logo seputarnusantara.com

Kronologis Pemukulan Oleh Anggota FPPP DPR Mustofa Assegaf Versi Mulyadi

Kronologis Pemukulan Oleh Anggota FPPP DPR Mustofa Assegaf Versi Mulyadi

Mustofa Assegaf (kiri) dan Mulyadi (kanan)

9 - Apr - 2015 | 15:11 | kategori:Headline

Jakarta. Seputar Nusantara. Wakil Ketua Komisi VII dari Fraksi Partai Demokrat (PD) Mulyadi mengaku jadi korban pemukulan oleh anggota Komisi VII dari Fraksi PPP Mustofa Assegaf. Begini detik-detik peristiwa pemukulan itu.

Dihubungi via telepon, Kamis (9/4/2015), Mulyadi menuturkan peristiwa itu berawal dari rapat Komisi VII dengan Menteri ESDM Sudirman Said. Rapat dimulai sekitar pukul 14.30 WIB dengan paparan dari menteri. Setelah paparan menteri, sesi tanya jawab pun dibuka.

“Setelah menteri paparan, dia (Mustofa -red) yang pertama nanya. Dia memperjuangkan suatu perusahaan yang terkait ekspor bauksit. Dia berapi-api nanya, bilang nggak adil, perusahaan ini sudah investasi bla bla bla, dia nanya lama sekali. Saya coba ingatkan, tapi belum sempat saya ngomong, dia nunjuk-nunjuk ke arah pimpinan, entah ngomong apa kaya orang kesurupan,” tutur Mulyadi.

Politikus asal Sumatera Barat ini lalu mengalah dan membiarkan Mustofa menyelesaikan pertanyaannya. Usai Mustofa bertanya, Mulyadi lalu kembali mengingatkan ke seluruh peserta rapat bahwa pertanyaan dibatasi durasi waktunya. Sesuai tatib DPR, durasi pertanyaan hanya 3 menit.

“Saya punya kewenangan sebagai pimpinan, kalau melanggar tatib bisa dikeluarkan. Saya punya kewenangan. Anggota DPR harus bisa mengerti dan memahami. Di tatib cuma 3 menit, tapi kita toleransi sampai 15 menit. Nah, mungkin dia nggak senang saya ingatkan,” tutur Mulyadi.

Setelah itu rapat berlanjut. Di tengah rapat Mulyadi keluar ruangan untuk ke kamar kecil, sekitar pukul 16.50 WIB. Saat hendak kembali ke ruang rapat, dia berpapasan dengan Mustofa yang diduganya sengaja menunggunya.

“Sempat dialog, saya bilang malu kita sama mitra kerja kalau ribut di dalam. Dia marah-marah. Saya nggak nyangka tiba-tiba dia mukul, tiga kali terus bertubi-tubi. Kejadiannya di dekat pintu, posisi saya juga mundur, saya tahan pakai tangan kiri,” tutur mantan Wakil Ketua Komisi V itu.

“Saya sebenarnya bisa mukul dia, tapi nanti jadinya posisinya sama, jadinya perkelahian. Kalau begini kan jadi penganiayaan,” lanjut Mulyadi.

Saat dia dipukuli, ada anggota DPR perempuan yang berteriak dan memancing anggota DPR lain beserta petugas keamanan untuk memisahkan. Mulyadi dibawa ke ruang tunggu Komisi VII dan mendapat perawatan. Pelipis kanannya luka, matanya lebam. Mulyadi lalu melaporkan pemukulannya ke Fraksi PD, pimpinan PPP, dan akan ke Majelis Kehormatan Dewan serta Polda Metro Jaya. (dtc/Aziz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Tulisan dengan Kategori Headline