logo seputarnusantara.com

Muhammad Iqbal, SE.: Tekan Penyebaran Penyakit, BPOM Harus Diperkuat

Muhammad Iqbal, SE.: Tekan Penyebaran Penyakit, BPOM Harus Diperkuat

Muhammad Iqbal, SE., M. Kom., Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PPP (Partai Persatuan Pembangunan)

4 - Feb - 2015 | 21:27 | kategori:Headline

Jakarta. Seputar Nusantara. Peredaran apel impor asal Amerika Serikat yang terkontaminasi bakteri berbahaya, seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat badan karantina. Sebab selama ini pemerintah dinilai terlalu fokus pada ketahanan dan kedaulatan pangan, sementara keamanannya dikesampingkan.

Menurut Muhammad Iqbal, SE.,M. Kom., Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PPP (Partai Persatuan Pembangunan), bahwa kasus apel asal Amerika yang berbahaya itu adalah warning bahwa masih banyak lagi produk impor yang harus diuji dan diawasi.

Muhammad Iqbal mengatakan, satu-satunya bumper pemerintah dalam melindungi masyarakat dari produk berbahaya adalah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Tapi faktanya, barang impor berbahaya bisa masuk akibat kekurangtelitian dan pemeriksaannya yang terkesan sangat longgar.

” Terbukti, setelah ada barang yang masuk dari luar negeri, kita baru sadar bahwa disitu ada bakteri. Itu pun informasinya dari luar. Makanya, BPOM-lah yang harus diperkuat agar Indonesia siap merespons barang-barang impor lainnya. Ketika BPOM kuat dan telah memiliki instrument pengujian yang cukup dan memadai serta SDM yang mumpuni, maka akan dapat melakukan penolakan atas impor yang masuk dengan alasan membahayakan kesehatan,” ungkap Muhammad Iqbal kepada seputarnusantara.com di gedung Nusantara 1 DPR- Senayan, pada Rabu 4 Februari 2015.

Menurut Politisi PPP ini, penguatan BPOM juga dinilai justru akan semakin melindungi masyarakat dari penyakit berbahaya, serta melindungi petani dari gempuran produk- produk impor yang sembarangan.

” Termasuk post market juga harus diawasi oleh BPOM, tetapi kalau barang tersebut sudah terlanjur masuk ke Indonesia, maka harus segera ditarik oleh BPOM. Supaya masyarakat terhindar dari penyakit. Kalau perlu BPOM juga harus gencar melakukan razia- razia terhadap produk berbahaya. Karena kalau tidak, maka saya khawatir akan diperjualbelikan ke masyarakat, dan berdampak pada penyebaran penyakit,” tegas Muhammad Iqbal.

Selanjutnya Muhammad Iqbal menjelaskan, bahwa pengawasan oleh BPOM sangatlah penting dilakukan. BPOM juga harus selalu berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pertanian untuk mengawasi peredaran produk- produk makanan di masyarakat.

” Kalau di super market sudah banyak beredar makanan yang mengandung zat berbahaya, maka BPOM harus rutin melakukan pengawasan. Karena kalau pengawasan tidak rutin dilakukan oleh BPOM, misal bulan ini ada pengawasan, tetapi bulan berikutnya lengah tidak melakukan pengawasan, maka produk berbahaya bisa masuk ke Indonesia. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi dan mengurangi peredaran produk berbahaya, pengawasan yang ketat dan rutin harus dilakukan,” pungkas Muhammad Iqbal di penghujung wawancara. (Aziz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Tulisan dengan Kategori Headline