logo seputarnusantara.com

Gandum, Sumber Karbohidrat Nomor 2 Setelah Beras, Masih 100% Impor

Gandum, Sumber Karbohidrat Nomor 2 Setelah Beras, Masih 100% Impor

7 - Apr - 2015 | 15:25 | kategori:Headline

Jakarta. Seputar Nusantara. Komite II DPD RI mengapresiasi Universitas Andalas dalam inisiatif membangun kemampuan produksi gandum domestik Indonesia dalan memperkuat kedaulatan pangan. Demikian disampaikan Parlindungan Purba, SH., MH., Ketua Komite II DPD RI pada sambutannya dalam Rapat Dengar Pendapat Umum Komite II DPD RI di ruang rapat Gedung B DPD RI, Kamis (02/04/2015) siang.

Prof. Dr. Werry Darta Taifur, SE., MA., Rektor Universitas Andalas (Unand) memaparkan bahwa gandum sudah dikembangkan oleh Unand dalam memperkuat kedaulatan pangan agar tidak tergantung pihak lain (impor) maupun jenisnya. Mengapa perlu membangun kemampuan produksi gandum domestik, karena tingkat konsumsi per kapita sekitar 21 kg perkapita pertahun yang menjadi sumber karbohidrat nomor dua setelah beras. Kecenderungan peningkatan konsumsi gandum sehingga berpeluang mengurangi tekanan permintaan terhadap beras, kebutuhan akan gandum dipenuhi 100% dari impor sebesar tujuh juta ton/tahun gandum, sedangkan kecenderungan konsumsi meningkat maka impor akan meningkat.

Kendala untuk peningkatan produksi gandum yaitu upaya peningkatan produksi domestik belum mendapat dukungan pembiayaan dari APBN karena gandum belum masuk kedalam komoditi pangan prioritas sedangkan yang masuk kedalam komoditas prioritas adalah beras, jagung, dan kedelai.

“ Kami mohon dukungan DPD RI untuk mengusahakan bagaimana gandum menjadi kebijakan komoditi pangan prioritas,” ujar Rektor Unand. “Dengan begitu, upaya peningkatan produksi domestik akan dapat dilakukan dengan dukungan APBN,” tambahnya.

Potensi penghematan akibat peningkatan produksi gandum, jika dibandingkan, biaya produksi gandum dalam negeri masih lebih murah ketimbang melakukan impor. Kita membuka peluang bisnis baru dan bisa membuka lapangan kerja lebih besar.

Direktur Pembenihan Kementerian Pertanian Bambang Budiyanto mengapresiasi Unand terhadap inisiatif pembenihan gandum yang bisa ditanam didaerah tropis. “Kami konsisten terhadap varietas benih gandum dan diharapkan benih yang diproduksi bisa memberikan hasil biji gandum sebesar 70-80% keberhasilan panen yang ditanam oleh petani.”

Bambang menyebutkan masalah yang dihadapi untuk produksi gandum yaitu pertama, lahan untuk penanaman gandum yang ditanam pada area ketinggian diatas 600 meter dan bila ada lahan itu maka harus bersaing dengan tanaman sayur. Kedua kebijakan pemerintah akan gandum yang belum menjadi kategori komoditi pangan prioritas/strategis. “Kami mendorong DPD RI untuk mengusulkan kepada pemerintah agar gandum masuk kedalam komoditi pangan prioritas,” harap Bambang.

Komite II DPD RI mendukung masukan dan inisiasif Universitas Andalas dalam usulan kebijakan pangan untuk peningkatan produksi gandum domestik, dan menetapkan H. Nofi Chandra, S.E., Senator asal Sumatera Barat sebagai ketua Panitia Kerja (panja) tentang gandum. (dpd.go.id/Aziz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Tulisan dengan Kategori Headline