logo seputarnusantara.com

Talk Show Perspektif DPD RI : Rencana Kenaikan Harga BBM dan Dampaknya

Talk Show Perspektif DPD RI : Rencana Kenaikan Harga BBM dan Dampaknya

7 - Nov - 2014 | 16:03 | kategori:Headline

Jakarta. Seputar Nusantara. DPD (Dewan Perwakilan Daerah) RI pada Jumat, 7 November 2014 mengadakan kegiatan Talk Show Perspektif Indonesia dengan mengambil sebuah Tema : ” Rencana Kenaikan Harga BBM dan Dampaknya.” Talk Show ini berlangsung dari pukul 14.00- 15.00, bertempat di ruang Pressroom DPD RI.

Dalam acara Talk Show tersebut hadir sebagai Nara Sumber diantaranya ; Ghazali Abbas Adan (Wakil Ketua Komite IV DPD RI/ Senator asal Provinsi Aceh), Ramson Siagian (Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra), dan Agustian B Prasetya (Pengamat Ekonomi Politik dari UI). Sedangkan sebagai Moderator Talk Show adalah Agrani Sihombing (RRI Pro3 FM).

Menurut Ghazali Abbas, bahwa rencana pemerintahan Jokowi- JK menaikkan harga BBM (Bahan Bakar Minyak), merupakan hal yang wajar. Sebaiknya pengalihan subsidi dari BBM, lebih diprioritaskan untuk subsidi di sektor pendidikan, kesehatan dan infrastruktur.

” Terobosan pemerintah mengeluarkan program KIS (Kartu Indonesia Sejahtera), KIP (Kartu Indonesia Pintar) dan KKS (Kartu Keluarga Sejahtera) merupakan hal yang sangat bagus. Tetapi, program- program tersebut harus tepat sasaran,” ungkap Ghazali Abbas.

Ghazali Abbas menjelaskan, sebaiknya subsidi itu yang bersentuhan langsung dan dapat dirasakan langsung oleh rakyat. Memang ada reaksi dari berbagai kalangan atas rencana kenaikan harga BBM, namun hal itu boleh- boleh saja, yang penting jangan anarkis. Yang terpenting adalah, pengalihan subsidi tersebut harus dikontrol secara ketat baik oleh media massa, rakyat maupun wakil rakyat.

Sedangkan menurut Ramson Siagian, bahwa BBM belum naik, tetapi harga- harga barang khususnya sembako sudah merangkak naik. Padahal belum jelas kapan naiknya dan berapa nilai kenaikan harga BBM tersebut. Tetapi oleh pemerintah sudah di eksposs besar- besaran, sehingga berdampak secara psikologis terhadap kenaikan harga- harga barang.

” Saya sangat prihatin dengan metode yang digunakan oleh pemerintah dalam rangka rencana kenaikan harga BBM. Padahal belum ada kalkulasi yang jelas dan transparan atas rencana kenaikan harga BBM tersebut. Seharusnya pemerintah melakukan penghitungan dan kalkulasi yang cermat dan matang, kemudian baru mengeluarkan kebijakan. Tetapi ini belum dikalkulasi, sudah ramai dieksposs,” tegas Ramson Siagian, Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra.

Ramson Siagian lebih jauh memaparkan, bahwa dirinya sangat menyesalkan pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyatakan bahwa ada sekitar Rp 714 Triliun uang yang dibakar setiap tahunnya. Padahal anggaran untuk subsidi BBM itu hanya sebesar Rp 240 Triliun. Jadi pernyataan Presiden Joko Widodo tidak punya landasan yang jelas.

” Jokowi harus tegas dan transparan dalam rencana kenaikan harga BBM. Jangan hanya berwacana dan melakukan pencitraan saja. Ini belum apa- apa sudah dieksposs, sehingga rakyat menjerit karena harga- harga kebutuhan pokok sudah naik terlebih dahulu. Jokowi- JK harus konsisten terhadap apa- apa yang telah dikampanyekan dulu saat kampanye Pilpres, jangan sampai berubah setelah menjadi Presiden dan Wakil Presiden,” ungkap Politisi Partai Gerindra ini.

Selain itu, menurut Agustian B Prasetya, semua Presiden sudah pernah menaikkan harga BBM, kecuali Presiden BJ. Habibie. Yang terpenting adalah, Presiden Jokowi jangan berwacana, buatlah keputusan dengan tegas. Sehingga tidak membingungkan masyarakat.

” Jokowi juga harus bisa bekerjasama dengan DPR, karena program- program pemerintah harus dengan persetujuan DPR. Jokowi juga harus bisa memberikan arahan kepada bawahannya atas rencana kenaikan harga BBM tersebut,” ucap Agustian.

Agustian menjelaskan, bahwa untuk pengambilan keputusan itu ada tiga basicnya. Pertama, mengenai interpretasi, kemudian kedua, eksekusi yaitu pelaksanaan dari keputusan. Dan ketiga adalah, penegakan hukum. Setelah keputusan dibuat, maka harus ada penegakan hukum terhadap keputusan tersebut. (Aziz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Tulisan dengan Kategori Headline