M. Sarmuji : Maksimalkan Penyerapan Anggaran Agar Ekonomi Menggeliat

M. Sarmuji, SE., M.Si., Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Golkar
Jakarta. Seputar Nusantara. Para buruh menuntut kenaikan upah minimum sebesar 22% pada tahun 2016. Buruh beranggapan bahwa upah saat ini sudah tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari- hari.
Untuk itu, para buruh menginginkan adanya kenaikan upah sebesar 22% pada tahun 2016.
Sedangkan menurut M. Sarmuji, SE., M.Si., Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, bahwa tuntutan buruh mengenai kenaikan upah sebesar 22% itu hal yang wajar. Karena para buruh juga mempunyai status sosial yang memerlukan peningkatan kesejahteraan, melalui peningkatan upah buruh.
” Namun demikian, dengan kondisi perekonomian seperti sekarang ini, angka 22% kenaikan upah buruh itu sesuatu yang sangat signifikan bagi pengusaha. Oleh karena itu, diperlukan negosiasi agar ada keseimbangan dan titik temu antar tuntutan buruh dengan kemampuan pengusaha,” ungkap Sarmuji kepada seputarnusantara.com di Gedung Nusantara 1 DPR- Senayan, pada Rabu 9 September 2015.
Menurut Sarmuji, keputusan apakah upah buruh naik 22%, atau dibawah angka itu, atau bahkan tidak naik sama sekali, itu semua tergantung pada negosiasi antara serikat buruh, pemerintah dan pengusaha.
” Para buruh juga harus memahami bahwa kondisi perekonomian kita sedang dalam situasi agak krisis, sehingga orientasi pengusaha untuk mempertahankan perusahaannya supaya tetap beroperasi, itu sudah cukup bagus. Jadi pengusaha dapat tetap bertahan beroperasi di saat kondisi ekonomi hampir krisis ini, itu sudah cukup bagus,” terang Politisi Partai Golkar ini.
Sarmuji lebih jauh berpesan kepada para buruh bahwa memperjuangkan kenaikan upah yang terlalu banyak, itu juga beresiko tinggi bagi buruh itu sendiri. Sebab, kalau penciptaan lapangan kerja berkurang, juga akan sangat merugikan buruh.
” Jadi intinya, nanti akan dinegosiasikan supaya ada titik temu antara buruh, pemerintah dan pengusaha. Yang pasti kita ingin semuanya berjalan dengan baik dan ada win- win solution,” tegasnya.
Lebih lanjut Sarmuji menjelaskan bahwa peran pemerintah bukan hanya melindungi kaum buruh, tetapi pemerintah juga berperan melindungi dunia usaha. Kalau dunia usaha tidak bisa dilindungi dan akhirnya gulung tikar, maka buruh nantinya akan bekerja pada siapa?
Jadi, pemerintah yang akan memediasi kemampuan pengusaha dengan tuntutan buruh. Pemerintah juga harus melihat, harga- harga kebutuhan pokok sudah naik, maka buruh harus diperhatikan.
” Tetapi dunia usaha sedang lesu, maka dunia usaha juga harus diperhatikan. Pemerintah harus melakukan langkah- langkah berupa menstimulus supaya ekonomi tetap bergerak. Meskipun pemerintah secara verbal sudah sering menyampaikan, tetapi kenyataannya pemerintah belum maksimal dalam menjalankan fiskalnya. Misalnya, penyerapan anggaran pemerintah, sampai sekarang masih dibawah 25%,” tandasnya.
” Belanja barang dan modal Kementerian dan Lembaga Pemerintah masih dibawah 25%. Padahal kalau itu dijalankan, dapat menyebabkan perekonomian bergerak. Tapi kalau pemerintah tidak dapat memanfaatkan uang yang sudah ada, ya ekonomi akan tetap lesu. Pengusaha juga akan tetap menjerit. Saya yakin, kalau pemerintah memaksimalkan anggaran yang ada, maka ekonomi akan menggeliat,” pungkas Sarmuji di penghujung wawancara. (Aziz)
BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.
