Willgo Zainar, MBA. : Kita Harus Segera Tutup Kebocoran Anggaran Negara

H. Willgo Zainar, SE.,MBA., Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra
Jakarta. Seputar Nusantara. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mensinyalir terdapat sekitar Rp 5.000 Triliun pendapatan negara dari pajak dan royalti pertambangan menguap karena adanya kebocoran sistem pendapatan atau pemasukan.
Ketua Tim Supervisi Pencegahan Korupsi KPK Muhammad Rofie Haryanto di Banjarmasin- Kalimantan Selatan, pernah mengungkapkan, seandainya sistem penerimaan negara dari pajak dan royalti pertambangan tidak bocor, penerimaan negara bisa mencapai Rp 6.000 triliun.
Namun kenyataannya kita hanya bisa menerima sekitar seribu triliun rupiah saja, berarti diduga terjadi kebocoran terhadap potensi penerimaan negara hingga Rp 5.000 triliun. Menurutnya, saat ini pihaknya sedang konsentrasi mengevaluasi terhadap penerimaan negara dari sektor migas dan pertambangan, mulai dari proses pemberian izin hingga akhir pengiriman, dan potensi penerimaan negara.
Menurut Rofie, penerimaan negara merupakan salah satu ladang yang memiliki potensi cukup besar untuk tindakan korupsi oleh pihak-pihak terkait, selain sektor pelayanan publik dan penganggaran.
Sedangkan menurut H. Willgo Zainar, SE.,MBA., Anggota Fraksi Partai Gerindra DPR RI Periode 2014- 2019, bahwa kebocoran anggaran negara Indonesia mencapai ribuan Triliun. Publik sempat terperengah dengan pernyataan Prabowo Subianto saat debat Capres 2014, yang pada waktu itu Prabowo Subianto menyatakan potensi kebocoran penerimaan uang negara mencapai hingga Rp 7.200 Triliun.
” Pada saat itu publik dan para politisi mentertawakan beliau. Tetapi saat Jokowi- JK menjabat sebagai Presiden dan Wakil Presiden, ternyata mereka juga memberikan statement bahwa memang banyak uang yang seharusnya menjadi sektor penerimaan negara, tetapi justru tidak masuk kas negara,” ungkap Willgo Zainar kepada seputarnusantara.com di ruang Komisi XI DPR RI- Senayan, pada Senin 1 Desember 2014.
Menurut Willgo Zainar, kebocoran uang negara banyak terjadi di sektor perpajakan dan pertambangan. Kemudian ada pula kebocoran di sektor uang negara untuk subsidi BBM, karena hanya bisa dinikmati oleh kelompok- kelompok tertentu. Dan kebocoran- kebocoran dalam hal pemanfaatan anggaran dalam alokasi pembangunan.
” Nah, ini menjadi sebuah isu sentral bagi bangsa Indonesia. Seandainya-pun pendapatan negara kita tidak bisa meningkat, paling tidak kita bisa melakukan efisiensi dengan cara pengetatan anggaran dan juga menutup kebocoran- kebocoran anggaran yang ada selama ini,” terang Willgo Zainar, Anggota Komisi XI DPR RI ini.
Willgo Zainar memaparkan, mengenai sektor pertambangan yang pengelolaannya tidak bagus, yang harus dilakukan pemerintah adalah pertama, lembaga perpajakan harus bisa mengcover objek- objek pajak yang ada di sektor pertambangan. Karena masih banyak pengusaha di sektor pertambangan yang belum memiliki NPWP (nomor pokok wajib pajak, red.) dan aturan- aturan lainnya belum dipenuhi, sehingga mereka tidak menjadi wajib pajak.
” Kemudian kedua, harus diperkuat dengan peranan KPK dalam menangani penyelewengan- penyelewengan di sektor perpajakan. Dan juga harus diperkuat lagi oleh personil di perpajakan untuk dapat mengoptimalkan pendapatan negara di sektor pajak. Ini supaya pendapatan negara di sektor pajak, dapat betul- betul masuk ke kas negara bukan ke oknum- oknum perpajakan,” tegas Willgo Zainar.
