Talk Show Perspektif Indonesia DPD RI : BBM Naik, Siapa Yang Untung/ Rugi?

Jakarta. Seputar Nusantara. DPD (Dewan Perwakilan Daerah) RI pada Jumat, 21 November 2014 mengadakan kegiatan Talk Show Perspektif Indonesia dengan mengambil sebuah Tema : ” BBM Naik, Siapa Untung/ Rugi?” Talk Show ini berlangsung dari pukul 14.00- 15.00, bertempat di ruang Pressroom DPD RI- Senayan, Jakarta.
Dalam acara Talk Show tersebut hadir sebagai Nara Sumber diantaranya ; Ahmad Kanedi (Mantan Walikota Bengkulu/ Anggota DPD RI Asal Provinsi Bengkulu), Yanes Murib (Anggota DPD RI Asal Provinsi Papua), dan Berly Martawardaya (Dosen FE UI/ Ekonom Senior INDEF/ Institut Pengembangan Ekonomi dan Keuangan). Sedangkan sebagai Moderator Talk Show adalah Agrani Sihombing (RRI Pro3 FM).
Menurut Ahmad Kanedi, bahwa pengumuman kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) bersubsidi tersebut memang mengejutkan dan tidak disangka secepat itu, karena sepulang Presiden Jokowi dari lawatannya ke luar negeri. Tetapi, sekarang ini sudah terlanjur naik, yang penting ketersediaan BBM di seluruh wilayah Indonesia dan jangan sampai terjadi kelangkaan.
” Pembagian dan distribusi BBM bersubsidi harus merata di seluruh wilayah Indonesia pasca kenaikan harga. Khusus di Bengkulu, sebelum BBM naik, harga di tingkat eceran mencapai Rp 13 ribu/ liter, nah sekarang setelah naik mencapai harga Rp 14 ribu/ liternya. Walaupun naik, yang penting BBM tersedia dan daya beli masyarakat tetap ada. Dan yang aneh lagi, BBM naik, tetapi harga karet di Bengkulu justru mengalami penurunan. Ini sangat merugikan para petani karet,” ungkap Ahmad Kanedi.
Ahmad Kanedi memaparkan, dengan turunnya harga karet di saat harga BBM naik, maka pemerintah harus memperhatikan para petani di Bengkulu. Padahal, lanjutnya, harga ban mobil dan motor terus mengalami kenaikan, tetapi mengapa harga karet yang merupakan bahan dasar ban justru mengalami penurunan? Ini yang harus diperhatikan oleh pemerintah, agar para petani karet tidak merugi disaat harga barang- barang dan jasa mengalami kenaikan.
Sedangkan menurut Yanes Murib, dengan naiknya harga BBM bersubsidi, masyarakat Papua semakin parah kondisinya. Kenaikan harga BBM ini sangat dirasakan oleh masyarakat Papua, karena masyarakat disana belum siap dengan kenaikan BBM. Jangan sampai beban masyarakat Papua ditambah dengan adanya kenaikan harga BBM. Selama ini saja harga BBM di Ibukota Provinsi Papua dan di kota sudah mencapai Rp 10- 15 ribu/ liter. Sedangkan harga BBM di Puncak Jaya dan beberapa pelosok Papua bahkan menembus angka Rp 51 ribu/ liternya. Karena, di pelosok dan tengah- tengah hutan Papua, pasokan BBM sangat sulit karena terkendala masalah transportasi. Sebagian besar wilayah Papua, menggunakan pesawat untuk memasok BBM, ini merupakan kendala utama.
” Oleh karena itu, harus ada penjelasan yang transparan dari pemerintah soal kenaikan harga BBM ini. Karena di Papua, tidak ada regulasi yang jelas mengenai harga BBM, sehingga mereka para penjual BBM menentukan harganya sendiri. Dengan harga BBM yang sangat mahal, aktifitas perekonomian di Papua menjadi sangat sulit dan semakin berat. Pengalihan subsidi BBM ke sektor produktif lain seperti pendidikan, kesehatan dan infrastruktur harus tepat sasaran. Yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Papua adalah infrastruktur yang bagus. Kemiskinan dan kebodohan di Papua disebabkan oleh kondisi infrastruktur yang sangat buruk, bahkan tidak ada infrastruktur disana,” tegas Yanes Murib.