Tulisan dengan Kategori Headline
- Dari Green Journey hingga Aksi Karbon, Begini Upaya Keberlanjutan yang Dilakukan oleh PT. Telekomunikasi Indonesia Internasional (Telin) Milik PT. Telkom (Persero) di BATIC 2026
- Promo Paket Merdeka Pemasangan Sambungan Rumah (SR) Baru Diperpanjang hingga 31 Oktober 2026, Diskon Rp 300 Ribu dan Berhadiah Umroh. Perumda Air Minum Tirta Perwitasari Purworejo Bertekad Selalu Berikan Layanan yang Terbaik untuk Masyarakat
- Polemik Seputar Tender Proyek di Purworejo Sebaiknya Disudahi, Supaya Pekerjaan Bisa Segera Dimulai Untuk Kesejahteraan Masyarakat
- Pembangunan 2 Kantor Pemerintahan di Kabupaten Purworejo Dikebut Pekerjaannya Supaya Selesai Tepat Waktu, Schedule Percepatan yang Dibuat Bersama Supaya Ditepati dan Dijalankan dengan Disiplin oleh Penyedia Jasa
- Isu- Isu Miring Yang Beredar di Tengah-Tengah Masyarakat, Tidak Mempengaruhi Pelaksanaan Lelang di Purworejo, Karena Prosesnya Dijalankan Sesuai dengan Aturan Yang Berlaku
- Telkom Solution Raih Penghargaan Business Impact & Industry Growth Untuk Market B2B ICT di Indonesia. Penghargaan KGI Tegaskan Kontribusi Telkom Solution Bagi Transformasi Digital di Berbagai Industri
- Dorong Predictive Cyber Intelligence, MDI Ventures Milik PT. Telkom (Persero) Sabet Indonesia Cyber Security Excellence Award 2026. Investasi Strategis di CYFIRMA Memperluas Kolaborasi Solusi Keamanan Siber yang Inovatif di Indonesia
- Anggota MPR RI Heru Tjahjono : Keadilan Sosial Harus Dibuktikan dengan Kesempatan yang Sama dalam Mengikuti Pelatihan Kerja
- Polemik tentang Lelang Proyek di Purworejo Dapat Menunda Pekerjaan dan Dapat Menghambat Pembangunan di Daerah Purworejo
- TelkomGroup Mendorong Gaya Hidup Berkelanjutan Melalui Zero Plastic Movement. Sediakan Fasilitas Water Refill Station Bagi Para Karyawan dan Memperkuat Kolaborasi Komunitas hingga Pelaku Usaha
- Raih Golden Trophy dan The Most Committed GRC Leader 2026, Telkom Akses Perkuat Tata Kelola, Manajemen Risiko, Kepatuhan, dan ESG. Pertahankan Predikat Bintang 5 Tiga Tahun Berturut-turut, Tegaskan Komitmen GRC sebagai Fondasi Keberlanjutan Bisnis
- Polemik di Masyarakat Kabupaten Purworejo Terkait dengan Pemberitaan Mengenai Proses Tender, Sebaiknya Disudahi saja. Pihak- Pihak yang Memunculkan Polemik tersebut Sebaiknya Berhenti Memperpanjang Hal tersebut Karena Dapat Menciptakan Iklim yang Tidak Kondusif bagi Pembangunan Daerah
- FGD Dinas Perkimtan Kabupaten Purworejo Fokuskan pada Dukungan terhadap Program Pemerintah Pusat 3 Juta Rumah dan Bimbingan Teknis tentang Inovasi SIPERUMBAKPUR
- Seluruh Proses dan Mekanisme Pengadaan Barang dan Jasa di Kabupaten Purworejo Sudah Sesuai Dengan Regulasi Yang Berlaku dan Pemenang Tender Sudah Memenuhi Syarat Yang Ditentukan
- Dinas Perkimtan Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah Selenggarakan Kegiatan Sosialisasi dan DESK Pencairan Bantuan Sosial RTLH Tahun 2026
- TelkomGroup Optimalkan Aset Properti, Pastikan Kepentingan Perusahaan Tetap Terjaga. Rencana Pemanfaatan Ruang di GMP Membuka Peluang Revenue Baru dari Konektivitas Digital
- Telkom- Public Expose Live 2026 : Strategi PT. Telkom (Persero) Jaga Momentum Pertumbuhan, Tingkatkan Nilai Tambah dari Bisnis Infrastruktur Digital. Kinerja 1H26 Tumbuh Kuat, Didukung Monetisasi Bisnis Seluler, Disiplin Operasional, dan Optimalisasi Aset Strategis
- InfraNexia dan XLSMART Perluas Sinergi Infrastruktur, Dukung Pertumbuhan Jaringan Nasional. Manfaatkan Layanan Wavenexia, Metronexia, dan Infrastruktur Pasif Untuk Menjawab Pertumbuhan Kebutuhan Kapasitas di Berbagai Provinsi
- Telkom Property Pastikan Optimalisasi Aset Properti Tetap Berjalan Sesuai dengan Tata Kelola dan yang Memenuhi Prinsip Value Creation
- PT. Telkom (Persero) Perkuat Kolaborasi Pentahelix, Persiapkan Kedaulatan Digital di Universitas. Hadir di BATIC 2026 Melalui ignitePRO, TelkomGroup Bersiap Menjadi Pemain Segmen B2B ICT Terdepan di Kawasan