Sulaeman Hamzah : Pengusaha Yang Bakar Hutan Harus Dicabut HGUnya
H. Sulaeman Hamzah, Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai NasDem
Jakarta. Seputar Nusantara. Kebakaran hutan merupakan salah satu penyebab kerusakan hutan yang paling besar dan bersifat sangat merugikan.
Perbaikan kerusakan hutan akibat kebakaran memerlukan waktu yang lama, terlebih lagi untuk mengembalikannya menjadi hutan kembali.
Oleh karena itu, kita perlu memperhatikan beberapa hal yang dapat menyebabkan kebakaran hutan.
Menurut H. Sulaeman Hamzah, Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, bahwa sekarang ini memang agak sulit kita mencari pilihan lain dalam menangani kebakaran hutan, kecuali seperti apa yang sudah dan sedang dilakukan oleh pemerintah.
” Tetapi saya berpikir bagaimana mengatasi kebakaran hutan untuk jangka panjang. Maka perencanaan dan pencegahan sejak dini terhadap kebakaran hutan sangat penting untuk dilakukan, agar kebakaran hutan tidak terjadi lagi di Indonesia,” ungkap H. Sulaeman Hamzah kepada seputarnusantara.com di Gedung Nusantara 1 DPR- Senayan, pada Selasa 8 September 2015.
Menurut Sulaeman, selama ini aturan mengenai pembukaan lahan dan kawasan hutan terlalu longgar. Sehingga memungkinkan masyarakat dan juga pengusaha membuka lahan dan hutan dengan cara membakar kemudian merembet ke areal yang lebih luas, ini sangat merugikan.
” Pemerintah tidak cukup hanya mengeluarkan aturan saja, karena aturan terkadang tidak efektif. Yang penting adalah sosialisasi peraturan tersebut terhadap masyarakat, termasuk pengusaha, dan sanksi pidananya jika dilanggar. Bagi pengusaha yang membakar lahan dan hutan, harus diberi sanksi tegas berupa hukuman pidana dan denda yang besar, sehingga ada efek jeranya,” tegas Politisi Partai NasDem ini.
Lebih jauh Sulaeman memaparkan, memang dalam UU Nomor 32 tahun 2009 sudah dijelaskan mengenai sanksi terhadap pembakar hutan. Namun tidak cukup hanya UU itu, karena pengaruh kebakaran hutan sudah sampai ke negara tetangga. Kemudian, kerugian akibat kebakaran hutan tidaklah sedikit, penerbangan jadi tertunda, kemudian efek negatif bagi kesehatan manusia dan kerugian ekonomi akibat mandegnya roda perekonomian.
” Perlu ada tindakan yang lebih tegas lagi, sehingga masyarakat dan pengusaha membuka lahannya dengan cara yang lebih bersahabat dan tidak merusak lingkungan. Saya rasa komentar Menteri Agraria dan Tata Ruang sangat bagus dan saya sangat setuju, bahwa bagi pengusaha yang terbukti membuka lahan dengan cara membakar hutan, maka HGU (Hak Guna Usahanya) dicabut. Dan itu mudah- mudahan membuat efek jera bagi pengusaha, agar tidak mengulangi lagi membakar lahan atau hutan,” tandasnya.
Jadi, menurutnya, memang sulit memadamkan api yang membakar lahan gambut. Namun, pemerintah harus berupaya terus untuk menangani kebakaran lahan dan hutan. Sanksi pidana dan denda yang besar bagi pengusaha pembakar hutan, harus ditegakkan. Hasil dari usaha hutan yang sangat besar, menggiurkan pengusaha untuk cepat membuka lahan.
” Mengenai penanganan kebakaran hutan yang dilakukan oleh pemerintah memang kurang maksimal. Karena, pemerintah tidak menggerakkan masyarakat umum untuk menangani kebakaran hutan. Seharusnya masyarakat dilibatkan untuk menangani kebakaran hutan, sehingga kalau masyarakat melihat titik api di hutan, mereka akan segera memadamkan. Tetapi sekarang ini kan masyarakat tidak bertindak kalau melihat titik api, karena merasa tidak ada perintah dari pemerintah,” pungkas Sulaeman Hamzah di penghujung wawancara. (Aziz)
BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.