Lebih lanjut, Willgo Zainar menjelaskan, terkait dengan sektor pertambangan, kita juga memiliki banyak kontrak karya yang justru tidak menguntungkan rakyat. Karena kontrak karya kita, baik yang dibuat pada masa lalu maupun yang dibuat saat ini, belum menunjukkan refleksi dari UUD 1945 pasal 33 yang berbunyi : “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara, dan dimanfaatkan sebesar- besarnya untuk kepentingan rakyat.”
” Ini tugas pemerintah dan DPR RI untuk memikirkan dan mempertimbangkan kontrak- kontrak karya yang sudah ada, bahwa itu harus memberikan nilai tambah bagi kepentingan nasional, bukan kepentingan asing. Sehingga, saya kira, kalau memang harus dilakukan Review terhadap kontrak karya, itu sangat bagus. Sehingga penerimaan negara dari sektor pertambangan bisa lebih kita tingkatkan,” ucap Politisi Partai Gerindra.
Menurutnya, optimalisasi penerimaan negara untuk kepentingan rakyat, bahwa negara harus berperan besar dalam mensejahterakan rakyat. Itu bisa berupa penyiapan lapangan pekerjaan bagi rakyat, kemudian negara juga harus mampu mengentaskan kemiskinan. Dan juga, negara harus mampu memperpendek jarak kesenjangan antara si kaya dan yang miskin.
” Untuk memperkuat ekonomi rakyat dan memperhatikan kalangan bawah, tentu pemerintah harus memperhatikan sektor pertanian. Karena masyarakat yang berkategori miskin atau hampir miskin ini, adanya di desa- desa. Maka sektor pertanian menjadi ujung tombak bagi rakyat,” ungkapnya.
” Kemudian, pemerintah juga harus menyiapkan pendidikan yang layak, sehingga kita mempunyai kualitas SDM yang baik, agar dapat bersaing baik didalam maupun luar negeri. Sehingga kita tidak perlu lagi meng-ekspor tenaga kerja ke luar negeri yang hanya bekerja sebagai buruh dan pembantu rumah tangga. Yang tidak kalah pentingnya adalah pelayanan kesehatan bagi rakyat. Tidak cukup hanya kartu- kartu sehat, tetapi infrastruktur di sektor kesehatan harus benar- benar tersedia, sehingga rakyat bisa betul- betul mendapatkan pelayanan kesehatan secara baik,” pungkas Willgo Zainar di penghujung wawancara. (Aziz)
BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.
Tulisan dengan Kategori Headline
- Dinas Perkimtan Kabupaten Purworejo Menyelenggarakan Rapat Koordinasi Dilanjutkan Verifikasi Usulan Penyelesaian Penguasaan Tanah Dalam Rangka Penataan Kawasan Hutan (PPTPKH) di Wilayah Kabupaten Purworejo
- Sustainability Report 2025 : TelkomGroup Perkuat Transformasi Bisnis dan Komitmen ESG Untuk Pertumbuhan Berkelanjutan. Implementasi 3 Pilar ESG : Save Our Planet, Empower Our People, dan Elevate Our Business Jadi Bagian Integral dari Agenda Transformasi TelkomGroup Dalam Memperkuat Daya Saing, Menciptakan Nilai Jangka Panjang, serta Hadirkan Dampak Berkelanjutan bagi Lingkungan, Masyarakat, dan Bisnis
- Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Dinas LHP Kabupaten Purworejo Selenggarakan Berbagai Kegiatan Untuk Perbaiki Iklim dan Wujudkan Gerakan Nasional Indonesia ASRI
- Gelar RUPST Tahun Buku 2025, PT. Telkom (Persero) Bagikan Dividen Rp 21,9 Triliun. Restui Program Buyback, Rencana Strategis, dan Penyegaran Pengurus Perseroan, Sebagai Bukti Akselerasi Transformasi Digital dan Perluasan Kontribusi Bagi Bangsa
- Proses Tender Pembangunan 2 Gedung Pemerintahan di Kabupaten Purworejo Berada di Pengadaan Barang dan Jasa, Akhir Juni 2026 Diharapkan Sudah Ada Pemenang Tender dan Segera Bisa Dimulai Pembangunannya
