logo seputarnusantara.com

Imam Suroso : Parlemen Kamboja ke Komisi IX Perdalam BPJS Kesehatan

Imam Suroso : Parlemen Kamboja ke Komisi IX Perdalam BPJS Kesehatan

Drs. H. Imam Suroso, MM., (ketiga dari kiri) berdampingan dengan Ketua Parlemen Kamboja (keempat dari kanan)

19 - Agu - 2015 | 20:54 | kategori:Headline

Jakarta. Seputar Nusantara. Hari ini, Rabu 19 Agustus 2015, Komisi IX DPR RI menerima kunjungan dari Parlemen Kamboja.

Parlemen Kamboja melakukan kunjungan kerja dan studi banding dalam rangka melihat keberhasilan Indonesia dalam melaksanakan dan mengelola BPJS Kesehatan.

Menurut Drs. H. Imam Suroso, MM., Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, bahwa Parlemen Kamboja yang melakukan kunjungan kerja ke Komisi IX DPR berjumlah 15 orang. Parlemen Kamboja juga didampingi oleh Kementerian Keuangan dan Sekretariat Negara Kamboja.

” Tadi Parlemen Kamboja menanyakan apa dan bagaimana BPJS Kesehatan di Indonesia dapat berjalan dengan baik dan sukses. Parlemen Kamboja juga melakukan pendalaman mengenai untung dan ruginya BPJS Kesehatan bagi masyarakat,” ungkap Imam Suroso kepada seputarnusantara.com di gedung Nusantara 1 DPR- Senayan, pada Rabu 19 agustus 2015.

Menurut Imam Suroso, BPJS Kesehatan merupakan Badan yang mengelola kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia. Saat ini pemerintah sudah mengucurkan dana untuk BPJS Kesehatan sebesar Rp 19 Triliun.

” Dan pada tahun 2015 ini ditambah lagi sebesar Rp 5 Triliun. Dana sebesar itu untuk menopang biaya pelayanan kesehatan bagi 250 juta penduduk Indonesia. Masyarakat sudah sangat merasakan manfaat dari BPJS Kesehatan,” tegasnya.

Imam Suroso lebih jauh menerangkan bahwa manajemen BPJS Kesehatan akan terus disempurnakan. Sebab, sekarang ini, masyarakat di pelosokpun sudah sadar akan arti pentingnya kesehatan.

” Saat ini ada 88 juta penduduk Indonesia yang masuk golongan non- PBI, artinya mereka benar- benar gratis mendapatkan layanan kesehatan dari pemerintah, karena 100% biaya ditanggung oleh pemerintah,” ucapnya.

Menurutnya, kesehatan dari rakyat untuk rakyat. Dengan adanya cost sharing, diharapkan tidak akan memberatkan masyarakat.

” Disinilah, yang untung rakyat. Disinilah, jelas- jelas bahwa pemerintahan Presiden Jokowi benar- benar pro- rakyat dan memperhatikan kesejahteraan masyarakat. Anggaran BPJS Kesehatan diambil dari APBN dan cost sharing dari rakyat, menunjukkan sinergi antara pemerintah dengan rakyat,” pungkas Imam Suroso di penghujung wawancara. (Aziz).

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Tulisan dengan Kategori Headline