Selanjutnya Yanes Murib menjelaskan, bahwa Papua akan maju jika infrastrukturnya dibangun dengan baik. Kemudian, pemerintah pusat juga harus memperhatikan sektor pendidikan dan kesehatan di Papua, selain masalah infrastruktur. Tenaga kesehatan dan pengajar di Papua sangat sedikit, ini harus diperhatikan oleh pemerintah. Yang tidak kalah pentingnya, untuk menunjang perekonomian di Papua, janji Presiden Jokowi untuk membangun dan mengembangkan tol laut, harus segera direalisasikan.
Disamping itu menurut Berly Martawardaya, bahwa kalkulasi mengenai kenaikan harga BBM bersubsidi harus dihitung dengan cermat oleh pemerintah. Sekarang ini memang kondisi yang baik untuk menaikkan harga BBM bersubsidi. Kalau BBM bersubsidi tidak dinaikkan, maka akan terjadi kelangkaan BBM bahkan ketiadaan BBM, karena akan banyak penimbunan dan penyelundupan BBM bersubsidi. Sebab, BBM bersubsidi akan habis sebulan lagi, maka dimana- mana akan terjadi penimbunan BBM.
” Kenaikan harga BBM merupakan upaya preventif dan sigap dari pemerintah. Ini ibarat kita minum obat, pahit awalnya tetapi akan sehat kemudian. Dampak inflasi dari kenaikan harga BBM bersubsidi ini hanya sekitar 3 bulan yang akan datang, setelah itu justru akan mengalami deflasi. Oleh karena itu, pemerintah harus melakukan langkah strategis baik jangka pendek, menengah maupun panjang. Langkah strategis tersebut diantaranya adalah pemberantasan Mafia Migas, dan pemerintah sudah membentuk Satgas memberantas Mafia Migas yang di komandani oleh Faisal Basri, yang tidak diragukan lagi kredibilitasnya,” ucap Berly Martawardaya.
Lebih lanjut Berly menegaskan, seharusnya Presiden Jokowi dan Timnya memberikan gambaran secara lengkap kepada masyarakat mengenai kenaikan harga BBM bersubsidi tersebut, sehingga masyarakat mengerti dan memahami keputusan pemerintah. Menurutnya, inflasi pasca kenaikan harga BBM bersubsidi dibawah 3%, ini kalau pemerintah bisa menjaga stabilitas harga- harga barang (khususnya sembako) dan jasa seperti tarif angkutan umum. Jangan sampai tarif angkutan umum melebihi yang sudah ditetapkan oleh pemerintah, maksimal 10%. (Aziz)
BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.
Tulisan dengan Kategori Headline
- Telkom Akses Kerahkan Lebih Dari 20 Ribu Teknisi Untuk Jaga Kualitas Jaringan Jelang Hari Raya Idul Fitri. Posko Terintegrasi, Kesiapan Logistik, dan Penguatan Koordinasi Operasional Dilakukan Untuk Memastikan Layanan Telekomunikasi Tetap Prima
- Mudik Nyaman Bersama BUMN dan Danantara Tahun 2026 : TelkomGroup Melepas Ribuan Pemudik Rayakan Lebaran di Kampung Halaman. Dukung Kelancaran Mobilitas Melalui 27 Bus Ramah Lingkungan dan 3 Kapal Laut serta Pastikan Keandalan Jaringan Selama Periode Idul Fitri
- Rutan Kelas IIB Purworejo- Provinsi Jawa Tengah Mengusulkan Sebanyak 123 Narapidana Terima Remisi Hari Raya Idul Fitri 1447 H/ 2026 M
- Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Desa Kauman, Heru Tjahjono Soroti Pentingnya Ketahanan Sosial di Bidang Kesehatan dan Ketenagakerjaan
- Telkom Bangun Masa Depan Ekonomi Inklusif Lewat Pendampingan dan Pemberdayaan Perempuan Penggerak UMKM. Program Pembinaan Telkom Membuka Peluang Bagi Pelaku Usaha Perempuan Untuk Tumbuh dan Memperluas Pasar di Era Digital
