logo seputarnusantara.com

Aria Bima dan Puan Temui Jokowi untuk Redakan Ketegangan Istana-Teuku Umar

Aria Bima dan Puan Temui Jokowi untuk Redakan Ketegangan Istana-Teuku Umar

Aria Bima, politisi PDI Perjuangan

12 - Feb - 2015 | 21:08 | kategori:Headline

Jakarta. Seputar Nusantara. Presiden Joko Widodo pada Rabu malam kemarin memanggil Politisi PDI Perjuangan Aria Bima ke Istana Negara. Pertemuan disebut sebagai upaya untuk menyelesaikan konflik antara Komisi Pemberantasan Korupsi dengan Kepolisian RI.

Siang tadi giliran Ketua DPP PDIP yang juga Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani yang dipanggil ke Istana Negara. Seorang sumber menyebut pertemuan Puan dengan Jokowi siang tadi merupakan kelanjutan dari dipanggilnya Aria Bima semalam.

Pertemuan berturut-turut antara Aria Bima dan Puan Maharani dengan Jokowi menurut sumber tersebut adalah upaya meredakan ketegangan antara Istana dengan Teuku Umar, merujuk pada kediaman Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. “Itu rangkaian (upaya meredakan ketegangan Istana-Teuku Umar),” kata sumber yang tak mau disebutkan namanya itu, Kamis (12/2/2015).

Hubungan Istana dengan PDI Perjuangan memang tengah tak harmonis. Sejumlah manuver Presiden Jokowi dan pembantunya disebut membuat gerah Teuku Umar. Puncaknya adalah ketika Istana memutuskan untuk menunda pelantikan Komisaris Jenderal Budi Gunawan sebagai Kepala Kepolisian RI.

Belakangan disebut Presiden Jokowi akan membatalkan pelantikan Komjen Budi karena ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Namun partai pengusung Jokowi yakni; PDI Perjuangan, Partai Hanura, PKB, dan Partai Nasional Demokrat tetap meminta Presiden Jokowi melantik Komjen Budi.

Aria Bima dan Puan ditunjuk menjadi juru lobi dari PDI Perjuangan, sementara dari Istana Presiden Jokowi didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Namun menurut Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto kedatangan Aria Bima dan Puan ke Istana tidak terkait polemik KPK dengan Polri. Puan dan Jokowi membahas soal Kementerian Koordinator PMK yang mendapat tambahan anggaran untuk program revolusi mental.

“Bertemu Presiden, soal Revolusi Mental, ada penganggaran baru yang nampaknya sudah disetujui oleh DPR,” kata Andi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Kamis (12/2/2015).

Lalu apakah ada hubungan antara pertemuan politisi PDIP Aria Bima tadi malam dengan Puan Maharani siang ini? “Mas Aria Bima ngomong Sri Wedari Solo. Mbak Puan ngomongin revolusi mental,” jawab Andi. (dtc/Aziz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Tulisan dengan Kategori Headline