logo seputarnusantara.com

H. Totok Daryanto : Kongres PAN Sebagai Ajang Rekonsiliasi dan Regenerasi

H. Totok Daryanto : Kongres PAN Sebagai Ajang Rekonsiliasi dan Regenerasi

H. Totok Daryanto, SE., Anggota Fraksi PAN (Partai Amanat Nasional) DPR RI Periode 2014- 2019

13 - Jan - 2015 | 20:41 | kategori:Headline

Jakarta. Seputar Nusantara. Ketua Majelis Pakar PAN (Partai Amanat Nasional) Prof. DR. H. Amien Rais, MA., meminta agar ada regenerasi kepemimpinan di tubuh PAN. Ketua Umum PAN menurut dia, hanya boleh menjabat untuk satu kali periode atau lima tahun.

Hatta Rajasa yang saat ini menjadi ketua umum incumbent disarankan tak mencalonkan diri lagi di Kongres PAN tahun ini. Amien pun mangajukan nama Zulkifli Hassan untuk memimpin partai berlambang matahari biru itu untuk periode 2015-2020.

Sedangkan menurut H. Totok Daryanto, SE., Anggota Fraksi PAN DPR RI periode 2014- 2019, bahwa kongres PAN 2015 ini merupakan ajang untuk melakukan rekonsiliasi dan regenerasi. Dan juga sebagai ajang perlunya dilakukan reorientasi terhadap program- program kerja PAN ke depannya.

” Rekonsiliasi dimaksudkan, karena sepanjang perjalanan PAN, dari masa reformasi hingga sekarang ini, banyak pendiri dan kade- kaderr PAN yang berada di luar PAN. Mereka berada di berbagai profesi dan pekerjaan. Ada sebagian dari mereka yang tidak lagi berkiprah di PAN dan bahkan sudah tidak berpolitik praktis lagi. Nah, kita berharap kepemimpinan baru nantinya, bisa merangkul kembali para pendiri dan kader- kader PAN lainnya,” ungkap Totok Daryanto kepada seputarnusantara.com di Gedung Nusantara 1 DPR RI- Senayan, pada Selasa 13 januari 2015.

” Jadi, figur yang kita butuhkan sebagai pemimpin PAN pada periode mendatang 2015- 2020 adalah figur pemimpin yang mampu merajut rekonsiliasi. Dan juga ada trust/ kepercayaan dari kader- kader PAN kepada figur pemimpin tersebut, sehingga PAN akan semakin jaya. Kemudian, PAN juga harus melakukan regenerasi mulai dari pucuk pimpinan partai, dimana Ketua umum PAN itu sebaiknya tidak lebih dari satu periode, sehingga bisa memberikan kesempatan kepada kader- kader lainnya untuk menerima amanah tertinggi sebagai pimpinan PAN,” terang Totok Daryanto, Politisi PAN ini.

Lebih lanjut Totok Daryanto memaparkan bahwa, tokoh yang menjadi Ketua Umum PAN mendatang adalah seorang pribadi yang harus betul- betul menyadari tentang arti dan makna regenerasi itu. Dan nanti setelah menjabat selama 5 tahun, tidak ada lagi mempunyai keinginan untuk memimpin PAN berikutnya, jadi harus mempunyai komitmen seperti itu.

” Dan yang sangat penting juga adalah masalah reorientasi program- program kerja PAN. Partai Amanat Nasional dan juga partai- partai lainnya, sebenarnya sekarang ini belum secara riil melakukan kerja- kerja politik. Kebanyakan partai politik melakukan kerja- kerja politik tidak lebih dari 20% saja, sisanya lebih banyak melakukan kerja- kerja yang bersifat sosial dan lain- lain. Kita ingin mengubah PAN menjadi partai yang berciri khusus dan mengedepankan kerja- kerja poilitik,” tegas Totok Daryanto.

Selanjutnya, yang dimaksud kerja politik adalah partai- partai politik harus selalu ikut hadir dalam problem- problem yang dihadapi oleh masyarakat dan turut memberikan solusi, prinsipnya seperti itu. Jadi kalau sekarang ini petani tebu sedang bangkrut karena harga tebu sedang jatuh, maka partai politik seharusnya terjun turut membela petani tebu. Bisa dengan cara stop impor gula, supaya harga gula dalam negeri menjadi bagus. Atau bisa juga mendorong pemerintah agar memberikan semacam bantuan atau subsidi untuk mengatasi kerugian petani tebu tersebut.

” Kemudian contoh lain kerja politik, misalkan terjadi kerusakan lingkungan di suatu daerah, seharusnya partai politik ikut menyuarakan dan memberikan solusi atas hal tersebut. Sehingga lingkungan tidak menjadi rusak walaupun tetap ada penambangan, misalnya. Atau misal, jalur Pantura yang selalu mengalami gangguan dan tidak lancar arus transportasinya, seharusnya kader- kader partai politik atau anggota Legislatif dari daerah pemilihan sana, ikut memberikan solusi, itu yang dimaksud dengan kerja politik, yang selama ini memang sangat kurang,” terangnya.

Menurut Totok Daryanto, figur pemimpin PAN mendatang adalah figur yang juga harus mampu melakukan reorientasi program kerja PAN. Jadi harus mampu mengubah cara kerja partai dan budaya partai, itu dampaknya akan sangat luas, dari persoalan pengkaderan, tata hubungan antara pengurus pusat dan daerah, kemudian juga persoalan mengenai pembagian kewenangan antara pengurus pusat dengan daerah, itu semua dampak dari adanya reorientasi program kerja PAN.

” Oleh karena itulah, saya melihat bahwa figur Ketua MPR RI Zulkifli Hasan merupakan salah satu figur yang ideal untuk memimpin PAN kedepan dan akan mampu menghadapi 3 tantangan tersebut, yakni rekonsiliasi, regenerasi dan reorientasi program kerja PAN,” pungkas Totok Daryanto di penghujung wawancara. (Aziz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Tulisan dengan Kategori Headline