logo seputarnusantara.com

Ali Mahir : Dengan Persatuan dan Kesatuan, Tantangan Global Terjawab

Ali Mahir : Dengan Persatuan dan Kesatuan, Tantangan Global Terjawab

Ir. Ali Mahir, MM., Anggota Fraksi Partai NasDem DPR RI periode 2014- 2019

14 - Agu - 2015 | 21:15 | kategori:Headline

Jakarta. Seputar Nusantara. Presiden RI Joko Widodo hari ini menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangka peringatan HUT ke- 70 Kemerdekaan Republik Indonesia di Gedung DPR- Senayan. Tema yang diangkat adalah persatuan dan kesatuan.

Menurut Ir. Ali Mahir, MM., Anggota Fraksi Partai NasDem DPR RI periode 2014- 2019, bahwa kondisi persatuan dan kesatuan di Indonesia masih dalam keadaan baik, artinya walaupun tema persatuan dan kesatuan yang diangkat, bukan berarti kondisinya sudah kritis atau terpuruk.

” Persatuan dan kesatuan pada intinya adalah bahwa Presiden Joko Widodo mempunyai semangat nasionalisme yang sangat tinggi. Sebagai contoh, belum lama ini Presiden Jokowi mereshuffle kabinet untuk kebaikan bersama,” ungkap Ali Mahir kepada seputarnusantara.com di Gedung Nusantara 1 DPR- Senayan, pada Jumat 14 Agustus 2015.

” Bangsa Indonesia sudah merdeka selama 70 tahun, yang terpenting adalah optimalisasi persatuan dan kesatuan. Kalau kita tidak bersatu, maka akan sulit menjawab tantangan global yang semakin kompleks,” tambahnya.

Ali Mahir memaparkan, termasuk dampak dari Pilpres 2014 harus segera dihapus. Para elit politik yang masih terbawa- bawa dampak Pilpres, harus segera menghilangkan peristiwa tersebut.

” Aroma politik apapun, harus jadi proses pendewasaan. Agar bangsa kita benar- benar bisa menuju Indonesia Hebat dan dapat membangun di semua lini kehidupan. Khususnya pembangunan pulau- pulau terluar dan yang masih terisolir,” tegasnya.

Harus diakui memang, lanjutnya, melemahnya nilai tukar rupiah salah satu penyebabnya adalah pengaruh dari tidak stabilnya politik akhir- akhir ini. Selain itu, ada kejadian- kejadian yang mencederai nilai- nilai persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

” Yang pasti, kita adalah Bhinneka Tunggal Ika, walaupun berbeda- beda tetapi tetap satu dalam naungan Pancasila dan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Karena kita semua adalah satu bangsa dan satu tanah air, Indonesia,” terang Ali Mahir dengan lantang.

Lebih jauh Ali Mahir menegaskan agar seluruh jajaran pemerintahan, dari mulai pusat hingga desa, harus merapatkan barisan dan kerja keras untuk membangun negeri ini. Kalau jajaran pemerintahan sudah merapatkan barisan dan kerja keras, sudah barang tentu akan diikuti oleh seluruh rakyat Indonesia.

” Kejadian seperti di Tolikara- Papua sangat tidak diharapkan dan jangan sampai terulang lagi. Kerukunan antar umat beragama merupakan modal utama pembangunan nasional. Oleh karena itu, Perda- Perda yang dapat menimbulkan konflik sosial, harus segera direvisi oleh Mendagri,” tegasnya.

Terkait dengan Komisi IX, salah satu yang disoroti mengenai BPJS. BPJS akan diperbaiki sistemnya oleh pemerintah. Mengenai polemik dan komentar salah satu ormas Islam tentang BPJS, akan dimusyawarahkan dan dicari solusi terbaik agar menemukan titik temu.

” Hal yang sangat kami apresiasi dari penyampaian nota keuangan RAPBN 2016 oleh Presiden Jokowi adalah anggaran Kesehatan 5% dari APBN 2016, yang kira- kira mencapai Rp 100 Triliun. Itu merupakan kenaikan yang signifikan dan luar biasa,” pungkas Ali Mahir di penghujung wawancara. (Aziz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Tulisan dengan Kategori Headline