logo seputarnusantara.com

Ini Dugaan Pembengkakan Anggaran Buku APBD DKI Yang Ditulis Rina Aditya

Ini Dugaan Pembengkakan Anggaran Buku APBD DKI Yang Ditulis Rina Aditya

7 - Apr - 2015 | 15:14 | kategori:Headline

Jakarta. Seputar Nusantara. Pasca ditemukannya ‘dana siluman’, pengadaan-pengadaan misterius dengan menggunaan APBD DKI terungkap satu per satu, sebagian di antaranya disidik Bareskrim Polri. Pengadaan enam judul buku juga mendapatkan sorotan karena dianggap ada mark up di dalamnya.

Enam judul itu menggunakan anggaran APBD 2014. Gubernur DKI Basuki Tjahaya Purnama dan tim menemukan adanya kejanggalan dalam nilai pengadaan itu. Harganya membengkak sampai dalam kisaran dua atau tiga kali lipat.

Dijelaskan Ahok, harga buku tersebut sebenarnya Rp 45 ribu per eksemplar. Akan tetapi dalam APBD 2014 nilainya membengkak hingga Rp 100 ribu per eksemplar. “Tahun lalu kami bangga karena anggaran pendidikan besar. Ternyata kami membeli bukunya si Rina. Dia jual Rp 45 ribu (harga aslinya), tapi dijual secara online jadi Rp 100 ribu,” tutur Ahok di Balai Kota, Rabu (17/3) lalu.

Rina yang dimaksud Ahok adalah Rina Aditya Sartika, anggota DPRD DKI dari fraksi Gerindra. Ketika menulis buku itu, Rina belum menjabat sebagai anggota DPRD DKI. Beberapa bulan setelahnya, dia terpilih sebagai wakil rakyat yang berkantor di Kebon Sirih.

Adapun buku yang dimaksud Ahok antara lain judulnya ‘Dari Delman Menuju MRT’ untuk siswa SMP dengan menilai proyek Rp 600 juta, SMA sebesar Rp 500 juta, SD sebesar Rp 830 juta dan SMK senilai Rp 500 juta. Buku lainnya yang berjudul ‘Urban Batavia Urban Jakarta’ diproduksi dengan memakan dana sebesar Rp 500 juta, ‘Jakarta Dulu Rawa Sekarang Pencakar Langit’ senilai Rp 500 juta dan ‘Batavia Era Kolonial Hingga Jokowi’ senilai Rp 500 juta.

Ahok lantas bekerjasama dengan Indonesia Corruption Watch (ICW). Sama seperti temuan Ahok, LSM yang fokus dalam bidang antikorupsi ini juga menemukan pembengkakan dalam pengadaan enam judul buku itu.

Hasil penelusuran ICW menyebutkan kejanggalan bermula dari lelang yang hanya menggunakan satu distributor saja yakni PT FS untuk menentukan Harga Perkiraan Sementara (HPS). Harga dalam HPS itu sebesar Rp 145 ribu per buku, padahal wajarnya Rp 45 ribu saja.

ICW pun melaporkan pengadaan buku dan juga pengadaan-pengadaan lain yang menggunakan APBD 2014 ke KPK. Saat ini berkas yang dilaporkan ICW itu sedang ditelaah oleh tim di Direktorat Pengaduan Masyarakat (Dumas) KPK.

Rina Aditya yang selama ini disebut sebagai penulis buku akhirnya muncul. Saat menghadiri sidang paripurna DPRD DKI pada Senin kemarin, Putri dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pendidikan Jakarta Barat, Alex Usman ini mengatakan dia hanya merupakan penulis buku, tidak tahu menahu mengenai tuduhan mark up.

“?Sekali lagi saya bilang bahwa saya punya bukti bahwa saya hanya sebagai penulis. Nanti juga kalian bisa klarifikasi sama ketua fraksi,” kata Rina usai paripurna tim angket di Gedung DPRD, Jl Kebon Sirih, Jakpus, Senin (6/4). (dtc/Aziz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Tulisan dengan Kategori Headline