logo seputarnusantara.com

Kadispenda Boven Digul Raih Penghargaan, Kinerja Tingkatkan PAD

Kadispenda Boven Digul Raih Penghargaan, Kinerja Tingkatkan PAD

Drs. Marlinus, Kadispenda Kabupaten Boven Digul- Papua, saat menerima penghargaan

31 - Des - 2014 | 16:09 | kategori:Headline

Jakarta. Seputar Nusantara. Kadispenda (Kepala Dinas Pendapatan) Kabupaten Boven Digul, Papua, Drs. Marlinus, raih penghargaan ‘Indonesian Best Leadership Achievement Award 2014’.

Diraihnya penghargaan ini, berdasarkan penilaian Lembaga Citra Prestasi Anak Bangsa (CPAB) Jakarta, atas keberhasilan Marlinus dalam memimpin Dispenda Boven Digul meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) bersama jajarannya. Peningkatannyapun cukup fantastis. Hampir 2 kali lipat dari tahun sebelumnya.

Boven Digul yang pada tahun 2013 memperoleh PAD sebesar Rp 7,5 miliar, mencatat peningkatan menjadi Rp. 14 miliar per- Desember 2014. Persisnya, meningkat sebesar 86,6 persen.

Sebab itu, Lembaga Citra Prestasi Anak Bangsa (CPAB) Jakarta, sebagai lembaga independen pemantau prestasi anak bangsa memberi penghargaan atas kinerja seseorang. Kendati Marlinus sendiripun tidak pernah tahu sebelumnya, bahwa dirinya tengah dipantau melalui berbagai sumber referensi.

Bersama Marlinus, ada 22 tokoh lainnya dari berbagai daerah yang terima penghargaan, dengan kategori berbeda. Sementara sebelumnya tersaring 43 orang di tahap kedua.

Penyerahan penghargaan dilangsungkan pada hari Sabtu, 13 Desember 2014 malam, di Grand Ballroom, Hotel Lumire- Jakarta. Penghargaan yang diberikan berupa Piala, Sertifikat Pigura Besar dan Medali. Dan diserahkan langsung oleh Wakil Ketua Dewan Pembina Lembaga Citra Prestasi Anak Bangsa, Prof. DR. H.B Katili, MM., dan Vice Chairman, Danny PH Siagian, SE., MBA., MM., didampingi Ketua Pelaksana, David G.

Sementara itu, menjawab pertanyaan media usai menerima penghargaan, Marlinus mengatakan, apa yang dikerjakannya semata-mata sebagai bagian dari pengabdiannya untuk Boven Digul.

“ Ya, tentu saya sangat mengucap syukur pada Tuhan. Karena ada lembaga independen yang peduli dengan kita yang jauh dari ibukota Negara ini. Semua ini untuk Boven Digul,” ujarnya saat dihubungi wartawan Jakarta, dua hari setelah menerima penghargaan.

Dalam ungkapannya, dirinya merasa belum pantas menerima penghargaan atas kinerjanya. Sebab dalam 4 tahun jadi Kadispenda, ia hanya melakukan tugas dan tanggungjawabnya sesuai tupoksi. Kendati dirinya memang bekerja keras dan ikhlas, namun ia merasa enjoy.

“ Selama 4 tahun terakhir jadi Kadispenda, saya merasa bekerja sesuai tupoksi saya. Saya tidak pernah tahu sebelumnya, akan ada pihak yang akan menilai. Ya, saya bekerja saja,” terangnya.

Namun, ketika bincang-bincang, ia tidak sadar menceritakan saat dirinya baru menjabat Kadispenda, tahun 2011, bahwa PAD Boven Digul masih Rp 600 juta- an. Sedangkan setelah 4 tahun ditangannya, PAD mencapai Rp 14 miliar.

“ Memang harus diakui. Waktu saya pertama menjabat, PAD kita masih Rp 600 jutaan. Tapi sekarang memang sudah mencapai Rp 14 miliaran tahun 2014 ini,” imbuhnya.

Tentu, pencapaian itu tak lepas dari munculnya 22 Perda (Peraturan Daerah), sejak tahun 2011, yang berkaitan dengan pengelolaan retribusi dan pajak. Dan Perda-perda tersebutlah yang diefektifkan jajaran Dispenda, dalam rangka menggali pendapatan daerah yang baru dimekarkan dari kabupaten Merauke, tahun 2002 itu.

Dibalik semua itu, sosok Marlinus yang ‘low profile’ ini sudah cukup teruji dalam hidup susah. Bahkan ketika ia masih sekolah SMA di Palopo, Sulawesi Selatan, Marlinus pernah jadi kuli bangunan dan penarik becak. Maklum, ia berasal dari keluarga amat sangat sederhana.

Hal itu ia kerjakan untuk memenuhi kebutuhan sekolah dan membantu keluarganya. Sepulang sekolah, ia menjadi kuli bangunan, dan malam hari menarik becak. Hampir 3 tahun ia jalani kehidupan seperti itu, hingga ia kuliah.

Setelah lulus kuliah, putera Toraja inipun merantau ke Merauke- Papua. Ia testing dalam penerimaan PNS (Pegawai Negeri Sipil) di instansi BKKBN (Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional), dan ditempatkan di kecamatan Jair, Merauke. Sepuluh tahun dia bertugas sebagai pegawai BKKBN, dan satu jabatan lainnya, sebelum diberi tanggung jawab sebagai Kadispenda. (Aziz/ Dans)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Tulisan dengan Kategori Headline