logo seputarnusantara.com

Nyat Kadir : Manajemen dan SDM BUMN Harus Diperbaiki, Agar BUMN Sehat

Nyat Kadir : Manajemen dan SDM BUMN Harus Diperbaiki, Agar BUMN Sehat

Nyat Kadir, Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai NasDem

26 - Agu - 2015 | 14:44 | kategori:Headline

Jakarta. Seputar Nusantara. Fraksi Partai NasDem DPR RI mendorong Pemerintah untuk segera melakukan reformasi terhadap sejumlah BUMN.

Hal tersebut didasarkan pada fakta, bahwa dari 119 BUMN yang ada, hanya sepuluh yang memberikan keuntungan cukup berarti bagi negara.

Menurut data penerimaan negara Tahun Anggaran 2014 atas laba BUMN, 80,3% berasal dari PT Pertamina, PT Telkom, PT Bank Rakyat Indonesia, PT Bank Mandiri, PT PGN, PT Pupuk Indonesia, PT Bank Negara Indonesia, PT Inalum, PT Semen Indonesia, dan PT Pegadaian. Ini artinya seratus lebih BUMN hanya menyumbang 19,7% keuntungan bagi negara. Di dalamnya termasuk mereka yang terus merugi.

Menurut Nyat Kadir, Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, bahwa memang BUMN- BUMN yang terus- menerus merugi harus direformasi. SDM (sumber daya manusia) di BUMN tersebut yang tidak produktif harus diganti.

” Walaupun BUMN- BUMN memang sangat dibutuhkan oleh negara sebagai pilar ekonomi. Namun dengan kondisi beberapa BUMN yang terus merugi dan bahkan sebagian kolaps, mau tidak mau harus segera dilakukan langkah- langkah strategis untuk menyelamatkan BUMN tersebut,” ungkap Nyat Kadir kepada seputarnusantara.com di ruang Komisi VI DPR RI- Senayan, pada Selasa 25 Agustus 2015.

Menurut Nyat Kadir, masyarakat tidak boleh skeptis dengan masa lalu, tetapi memang harus segera dilakukan pembenahan- pembenahan bagi BUMN yang terus merugi, agar tidak terus- menerus menggerogoti uang rakyat.

” Contohnya negara Singapura itu mempunyai fundamental perekonomian yang sangat kuat, karena salah satunya ditopang oleh BUMN. Ada BUMN yang sangat besar dan memasok keuangan dalam jumlah besar ke negara Singapura yakni Temasek. Ini bisa menjadi contoh bagi bangsa Indonesia,” terang Politisi Partai NasDem ini.

Nyat Kadir memaparkan, mengapa Temasek di Singapura menjadi BUMN yang sangat besar dan kuat? Karena manajemennya sangat bagus dan orang- orang yang memimpin Temasek sangat profesional.

” Kalau 2 hal tersebut kita benahi di Indonesia, yaitu manajemen dan SDM yang memimpin BUMN, maka saya yakin BUMN- BUMN di Indonesia juga akan bisa besar dan kuat seperti Temasek di Singapura. Dua hal ini harus segera dibenahi di Indonesia,” tegasnya.

Hal lainnya, lanjut Nyat Kadir, adalah masalah landasan Undang- Undangnya. Hal ini sangat penting karena landasan UU merupakan hal yang sangat mendasar bagi kemajuan BUMN di Indonesia.

Landasan UU bagi BUMN masih dalam proses di DPR, kalau sudah selesai maka akan dapat memperbaiki kinerja BUMN. Ditargetkan Revisi UU BUMN pada akhir tahun 2015 ini akan selesai.

” Masyarakat jangan skeptis dengan kondisi BUMN pada masa lalu, itu kan oknum- oknum yang melakukan. Kita harus perbaiki bersama, agar BUMN di Indonesia bisa sehat dan kuat sehingga bisa memberikan kontribusi anggaran yang besar kepada APBN,” pungkas Nyat Kadir di penghujung wawancara. (Aziz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Tulisan dengan Kategori Headline