Talk Show Perspektif Indonesia DPD: Pro-Kontra Kartu Sakti & Jaminan Sosial

Jakarta. Seputar Nusantara. DPD (Dewan Perwakilan Daerah) RI pada Jumat, 14 November 2014 mengadakan kegiatan Talk Show Perspektif Indonesia dengan mengambil sebuah Tema : ” Pro- Kontra Kartu Sakti dan Jaminan Sosial.” Talk Show ini berlangsung dari pukul 14.00- 15.00, bertempat di ruang Pressroom DPD RI- Senayan, Jakarta.
Dalam acara Talk Show tersebut hadir sebagai Nara Sumber diantaranya ; DR. Sulastomo (Ketua Tim Sistem Jaminan Sosial), Huzna Zahir (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia/ YLKI) dan DR. Nafsiah Arifuzzaman (Ketua Program Studi Kesejahteraan Masyarakat UIN/ Universitas Islam Negeri). Sedangkan sebagai Moderator Talk Show adalah Agrani Sihombing (RRI Pro3 FM).
Menurut DR. Sulastomo, bahwa rumusannya adalah UU SJSN (Sistem Jaminan Sosial Nasional) sudah disahkan sejak tahun 2004 pada era Presiden Megawati Soekarnoputri. Namun, dengan keluarnya UU No. 23 tahun 2011, maka SJSN berlaku mulai tahun 2014 yang diawali dengan BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan mulai Januari tahun 2014.
” SBY sudah mencanangkan pada tahun 2014 BPJS Kesehatan mulai berjalan dan anggarannya sudah turun dari pemerintah. Ada 3 macam kepesertaan BPJS Kesehatan yakni ; perorangan/ mandiri, kemudian perusahaan dan kelompok masyarakat yang tidak mampu yang iurannya dibayarkan oleh pemerintah. Jadi semangat Jaminan Sosial itu adalah gotong- royong, yang kaya membantu yang miskin, yang sehat membantu yang sakit, yang muda membantu yang tua dan yang tidak mempunyai resiko penyakit tinggi membantu orang yang punya resiko penyakit tinggi,” ungkap Sulastomo.
Sulastomo menjelaskan, pada waktu dulu sebelum ada program BPJS Kesehatan, ditingkat nasional ada program Jamkesmas (jaminan kesehatan masyarakat) dan Jamkesda (jaminan kesehatan daerah) ditingkat lokal/ daerah. Jamkesmas dan Jamkesda sering dikeluhkan oleh pihak Rumah Sakit karena pembayarannya sulit/ lama. Namun, untuk BPJS Kesehatan, pembayaran ke Rumah Sakit sudah cepat dan mudah.
Selama ini, menurut Sulastomo, mengapa Rumah Sakit swasta sering menolak pasien? Karena ada RS Swasta yang belum bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Karena belum kerjasama dengan BPJS Kesehatan, maka ditolak oleh RS Swasta tersebut. Tetapi, kalau RS Swasta tersebut sudah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, sudah pasti akan diterima.
Sedangkan menurut Huzna Zahir, bahwa ada beberapa aduan dan keluhan masyarakat mengenai Kartu Sakti yang belum lama ini diluncurkan oleh Presiden Jokowi. Itu disebabkan masih ada sebagian masyarakat yang belum memahami program tersebut. Maka sosialisasi sangat penting kepada masyarakat agar memahami program Kartu Sakti Jokowi. Sosialisasi dan pemahaman tersebut terutama mengenai prosedur penggunaan Kartu Sakti.
” Yang lebih penting lagi adalah jangan sampai tumpang tindih antara program BPJS Kesehatan yang sudah berjalan dengan Kartu Sakti yang baru saja diluncurkan. Karena kalau tumpang tindih, akan membingungkan masyarakat dan tentu membuat pemborosan anggaran,” ucap Huzna Zahir.
Huzna Zahir memaparkan, bahwa konsistensi dari pemerintah sangat penting. Banyak program- program pemerintah pada waktu yang lalu, yang hanya mengejar proyek dan tidak jelas tujuannya. Pemerintah juga jangan mengajari dan membiasakan masyarakat menjadi bergantung kepada negara. Tetapi kemandirian masyarakat itu penting melalui pemberdayaan- pemberdayaan masyarakat. Sebaiknya masyarakat juga tetap melakukan pola hidup sehat, walaupun sudah mempunyai Kartu Sakti atau Kartu BPJS Kesehatan.
