logo seputarnusantara.com

Totok Daryanto, SE. : ISC Harus Belajar Dari Petral Agar Terhindar Dari Kartel

Totok Daryanto, SE. : ISC Harus Belajar Dari Petral Agar Terhindar Dari Kartel

H. Totok Daryanto, SE., Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PAN (Partai Amanat Nasional)

10 - Jun - 2015 | 16:05 | kategori:Headline

Jakarta. Seputar Nusantara. Pertamina Energy Trading Limited (Petral) akhirnya dibubarkan. Menurut Menteri ESDM Sudirman Said, salah satu alasan dibubarkannya anak usaha PT Pertamina (Persero) ini, karena sejak dulu citranya negatif di mata masyarakat.

Pemerintah berkepentingan membuat mata rantai suplai BBM (bahan bakar minyak) yang efisien, agar harga energi wajar dibeli masyarakat. Sudirman Said menegaskan, apalagi selama ini anak usaha Pertamina yang berdomisili di Singapura, citranya selalu negatif di mata masyarakat. Pasalnya, aktivitas Petral terutama dalam pengadaan impor BBM tidak transparan.

Menurut H. Totok Daryanto, SE., Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PAN (Partai Amanat Nasional), bahwa reputasi Petral sejak dulu lekat dengan persepsi negatif. Ada banyak praktik ditengarai tidak transparan. Pembubaran Petral itu juga rekomendasi dari Tim Mafia Migas (Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi) yang dipimpin oleh Faisal Basri.

Totok juga menerangkan, dengan pembubaran Petral ini juga akan memutus citra buruk di dalam tubuh Pertamina yang selama ini memang sangat melekat di masyarakat.

” Dengan pembubaran Petral, diharapkan pengadaan BBM tidak dikuasai oleh kartel, karena diduga di Petral itu pemainnya dengan nama berbeda- beda tetapi tetap 1 manajemen. Itu yang harus dipangkas dengan keputusan pembubaran Petral,” ungkap Totok Daryanto kepada seputarnusantara.com di gedung Nusantara 1 DPR- Senayan, pada Selasa 9 Juni 2015.

Lebih lanjut Totok menjelaskan bahwa pemberantasan kartel dalam pengadaan BBM itu tergantung dari ISC (Integrated Supply Chain, red.) yang sekarang bertugas mengadakan BBM. Kalau ISC mau belajar dari pengalaman Petral dan mau keluar dari kepentingan kartel dalam mengimport BBM ke Indonesia, tentu akan lebih baik dan efisien.

” Maka saya tekankan, ISC harus transparan dan memberi laporan ke publik dalam menggunakan dana negara secara periodik. Hal ini untuk menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap tata niaga import BBM yang dikelola oleh ISC,” tegas Wakil Ketua Umum DPP PAN ini.

Menurutnya, sebenarnya yang jadi persoalan adalah bercokolnya kartel di tubuh Petral. Jangan hanya berubah nama saja, harus jeli dalam mengelola tata kelola import BBM.

” ISC harus melakukan tender- tender secara transparan, memilih yang paling menguntungkan Indonesia dan persaingannya itu harus persaingan yang murni/ pasar. Bukan persaingan yang terorganisir, yang hanya rekayasa sudah diatur- atur oleh kartel pemenang tendernya,” ucap Totok Daryanto.

” Sebenarnya ada hal- hal mendasar yang harus dirubah Pertamina. Kita harus mampu mengamankan cadangan stok BBM nasional, sehingga tidak mudah diombang- ambingkan oleh harga pasar. Stok nasional BBM harus bisa memenuhi kebutuhan nasional dalam waktu beberapa bulan, tidak seperti sekarang yang hanya mampu beberapa hari saja,” pungkas Totok Daryanto di penghujung wawancara. (Aziz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Tulisan dengan Kategori Headline