Tulisan dengan Kategori Headline
- Telkom Akses Kerahkan Lebih Dari 20 Ribu Teknisi Untuk Jaga Kualitas Jaringan Jelang Hari Raya Idul Fitri. Posko Terintegrasi, Kesiapan Logistik, dan Penguatan Koordinasi Operasional Dilakukan Untuk Memastikan Layanan Telekomunikasi Tetap Prima
- Mudik Nyaman Bersama BUMN dan Danantara Tahun 2026 : TelkomGroup Melepas Ribuan Pemudik Rayakan Lebaran di Kampung Halaman. Dukung Kelancaran Mobilitas Melalui 27 Bus Ramah Lingkungan dan 3 Kapal Laut serta Pastikan Keandalan Jaringan Selama Periode Idul Fitri
- Rutan Kelas IIB Purworejo- Provinsi Jawa Tengah Mengusulkan Sebanyak 123 Narapidana Terima Remisi Hari Raya Idul Fitri 1447 H/ 2026 M
- Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Desa Kauman, Heru Tjahjono Soroti Pentingnya Ketahanan Sosial di Bidang Kesehatan dan Ketenagakerjaan
- Telkom Bangun Masa Depan Ekonomi Inklusif Lewat Pendampingan dan Pemberdayaan Perempuan Penggerak UMKM. Program Pembinaan Telkom Membuka Peluang Bagi Pelaku Usaha Perempuan Untuk Tumbuh dan Memperluas Pasar di Era Digital
- TelkomGroup dan Huawei Teken MoU Strategis Untuk Memperkuat Infrastruktur Digital dan Ekosistem Data Center. Bersama NeutraDC, Kolaborasi ini Membuka Peluang Pengembangan Ekosistem Data Center, Cloud, serta Penguatan Kapabilitas Teknologi dan Talenta Digital
- Sosialisasi Empat Pilar MPR di Tulungagung, DR. Heru Tjahjono Tekankan Pentingnya Ketahanan Sosial di Bidang Kesehatan dan Ketenagakerjaan
- Kolaborasi TelkomGroup dan Komdigi Jaga Keandalan Layanan dan Infrastruktur Jaringan Nasional Jelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Tingkatkan Kapasitas Jaringan hingga 60,7 Tbps dan Operasikan Posko SIAGA RAFI dengan Dukungan Sebanyak 13.700 Personel
- TelkomGroup Gandeng F5 Hadirkan Solusi AI-Secure Connectivity Melalui Data Center Untuk Ekosistem Digital Indonesia. Integrasikan Kapabilitas Data Center dan Security Berbasis AI Guna Menghadirkan Managed Services Yang Andal Untuk Mendukung Transformasi Digital
- Satu Tahun Danantara Indonesia : Memperkuat Fondasi Untuk Masa Depan Generasi Indonesia. Transformasi TelkomGroup Untuk Terus Meningkatkan Nilai, dari Penguatan Tata Kelola hingga Kontribusi Nyata Bagi Masyarakat
- PDAM Tirta Perwitasari Purworejo Selenggarakan Acara Buka Puasa Bersama dan Ramah Tamah dengan Awak Media dan LSM se- Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah
- Fokus Eksekusi Strategi TLKM 30, Telkom Dorong Penguatan Fundamental dan Tata Kelola Perusahaan. Peningkatan Disiplin Operasional, Penataan Portofolio, dan Pembentukan Strategic Holding Menjadi Fondasi Untuk Menciptakan Valuasi Bisnis Yang Lebih Tinggi
- TelkomMetra Lakukan Penataan Portofolio Bisnis, AdMedika Group Siap Masuki Fase Pertumbuhan Baru ke Kancah Regional dibawah Fullerton Health. Langkah Divestasi Strategis Guna Memperkuat Fundamental TelkomGroup Sebagai Holding Utama dan Fokus Pada Core Business Telekomunikasi dan Digital
- PT. Telkom (Persero) Gelar GoZero% Innovation Festival, Dorong Solusi Nyata Pengelolaan Limbah. Wadah inovasi ESG Karyawan di Seluruh Telkom Regional Untuk Menghadirkan Solusi Yang Aplikatif dan Berkelanjutan
- Menapak 4 Tahun, NeutraDC Kokohkan Fondasi Digital Ecosystem Hub. Memperluas Kapasitas Infrastruktur AI-Ready dan Konektivitas Regional Untuk Mendukung Posisi Indonesia Dalam Ekosistem Digital Asia Pasifik
- CEO TelkomGroup Tinjau Kesiapan Infrastruktur dan Layanan Digital Jelang Hari Raya Idul Fitri. Rangkaian Kegiatan TelkomGroup Siaga RAFI 2026 Turut Salurkan Bantuan Sosial Senilai Rp 2 Miliar
- Telkomgroup Melalui Mitratel dan AALTO Melanjutkan Kolaborasi Strategis Dalam Pengembangan Stratospace dan Infrastruktur Telekomunikasi di Indonesia. Eksplorasi Konektivitas non-Terestrial Untuk Memperluas Jangkauan dan Meningkatkan Keandalan Jaringan Nasional
- Mudik Gratis Idul Fitri Tahun 2026 : Telkom Mulai Buka Pendaftaran, Siapkan 27 Bus dan 3 Rute Kapal Laut Untuk Pemudik. Pendaftaran Dibuka Tanggal 3 Maret 2026 melalui laman resmi https://mudik2026.telkomgroup.id/
- Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah Menekankan Agar Masyarakat Hati- hati dan Waspada terhadap Potensi Terjadinya Kebakaran
- Finnet Milik PT. Telkom (Persero) dan KP2MI Perkuat Sinergi Digitalisasi Layanan Bagi Pekerja Migran Indonesia. Kolaborasi Strategis Perluas Inklusi Keuangan dan Perkuat Ekosistem Pembayaran Digital Nasional