logo seputarnusantara.com

Ahmad Ali : Hilangnya Pesawat Trigana Air, Tamparan Bagi Pemerintah

Ahmad Ali : Hilangnya Pesawat Trigana Air, Tamparan Bagi Pemerintah

Ahmad Ali, Anggota Komisi V DPR RI

16 - Agu - 2015 | 15:27 | kategori:Headline

Jakarta. Seputar Nusantara. Hilangnya kontak pesawat Trigana Air dalam perjalannya dari Bandara Sentani, Jayapura ke Distrik Oksibil, Papua merupakan momok bagi bandara perintis di Indonesia.

Mengutip pernyataan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, bahwa prediksi cuaca di Distrik Oksibil hanya menggunakan pandangan visual dari menara bandara, bukan dengan teknologi meteorologi seperti yang diterapkan di bandara sekelas Sepinggan Balikpapan atau Ngurah Rai Bali.

Hal tersebut menunjukkan buruknya fasilitas pendukung penerbangan di bandara perintis.

Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi NasDem, Ahmad M Ali mengingatkan pemerintah agar tidak menyepelekan kualitas infrastruktur penerbangan di bandara perintis. Mestinya, kualitas pelayanan untuk keselamatan paripurna antar bandara tidak dibedakan. Fasilitas di bandara yang berbeda status, seperti bandara internasional dan bandara perintis selama ini tak sama.

Ahmad Ali menyebutkan, hilangnya kontak dengan Trigana Air ini merupakan tamparan bagi pemerintah agar segera memperbaiki pelayanan di bandara terpencil.

” Kalau memang faktanya di Bandara Oksibil itu hanya menggunakan pandangan visual dalam ramalan cuaca, macam zaman batu saja. Seolah di bandara terpencil tidak ada teknologi seperti halnya yang digunakan BMKG,” sebutnya saat dihubungi via telepon, Minggu (16/08).

Dalam kacamata anggaran, Ahmad Ali yang juga anggota Banggar DPR menilai bahwa pos anggaran untuk perbaikan bandara terpencil sudah ada dalam APBN-P 2015. Khusus untuk Kementerian Perhubungan, angkanya menyentuh Rp 60 triliun rupiah. Angka tersebut disebutnya cukup, terlebih alokasi untuk perhubungan udara mencapai Rp 10 triliun. Sehingga, permasalahan kurangnya fasilitas di bandara terpencil dan terluar harusnya bisa diatasi di tahun mendatang.

” Dalam APBN-P 2015, Kementerian Perhubungan mendapat total sekitar 60 triliun, seperenamnya untuk perhubungan udara. Diupayakan pos anggaran perhubungan udara untuk bandara perintis yang terpencil, terluar, dan terdalam, tidak untuk pembangunan bandara yang sudah dikategorikan baik,” bebernya.

Di samping itu, Politisi Partai NasDem ini mengimbau masyarakat tetap tenang sampai pencarian dilakukan esok hari. “Masih ada harapan selamat. Pencarian sekarang juga terkendala cuaca buruk. Dioptimalkan besok, bisa ada informasi,” tutupnya. (Aziz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Tulisan dengan Kategori Headline