- TelkomGroup dan Huawei Teken MoU Strategis Untuk Memperkuat Infrastruktur Digital dan Ekosistem Data Center. Bersama NeutraDC, Kolaborasi ini Membuka Peluang Pengembangan Ekosistem Data Center, Cloud, serta Penguatan Kapabilitas Teknologi dan Talenta Digital
- Sosialisasi Empat Pilar MPR di Tulungagung, DR. Heru Tjahjono Tekankan Pentingnya Ketahanan Sosial di Bidang Kesehatan dan Ketenagakerjaan
- Kolaborasi TelkomGroup dan Komdigi Jaga Keandalan Layanan dan Infrastruktur Jaringan Nasional Jelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Tingkatkan Kapasitas Jaringan hingga 60,7 Tbps dan Operasikan Posko SIAGA RAFI dengan Dukungan Sebanyak 13.700 Personel
- TelkomGroup Gandeng F5 Hadirkan Solusi AI-Secure Connectivity Melalui Data Center Untuk Ekosistem Digital Indonesia. Integrasikan Kapabilitas Data Center dan Security Berbasis AI Guna Menghadirkan Managed Services Yang Andal Untuk Mendukung Transformasi Digital
- Satu Tahun Danantara Indonesia : Memperkuat Fondasi Untuk Masa Depan Generasi Indonesia. Transformasi TelkomGroup Untuk Terus Meningkatkan Nilai, dari Penguatan Tata Kelola hingga Kontribusi Nyata Bagi Masyarakat
- PDAM Tirta Perwitasari Purworejo Selenggarakan Acara Buka Puasa Bersama dan Ramah Tamah dengan Awak Media dan LSM se- Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah
- Fokus Eksekusi Strategi TLKM 30, Telkom Dorong Penguatan Fundamental dan Tata Kelola Perusahaan. Peningkatan Disiplin Operasional, Penataan Portofolio, dan Pembentukan Strategic Holding Menjadi Fondasi Untuk Menciptakan Valuasi Bisnis Yang Lebih Tinggi
- TelkomMetra Lakukan Penataan Portofolio Bisnis, AdMedika Group Siap Masuki Fase Pertumbuhan Baru ke Kancah Regional dibawah Fullerton Health. Langkah Divestasi Strategis Guna Memperkuat Fundamental TelkomGroup Sebagai Holding Utama dan Fokus Pada Core Business Telekomunikasi dan Digital
- PT. Telkom (Persero) Gelar GoZero% Innovation Festival, Dorong Solusi Nyata Pengelolaan Limbah. Wadah inovasi ESG Karyawan di Seluruh Telkom Regional Untuk Menghadirkan Solusi Yang Aplikatif dan Berkelanjutan
- Menapak 4 Tahun, NeutraDC Kokohkan Fondasi Digital Ecosystem Hub. Memperluas Kapasitas Infrastruktur AI-Ready dan Konektivitas Regional Untuk Mendukung Posisi Indonesia Dalam Ekosistem Digital Asia Pasifik
- CEO TelkomGroup Tinjau Kesiapan Infrastruktur dan Layanan Digital Jelang Hari Raya Idul Fitri. Rangkaian Kegiatan TelkomGroup Siaga RAFI 2026 Turut Salurkan Bantuan Sosial Senilai Rp 2 Miliar
- Telkomgroup Melalui Mitratel dan AALTO Melanjutkan Kolaborasi Strategis Dalam Pengembangan Stratospace dan Infrastruktur Telekomunikasi di Indonesia. Eksplorasi Konektivitas non-Terestrial Untuk Memperluas Jangkauan dan Meningkatkan Keandalan Jaringan Nasional
- Mudik Gratis Idul Fitri Tahun 2026 : Telkom Mulai Buka Pendaftaran, Siapkan 27 Bus dan 3 Rute Kapal Laut Untuk Pemudik. Pendaftaran Dibuka Tanggal 3 Maret 2026 melalui laman resmi https://mudik2026.telkomgroup.id/
- Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah Menekankan Agar Masyarakat Hati- hati dan Waspada terhadap Potensi Terjadinya Kebakaran
- Finnet Milik PT. Telkom (Persero) dan KP2MI Perkuat Sinergi Digitalisasi Layanan Bagi Pekerja Migran Indonesia. Kolaborasi Strategis Perluas Inklusi Keuangan dan Perkuat Ekosistem Pembayaran Digital Nasional