logo seputarnusantara.com

DR. Bahrum Daido : Waduk Sebagai Salah Satu Solusi Atasi Kekeringan dan Banjir

DR. Bahrum Daido : Waduk Sebagai Salah Satu Solusi Atasi Kekeringan dan Banjir

7 - Sep - 2015 | 15:46 | kategori:Headline

Jakarta. Seputar Nusantara. Waduk atau reservoir (etimologi : réservoir dari bahasa Perancis berarti “gudang”) adalah danau alam atau danau buatan, kolam penyimpan atau pembendungan sungai yang bertujuan untuk menyimpan air.

Waduk dapat dibangun di lembah sungai pada saat pembangunan sebuah bendungan atau penggalian tanah atau teknik konstruksi konvensional seperti pembuatan tembok atau menuang beton. Istilah ‘reservoir’ dapat juga digunakan untuk menjelaskan penyimpanan air di dalam tanah seperti sumber air di bawah sumur minyak atau sumur air. Waduk itu sangat diperlukan untuk pengairan lahan maupun untuk kebutuhan air minum.

Hal tersebut disampaikan oleh DR. Ir. H. Bahrum Daido, M. Sc., Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat kepada seputarnusantara.com di Gedung Nusantara 1 DPR RI Senayan, pada Senin 7 September 2015.

Menurut Bahrum, waduk diperlukan tidak hanya oleh para petani yang membutuhkan air untuk tanamannya, tetapi juga dibutuhkan oleh masyarakat sebagai kebutuhan air minum dan kebutuhan sehari- hari lainnya. Disamping itu, sarana irigasi yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat, juga bersumber dari waduk.

” Daerah yang sering mengalami kekeringan dan curah hujannya sedikit, sangat perlu dibangun waduk. Contoh seperti NTT, daerah itu sangat perlu dibangun waduk untuk pengairan lahan dan kebutuhan air minum masyarakat,” ungkap Bahrum, Politisi Partai Demokrat ini.

Lebih jauh Bahrum memaparkan, di Indonesia sekarang ini, kalau musim kemarau cepat mengalami kekeringan tetapi kalau musim hujan cepat banjir. Ini yang harus segera ditangani oleh pemerintah. Maka prioritaskanlah pembangunan waduk didaerah- daerah tersebut.

” Kemudian di Jawa juga sangat penting dibangun waduk, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jawa Timur. Karena Jawa merupakan lumbung padi, yang mana sangat membutuhkan pengairan,” tegasnya.

Sebab, lanjutnya, di Jawa penduduknya sangat banyak, sehingga membutuhkan air yang sangat banyak, baik itu untuk kebutuhan sehari- hari maupun untuk sarana irigasi.

” Termasuk waduk Jatigede yang baru saja diresmikan, itu sangat penting untuk mengairi areal pertanian dan kebutuhan warga di daerah Sumedang, Majalengka, Indramayu dan Cirebon,” imbuhnya.

Kemudian, lanjut Politisi Partai Demokrat ini, di Sulawesi, walaupun sudah ada waduk, tetapi perlu ditambah lagi, baik skala kecil maupun besar. Di Sulawesi pernah kita usulkan dibangun sebuah waduk skala kecil yang menelan biaya antara Rp 3-4 Miliar.

” Di Kementerian PU kan anggarannya sangat besar, termasuk untuk pembangunan waduk. Jadi, pembangunan waduk harus terus diperjuangkan oleh pemerintah. Sebab, sekarang ini di Indonesia mudah sekali kekeringan, tapi juga mudah kebanjiran. Mengenai masalah kekeringan itu harus komprehensif penanganannya. Disamping dibangun waduk, pelestarian hutan juga sangat penting,” ucapnya.

Jadi, disamping waduk dibangun, hutan juga harus dilestarikan. Kemudian lingkungan juga harus terus dijaga, penghijuaan harus kembali digalakkan. Kalau hal tersebut dilakukan, maka tidak mudah kekeringan dan tidak mudah kebanjiran.

” Memang, menurut saya, waduk merupakan salah satu solusi untuk mengatasi kekeringan di musim kemarau dan mengatasi banjir di musim penghujan. Namun, pemerintah juga harus segera membangun jaringan air bersih ditengah- tengah warga. Untuk itu, dinas PU ditingkat Kabupaten, Kota, maupun Provinsi, harus segera memberikan informasi kepada pemerintah pusat, titik- titik mana yang perlu untuk dibangun jaringan air bersih. Ditjen Cipta Karya sudah siap anggarannya untuk membangun jaringan air bersih, maka kerjasama antara Pemerintah Daerah dengan Pusat harus ditingkatkan,” pungkas Bahrum di penghujung wawancara. (Aziz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Tulisan dengan Kategori Headline