Disamping itu menurut DR. Nafsiah Arifuzzaman, bahwa dirinya sangat mengapresiasi program pemerintah tentang BPJS Kesehatan dan Kartu Sakti. Walaupun ada pro dan kontra di tengah- tengah masyarakat mengenai program pemerintah tersebut, namun dirinya tetap memberikan apresiasi. Yang penting adalah sosialisasi dan pemahaman kepada masyarakat, karena selama ini masih ada miss- komunikasi antara pemerintah dengan rakyat.
” Memang menurut saya, pada dasarnya negara mempunyai 3 kewajiban kepada rakyatnya, yaitu masalah pendidikan, kesehatan dan sosial. Namun mengapa masyarakat terkadang sinis terhadap program pemerintah yang sebenarnya bagus? Itu dikarenakan belum ada sosialisasi dan pemahaman yang menyeluruh masyarakat, namun sudah diluncurkan. Sehingga ada kesan terburu- buru, tergesa- gesa dan asal- asalan. Bahkan untuk program Kartu Sakti, nyaris tidak ada koordinasi yang baik antar instansi terkait,” tegas Nafsiah.
Lebih lanjut Nafsiah menjelaskan, seharusnya masyarakat mendapatkan informasi yang detail tentang Kartu Sakti, sehingga masyarakat mempunyai pemahaman yang menyeluruh terhadap program tersebut. Tidak hanya sosialisasi, edukasi juga sangat penting. Masyarakat cenderung belum siap menggunakan Kartu Sakti, sehingga sulit untuk mengontrolnya. Bahkan Kartu Sakti tersebut cenderung rawan penyalahgunaan oleh yang memegangnya. Pemerintah harus kontinyu memberikan pelayanan kepada masyarakat, jangan hanya insidental saja. Kualitas pelayanan dari pemerintah juga harus dikedepankan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. (Aziz)
BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.
Tulisan dengan Kategori Headline
- Dinas Perkimtan Kabupaten Purworejo Menyelenggarakan Rapat Koordinasi Dilanjutkan Verifikasi Usulan Penyelesaian Penguasaan Tanah Dalam Rangka Penataan Kawasan Hutan (PPTPKH) di Wilayah Kabupaten Purworejo
- Sustainability Report 2025 : TelkomGroup Perkuat Transformasi Bisnis dan Komitmen ESG Untuk Pertumbuhan Berkelanjutan. Implementasi 3 Pilar ESG : Save Our Planet, Empower Our People, dan Elevate Our Business Jadi Bagian Integral dari Agenda Transformasi TelkomGroup Dalam Memperkuat Daya Saing, Menciptakan Nilai Jangka Panjang, serta Hadirkan Dampak Berkelanjutan bagi Lingkungan, Masyarakat, dan Bisnis
- Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Dinas LHP Kabupaten Purworejo Selenggarakan Berbagai Kegiatan Untuk Perbaiki Iklim dan Wujudkan Gerakan Nasional Indonesia ASRI
- Gelar RUPST Tahun Buku 2025, PT. Telkom (Persero) Bagikan Dividen Rp 21,9 Triliun. Restui Program Buyback, Rencana Strategis, dan Penyegaran Pengurus Perseroan, Sebagai Bukti Akselerasi Transformasi Digital dan Perluasan Kontribusi Bagi Bangsa
- Proses Tender Pembangunan 2 Gedung Pemerintahan di Kabupaten Purworejo Berada di Pengadaan Barang dan Jasa, Akhir Juni 2026 Diharapkan Sudah Ada Pemenang Tender dan Segera Bisa Dimulai Pembangunannya
- Telkom Dukung Literasi Keterbukaan Informasi Publik Melalui Edukasi Bersama Komisi Informasi Pusat di SMK Telkom Purwokerto. Melalui Edukasi di SMK Telkom Purwokerto, Telkom Mendukung Penguatan Literasi Informasi dan Literasi Digital Untuk Membangun Generasi Muda Yang Inklusif dan Berdaya Saing
