ESG
- Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Purworejo Laksanakan Berbagai Program Kegiatan Untuk Menunjang Pengamanan
- Rutan Kelas IIB Purworejo- Provinsi Jawa Tengah Selenggarakan Kegiatan Cek Kesehatan Gratis dan Bakti Sosial bagi Keluarga WBP dan Masyarakat Sekitar
- Finnet Milik PT. Telkom Raih Predikat “Trusted Company” pada CGPI 2025. Perkuat Posisi Sebagai Perusahaan Berintegritas dan Terpercaya, Finnet Tegaskan Komitmen GCG sebagai Fondasi Pertumbuhan Berkelanjutan
- Dukung Transformasi Digital Pendidikan Nasional, PIJAR Milik PT. Telkom Sukses Kawal Lebih Dari 85 Ribu Ujian Digital di 31 Provinsi. Pelaksanaan Ujian Diikuti Lebih dari 466 Ribu Siswa dari 680 Sekolah Secara Nasional
- Capaian Kinerja Fisik Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan Kabupaten Purworejo Mencapai 100 Persen, Sedangkan Realisasi Serapan Anggaran Mencapai Angka 94,53 Persen
- TelkomGroup Berhasil Rampungkan Infrastruktur di Sumatera, Jaringan dan Layanan Digital Kembali Normal. Telkom group Lanjutkan Penguatan Konektivitas dan Layanan Serta Dukungan Berkelanjutan Bagi Masyarakat di Fase Normalisasi Pasca Bencana
- Kolaborasi PT. Telkom (Persero) dan Alibaba Cloud Perkuat Ekosistem Talenta AI Indonesia. AI Talent Development Roadshow Digelar di Lima Kota Untuk Mempercepat Kesiapan Talenta Digital Menghadapi Kebutuhan Industri
- PT. Telkom (Persero) Bergerak Salurkan Bantuan dan Kegiatan Bakti Sosial Untuk Pemulihan Sarana Umum di Aceh. Dukungan Menyeluruh Bagi Anak dan Masyarakat Melalui Bantuan Pendidikan, Logistik, Fasilitas Publik, dan Pendampingan Psikososial
- Stunting Action Hub Antarkan Telkom Meraih Penghargaan di ICCS Summit 2025. Inisiatif ini Telah Memberikan Manfaat Kepada 591 Anak dan Orang Tua, Mendukung 975 Pengukuran Antropometri, serta Menyalurkan 7.586 Paket Makanan Yang Bergizi
- Kepala DPPPAPMD Kabupaten Purworejo- Jawa Tengah Tegaskan Bahwa Aparatur Desa Harus Sesuai Regulasi Dalam Mengelola Koperasi Desa Merah Putih
- Nuon Milik Telkom Sabet Penghargaan Creative Community Event Heroes di Ajang Marketeers Digital Marketing Heroes 2025. Kategori Creative Community Event Heroes Diberikan Kepada Nuon Atas Keberhasilan Behind The Game Area di Soundsfest 2025