logo seputarnusantara.com

Pengusaha Muda dan Sukses Hery Ludong, Raih Penghargaan “The Prominent Figure Of The Indonesian Development Awards 2015“

Pengusaha Muda dan Sukses Hery Ludong, Raih Penghargaan “The Prominent Figure Of The Indonesian Development  Awards 2015“

Hery Ludong, ST. (kiri), saat menerima penghargaan dari Chairman Lembaga Anugerah Prestasi Insani (API), Jakarta, Danny PH Siagian, SE, MBA, MM (kanan)

3 - Apr - 2015 | 10:58 | kategori:Headline

Jakarta. Seputar Nusantara. Pengusaha muda, Hery Ludong, ST., raih penghargaan “The Prominent Figure Of The Indonesian Development Awards 2015“.

Penghargaan tersebut diberikan oleh Lembaga Anugerah Prestasi Insani (API), Jakarta, Sabtu, 28 Maret 2015 lalu di Hotel Lumire, Jakarta Pusat. Atas kiprahnya di dunia usaha dan tani, Hery dinilai turut membangun masyarakat di wilayahnya, Banggai Kepulauan (Bangkep), Sulawesi Tengah.

Penghargaan dianugerahkan oleh Ketua Dewan Pembina lembaga, Prof. DR. H.B Katili, MM, dan Chairman, Danny PH Siagian, SE, MBA, MM, didampingi Ketua Pelaksana, Moody J. Prang, SE.

Diceritakan, saat ia kuliah dulu di Fakultas Teknik jurusan Listrik, Universitas Sam Ratulangi, Manado- Sulawesi Utara, ia sudah sambil bekerja di bidang listrik. Apalagi sebelumnyapun, ia lulusan STM jurusan listrik. Praktis, sejak merintis usaha yang dipimpinnya, CV Putra El Lugoman langsung tercatat sebagai mitra PLN wilayah Sulutenggo (Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Gorontalo). Bahkan iapun sudah cukup dikenal sebagai pengusaha bidang kelistrikan sejak tahun 2009.

Namun rupa-rupanya, saat kuliah di Manado itu, Hery terinspirasi dari masyarakat Sulawesi Utara yang sukses menanam pohon pala. Pengamatannya, mereka yang punya 20-30 pohon pala saja, sudah bisa kuliahin anak. Selain itu, jiwa tani yang menurun dari orangtuanya juga mempengaruhi.

Iapun berkomitmen untuk merubah paradigma masyarakat di tanah kelahirannya, Banggai Kepulauan, agar beramai-ramai menanam pohon pala yang lebih menjanjikan. Selain itu, ia melihat taraf hidup masyarakat yang masih banyak dibawah garis kemiskinan. Sebab itu, iapun ingin membantu meningkatkannya. Apalagi, lahan-lahan pertanian selama ini lebih banyak ditanami kelapa dalam (kelapa biasa), cengkeh, dan kakao, yang dinilainya sudah kurang menjanjikan.

Tindak lanjutnya, Herypun mencanangkan program tanam sejuta pohon pala di Bangkep. Untuk mewujudkan misinya, iapun minta dukungan Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Drs. H. Longki Djanggola, M.Si, untuk mencanangkan program tanam sejuta pohon pala di Bangkep, 21 Desember 2014 lalu. Bahkan Gubernurpun akan menjadikan Kabupaten Banggai Kepulauan sebagai ‘Sentra Tanaman Pala.’

Kunjungan Gubernur itu sekaligus meresmikan penanaman sejuta pohon pala secara simbolis, di desa Kombutokan, Kecamatan Totikum Selatan, untuk tujuan 12 kecamatan. Gubernurpun berpesan kepada Pemda dan SKPD Bangkep, untuk turut membantu dan membina program yang digagas Hery Ludong.

Sementara itu, menurut Hery, hingga akhir Maret lalu, pemberian bibit ke masyarakat sudah mencapai sekitar 200.000 bibit. Sedangkan Mei 2015 nanti, akan diserahkan lagi sekitar 70.000 bibit. Bibit pohon pala tersebut berusia sekitar 6 bulanan, dengan ciri-ciri : tinggi batang sekitar 15 cm, dan helai daun sekitar 7-8 helai.

Diperkirakan, target penanaman 1 juta pohon ini akan tercapai hingga tahun 2017. Dengan asumsi, 100 bibit pohon tiap Kepala Keluarga (KK).

“ Saya targetkan, tahun 2017 pemberian sejuta bibit pohon pala, sudah tercapai. Sehingga masyarakat petani Bangkep punya harapan dan dapat merasakan manfaatnya ke depan,” harapnya.

Dikatakan Ketua DPD HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) Kabupaten Bangkep ini, lahan taninya sendiri bersama keluarga, mencapai 100 hektar lebih. Dan hingga kini, baru tertanami sekitar 10.000 pohon pala. Sedangkan per hektar, bisa ditanami hingga 170 pohon.

Diperkirakan, jika sekali panen dengan kapasitas 100 hektar bisa mencapai hingga 10 miliar, maka kita bisa hitung hasil panen selama puluhan tahun nanti. Apalagi, masa panen dalam setahun, bisa hingga 2 kali.

Dari berbagai penelusuran, hasil tanaman pala ternyata sangat bervariasi dan prospektif. Selain buahnya, kulitnya juga laku di pasaran. Bahkan harganya cukup tinggi, baik di pasar dalam negeri, maupun pasar ekspor. Pasar ekspor biasanya ke Eropa, Cina dan Jepang. Dan masa panennya bisa mencapai antara 20 hingga 25 tahun, setelah usia pohon antara 4-5 tahun sejak masa tanam.

Selain itu, pehobi ternak ini juga masih menyempatkan diri beternak ayam. Sudah lebih dari 3 tahun belakangan ini dia beternak ‘ayam adu Filipina.’ Ada sekitar 300 ekor yang diternakkan. Dia memilih ternak ayam jenis ini, karena harga pasarnya cukup menggiurkan. Menurutnya, harga pasar ayam aduan umur setahun, bisa mencapai kisaran 3-5 juta rupiah per ekor.

Tak heran, jika pria berusia 37 tahun inipun didaulat dan diangkat oleh pimpinan KADIN (Kamar Dagang dan Industri) provinsi Sulawesi Tengah, menjadi Ketua KADIN Kabupaten Bangkep. Kendati baru terbentuk dua bulan lalu.

Menjawab pertanyaaan wartawan, suami dari ibu rumah tangga ini mengatakan sangat bersyukur atas penghargaan yang diberikan oleh sebuah lembaga independen dari ibukota Negara.

“ Tentu, saya sangat bersyukur atas penghargaan ini. Ternyata, ada lembaga independen yang mau menelusuri dan peduli dengan apa yang kita perbuat untuk masyarakat Bangkep. Ini sekaligus motivasi baru bagi saya untuk berbuat lebih baik,” pungkasnya usai menerima penghargaan.

Ayah 4 anak ini merupakan salah satu penerima penghargaan dari 20 tokoh yang terpilih, dari 42 orang yang terjaring sebelumnya. Para penerima penghargaan mendapatkan Piala, Lencana dan Sertifikat Pigura bertuliskan nama bertinta emas. (Aziz/ Dans)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Tulisan dengan Kategori Headline