- Telkom Pertemukan Regulator hingga Pelaku Industri, Bangun Cetak Biru Kedaulatan Digital. Regulator, BUMN Strategis, Pelanggan Enterprise, dan Global Technology Partners Berkolaborasi Merumuskan Blueprint Cloud, AI, dan Keamanan Siber Sebagai Fondasi Kedaulatan Digital Indonesia
- Data Center Terisi Penuh Sebelum Beroperasi, PT. Telkom Percepat Ekspansi Kapasitas NeutraDC di Batam. NeutraDC Nxera Batam Siapkan Pengembangan Gedung Kedua (BTM-2) Untuk Menjawab Permintaan Kawasan SIJORI
- Luncurkan AIcosystem, PT. Telkom (Persero) Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri. Menyatukan Kapabilitas AI TelkomGroup Dalam Ekosistem Terintegrasi Untuk Menghadirkan Solusi AI Yang Berdaulat, Berdampak, dan Berkelanjutan
- Polres Purworejo- Jawa Tengah Akan Gelar Operasi Patuh Candi 2026 Untuk Tegakkan Disiplin Dalam Berlalu Lintas dan Keselamatan Pengendara
- TelkomMetra Mantapkan Langkah Penataan Portofolio Bisnis, AdMedika Group Siap Ekspansi Dibawah Fullerton Health. Inisiatif Strategis ini Sejalan dengan Arahan Streamlining Danantara Indonesia kepada TelkomGroup Untuk Memperkuat Struktur dan Mempertajam Fokus Bisnis
- Laporan Keuangan Telkom Kuartal I 2026 : Awali Tahun 2026 dengan Kinerja Solid, Telkom Buktikan Komitmen Disiplin Operasional dan Eksekusi Transformasi
- Rayakan Idul Adha, Rutan Kelas IIB Purworejo- Jawa Tengah Selenggarakan Shalat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban Untuk Tanamkan Nilai- Nilai Spiritual dan Sosial
- Telkom Akses Raih Penghargaan IRCA 2026 atas Komitmen Tata Kelola dan Kepatuhan Regulasi. Penguatan Budaya Kerja dan Sistem Tata Kelola Yang Terintegrasi Menjadi Fondasi Operasional Adaptif dan Berkelanjutan
- Didukung Danantara, PaDi UMKM Milik Telkom Perkuat Ekosistem Pengadaan Digital BUMN dan UMKM. Melalui PaDi Business Forum & Showcase 2026, PaDi UMKM Menghadirkan Transformasi Pengadaan Berbasis Digital Untuk Mendorong Pertumbuhan Bisnis Nasional Yang Inklusif dan Berkelanjutan
- Wujudkan Semangat Berbagi di Hari Raya Idul Adha, TelkomGroup Salurkan 910 Hewan Kurban untuk Masyarakat. Sinergi TelkomGroup Hadirkan Kebahagiaan Idula Adha Bagi Lebih dari 60 Ribu Masyarakat di Berbagai Daerah Indonesia
- PT. Telkom Perkuat Fondasi Kemandirian Digital Bangsa Melalui Indonesia Tech Sovereignty Forum 2026. Kolaborasi Nasional Melalui Pembentukan AdyaCakra Dorong Penguatan Sovereign Cloud, AI, dan Cybersecurity Indonesia
- Sekretaris DPRD Kabupaten Purworejo Tegaskan Bahwa Dana Pokir DPRD Berdasarkan Aspirasi dan Kebutuhan Masyarakat, Harus Sesuai Regulasi dan Kemampuan Keuangan Daerah
- Dinas Perkimtan Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah Selenggarakan Kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Pelaksanaan Pendataan Rumah Tidak Layak Huni Tahun 2026
- TelkomGroup Bersinar di LinkedIn Talent Awards 2025. TelkomGroup Kembali Mencatatkan Prestasi Melalui Penghargaan Best Employer Brand Yang Diraih Telkom Untuk Kedua Kalinya Secara Berturut-turut serta Penghargaan Learning Champion yang Diraih Telkomsel