logo seputarnusantara.com

Miris…! Gedung Mewah DPR RI Tak Disediakan Satupun Kursi Buat Tamu

Miris…! Gedung Mewah DPR RI Tak Disediakan Satupun Kursi Buat Tamu

10 - Feb - 2015 | 20:46 | kategori:Headline

Jakarta. Seputar Nusantara. Komplek Parlemen terdiri dari Gedung Nusantara yang berbentuk kubah, Nusantara I atau Lokawirasabha setinggi 100 meter dengan 24 lantai yang mengalami kemiringan 7 derajat, Nusantara II, Nusantara III, Nusantara IV, dan Nusantara V. Di tengah halaman terdapat air mancur dan “Elemen Elektrik”.

Juga berdiri Gedung Sekretariat Jenderal dan sebuah Masjid. Atas amandemen Undang-undang Dasar 1945 (UUD’45), dalam Komplek DPR/MPR telah berdiri bangunan baru untuk kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

Kompleks Parlemen termasuk dalam wilayah Kelurahan Gelora, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Sebelah barat berbatasan dengan Jalan Gelora, sebelah selatan dengan Kompleks Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kompleks Televisi Republik Indonesia (TVRI), dan Komplek Taman Ria Senayan, di sebelah timur berbatasan dengan Jalan Gatot Subroto, dan Kompleks Kementerian Kehutanan (Gedung Manggala Wanabakti) di sebelah utaranya.

Gedung Wakil Rakyat yang sangat mewah itu dihuni oleh 560 Anggota DPR, 132 Anggota DPD, ribuan TA (Tenaga Ahli) dan Aspri (Asisten Pribadi), serta ribuan PNS (Pegawai Negeri Sipil) Sekretariat Jenderal DPR, DPD maupun MPR.

Gedung Wakil Rakyat ini seharusnya mencerminkan layaknya sebagai gedung yang menyerap aspirasi rakyat. Sebab, mereka bisa duduk di Senayan sebagai wakil rakyat karena pilihan rakyat. Mereka juga berasal dari rakyat yang kemudian diberikan mandat untuk mengurus rakyat di Parlemen.

Namun, sebagai gedung tempat rakyat menyampaikan aspirasi ke para wakilnya, ternyata fasilitas gedung sangat jauh dari apa yang disebut penjelmaan rakyat. Bayangkan, untuk gedung semewah dan seluas Parlemen tersebut, tidak ada satupun kursi yang disediakan buat tamu. Miris, sangat miris kita mendengarnya.

Dari ujung Nusantara 1 hingga ujung Nusantara V DPR/ MPR RI tidak ada satupun kursi yang disediakan buat para tamu yang berkunjung ke kompleks Parlemen. Padahal, para tamu banyak yang datang dari jauh, luar kota, bahkan luar pulau. Para tamu yang hendak bertemu dengan para wakilnya, terpaksa berdiri berjam- jam menunggu.

Menurut tamu berinisial AP, tidak disediakannya kursi bagi para tamu, menunjukkan bahwa gedung DPR tidak layak disebut sebagai gedung wakil rakyat. Sebab, gedung semewah itu tidak ada fasilitas kursi satupun bagi tamu.

” Masak gedung semegah ini tidak ada satupun kursi buat tamu? Kasihlah kursi di pinggir- pinggir tembok yang kosong, kasihan mereka datang dari jauh- jauh harus berdiri berjam- jam menunggu,” ungkap AP kepada seputarnusantara.com di Gedung Nusantara 1 DPR RI- Senayan, pada Selasa 10 Februari 2015.

Sedangkan pendapat dari salah satu wartawan senior di kompleks Parlemen berinisial HAS, bahwa sudah sewajarnya DPR menyediakan kursi bagi para tamunya. Karena tamu itu wajib dihormati dan dimulyakan. Anggota DPR juga bisa duduk di Senayan karena dipilih oleh rakyat, bukan tiba- tiba menjadi anggota Dewan.

” Wah parah memang, masak tamu suruh berdiri menunggu anggota Dewan. Seharusnya sediakan dong kursi, berapa sich harga kursi buat ruang tunggu? Stasiun saja banyak kursi buat ruang tunggu penumpang, masak gedung mewah DPR tidak ada kursi tunggunya?” tegas HAS kepada wartawan seputarnusantara.com.

Senada dengan 2 orang tadi, salah seorang yang biasa berkunjung ke kompleks DPR berinisial SAKH, mengatakan bahwa tamu di DPR sangat tidak dihargai. Tamu dibiarkan begitu saja berdiri menunggu berjam- jam. Padahal mereka yang memilih anggota DPR sehingga bisa duduk di kursi empuk Senayan.

” Pernah kaki saya sakit, tapi karena tidak ada kursi tamu, saya harus berdiri berjam- jam menunggu anggota Dewan. Kalau anggota Dewan rapat 3 jam, ya tamu harus berdiri menunggu 3 jam pula,” ucap SAKH kepada seputarnusantara.com (Aziz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Tulisan dengan Kategori Headline