- Telkom Dukung Literasi Keterbukaan Informasi Publik Melalui Edukasi Bersama Komisi Informasi Pusat di SMK Telkom Purwokerto. Melalui Edukasi di SMK Telkom Purwokerto, Telkom Mendukung Penguatan Literasi Informasi dan Literasi Digital Untuk Membangun Generasi Muda Yang Inklusif dan Berdaya Saing
- Telkom Pertemukan Regulator hingga Pelaku Industri, Bangun Cetak Biru Kedaulatan Digital. Regulator, BUMN Strategis, Pelanggan Enterprise, dan Global Technology Partners Berkolaborasi Merumuskan Blueprint Cloud, AI, dan Keamanan Siber Sebagai Fondasi Kedaulatan Digital Indonesia
- Data Center Terisi Penuh Sebelum Beroperasi, PT. Telkom Percepat Ekspansi Kapasitas NeutraDC di Batam. NeutraDC Nxera Batam Siapkan Pengembangan Gedung Kedua (BTM-2) Untuk Menjawab Permintaan Kawasan SIJORI
- Luncurkan AIcosystem, PT. Telkom (Persero) Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri. Menyatukan Kapabilitas AI TelkomGroup Dalam Ekosistem Terintegrasi Untuk Menghadirkan Solusi AI Yang Berdaulat, Berdampak, dan Berkelanjutan
- Polres Purworejo- Jawa Tengah Akan Gelar Operasi Patuh Candi 2026 Untuk Tegakkan Disiplin Dalam Berlalu Lintas dan Keselamatan Pengendara
- TelkomMetra Mantapkan Langkah Penataan Portofolio Bisnis, AdMedika Group Siap Ekspansi Dibawah Fullerton Health. Inisiatif Strategis ini Sejalan dengan Arahan Streamlining Danantara Indonesia kepada TelkomGroup Untuk Memperkuat Struktur dan Mempertajam Fokus Bisnis
- Laporan Keuangan Telkom Kuartal I 2026 : Awali Tahun 2026 dengan Kinerja Solid, Telkom Buktikan Komitmen Disiplin Operasional dan Eksekusi Transformasi
- Rayakan Idul Adha, Rutan Kelas IIB Purworejo- Jawa Tengah Selenggarakan Shalat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban Untuk Tanamkan Nilai- Nilai Spiritual dan Sosial
- Telkom Akses Raih Penghargaan IRCA 2026 atas Komitmen Tata Kelola dan Kepatuhan Regulasi. Penguatan Budaya Kerja dan Sistem Tata Kelola Yang Terintegrasi Menjadi Fondasi Operasional Adaptif dan Berkelanjutan
- Didukung Danantara, PaDi UMKM Milik Telkom Perkuat Ekosistem Pengadaan Digital BUMN dan UMKM. Melalui PaDi Business Forum & Showcase 2026, PaDi UMKM Menghadirkan Transformasi Pengadaan Berbasis Digital Untuk Mendorong Pertumbuhan Bisnis Nasional Yang Inklusif dan Berkelanjutan
- Wujudkan Semangat Berbagi di Hari Raya Idul Adha, TelkomGroup Salurkan 910 Hewan Kurban untuk Masyarakat. Sinergi TelkomGroup Hadirkan Kebahagiaan Idula Adha Bagi Lebih dari 60 Ribu Masyarakat di Berbagai Daerah Indonesia
- PT. Telkom Perkuat Fondasi Kemandirian Digital Bangsa Melalui Indonesia Tech Sovereignty Forum 2026. Kolaborasi Nasional Melalui Pembentukan AdyaCakra Dorong Penguatan Sovereign Cloud, AI, dan Cybersecurity Indonesia
- Sekretaris DPRD Kabupaten Purworejo Tegaskan Bahwa Dana Pokir DPRD Berdasarkan Aspirasi dan Kebutuhan Masyarakat, Harus Sesuai Regulasi dan Kemampuan Keuangan Daerah
- Dinas Perkimtan Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah Selenggarakan Kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Pelaksanaan Pendataan Rumah Tidak Layak Huni Tahun 2026
- TelkomGroup Bersinar di LinkedIn Talent Awards 2025. TelkomGroup Kembali Mencatatkan Prestasi Melalui Penghargaan Best Employer Brand Yang Diraih Telkom Untuk Kedua Kalinya Secara Berturut-turut serta Penghargaan Learning Champion yang Diraih Telkomsel