logo seputarnusantara.com

Ir. Soepriyatno : Partai Gerindra Dukung Pelestarian Budaya, Termasuk Trowulan

Ir. Soepriyatno : Partai Gerindra Dukung Pelestarian Budaya, Termasuk Trowulan

Ir. H. Soepriyatno, Anggota Fraksi Partai Gerindra DPR RI Periode 2014- 2019

2 - Des - 2014 | 20:45 | kategori:Headline

Jakarta. Seputar Nusantara. Situs Trowulan adalah kawasan kepurbakalaan dari periode klasik sejarah Indonesia yang berada di Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto- Jawa Timur. Berbagai temuan-temuan yang diangkat di sini menunjukkan ciri-ciri pemukiman yang cukup maju. Berdasarkan kronik, prasasti, simbol, dan catatan yang ditemukan di sekitar kawasan tersebut, diduga kuat situs ini berhubungan dengan Kerajaan Majapahit.

Kawasan berdirinya struktur-struktur besar (candi, makam, dan kolam) mencakup wilayah sekitar 5 km × 5 km, dipotong oleh jalan negara yang menghubungkan kota Jombang dan Surabaya. Namun demikian, temuan-temuan yang terpendam diketahui berada di luar kawasan tersebut dan mencakup kawasan lebih luas lagi dengan ukuran 11 km × 9 km, sehingga mencakup pula wilayah timur Kabupaten Jombang. Situs Trowulan telah didaftarkan untuk menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 2009.

Nama “Trowulan” diambil dari nama kecamatan tempat ditemukannya mayoritas struktur besar yang ada. Ada dua pendapat mengenai asal nama ini. Pendapat yang pertama, diajukan oleh Henri Maclaine Pont, adalah dari asal “Setra Wulan”. Pendapat lain kedua, disebut dalam Serat Darmagandhul pupuh XX, ada tempat bernama “Sastrawulan”, tempat Brawijaya- Raja Majapahit, meminta sebagai lokasi makamnya.

Kitab perjalanan dari Tiongkok, Yingyai Shenglan, yang ditulis oleh anak buah Kapiten Cheng Ho, Ma Huan, menyebutkan bahwa Man-The-Po-i (Majapahit) merupakan kota yang sangat besar tempat Raja bermukim. Apakah yang dimaksud adalah pemukiman Trowulan? tidak ada yang menyebutkan, namun berbagai temuan memberikan dugaan kuat keterkaitan ini.

Menurut Ir. H. Soepriyatno, Anggota Fraksi Partai Gerindra DPR RI Periode 2014- 2019, bahwa situs Trowulan ini merupakan peninggalan sejarah yang sangat besar di Indonesia. Situs Trowulan ini merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit. Mestinya, harus ada kepedulian dari pemerintah untuk mengamankan aset budaya yang spektakuler tersebut.

” Situs Trowulan ini merupakan aset budaya bangsa Indonesia yang sangat spektakuler. Penemuan Candi di Trowulan seharusnya menjadi perhatian yang serius dari pemerintah. Selama ini banyak ditemukan peninggalan bersejarah berupa Candi, ini menunjukkan nenek moyang bangsa Indonesia mempunyai tingkat kebudayaan yang sangat tinggi,” ungkap Soepriyatno kepada seputarnusantara.com di Gedung Komisi XI DPR RI, pada Selasa 2 Desember 2014.

Soepriyatno memaparkan, bahwa budaya bangsa kita ini sangat besar, budaya bangsa kita “bukan ecek- ecek.” Seperti ditemukannya Candi di situs Trowulan, menunjukkan bahwa budaya bangsa Indonesia sangat besar. Contoh lainnya, dengan adanya Candi Borobudur, Candi Trowulan dan penemuan peninggalan situs Kerajaan Majapahit, menunjukkan bahwa luas wilayah kita yaitu Nusantara, sebenarnya lebih luas dari Indonesia yang sekarang ini.

” Pada waktu itu, Nusantara sebagai wilayah Kerajaan Majapahit sangat luas melebihi luasnya wilayah Indonesia sekarang. Ini menunjukkan budaya dan pengaruh Majapahit sangat besar. Oleh karena itu, baik pemerintah maupun Komisi X DPR, harus membahas dan mencari solusi agar situs Trowulan tetap bisa dilestarikan,” tegas Soepriyatno.

Lebih lanjut, Soepriyatno menjelaskan, sekarang ini kondisi Trowulan sangat memprihatinkan. Banyak penduduk yang menggali batu dan tanah di situs Trowulan demi kepentingan ekonomi. Karena disana, banyak penduduk yang membuat batu bata dari tanah liat yang diambil dari Trowulan. Padahal di situs Trowulan banyak ditemukan peninggalan Kerajaan Majapahit, namun justru dirusak oleh penduduk karena terdesak oleh kebutuhan ekonomi.

” Mereka menjual batu bata dari Trowulan seharga Rp 5.000,-/ biji, karena batu batanya lebih besar dari yang biasa. Ini harus segera ditertibkan, karena akan merusak situs bersejarah Trowulan. Kita khawatir akan terjadi pengrusakan terhadap situs budaya bangsa Indonesia yang berujung kepunahan situs budaya, maka ini harus segera diselamatkan,” ucap Politisi Partai Gerindra asal Jawa Timur ini.

Selanjutnya, Soepriyatno menuturkan, bahwa dirinya beberapa waktu yang lalu sekitar tanggal 20 November 2014 berkunjung ke situs Trowulan bersama Hasyim Djojohadikusumo. Kunjungan tersebut bersama pemerintah daerah setempat dan jajaran Partai Gerindra. Menurutnya, karena Partai Gerindra punya Manifesto, yang salah satunya adalah melestarikan budaya bangsa.

” Nah disitulah, maka kita berkunjung ke Trowulon sebagai implementasi dari Manifesto Partai Gerindra. Pak Hasyim Djojohadikusumo sangat giat dan perhatian terhadap pelestarian budaya bangsa Indonesia, karena itu merupakan peninggalan nenek moyang kita yang wajib dilestarikan. Pak Hasyim juga mendirikan sebuah Yayasan Pelestarian Budaya. Ini sangat penting, karena masih ada tokoh seperti Pak Hasyim yang cinta dan giat melestarikan budaya bangsa,” ungkap Soepriyatno dengan tegas.

Lebih jauh dirinya menegaskan, bahwa pemerintah harus segera bekerjasama dengan badan- badan dunia untuk melestarikan budaya Indonesia. Karena ini sangat luar biasa, ini menunjukkan peradaban budaya bangsa kita sangat tinggi. Kalau Trowulan direkonstruksi dan dipercantik, maka akan menjadi aset dan tujuan wisata nasional, yang akan banyak dikunjungi oleh turis baik dalam negeri maupun manca negara.

” Dulu kan pada zaman kerajaan ada tempat- tempat pertempuran dan tempat khusus bagi sang Raja. Maka Trowulan ini harus diteliti lebih jauh supaya masyarakat mengetahui sejarah yang sebenarnya. Di Trowulan juga ditemukan tulang tengkorak manusia yang usianya mencapai ribuan tahun yang lalu,” pungkas Soepriyatno di penghujung wawancara. (Aziz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Tulisan dengan Kategori Headline